Materi 02 – Penghalang Pertama: Menuntut Ilmu Bukan Karena Allah (1) - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Thursday, August 6, 2020

Materi 02 – Penghalang Pertama: Menuntut Ilmu Bukan Karena Allah (1)

Tarbiyah Sunnah Learning
 Al-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy حفظه الله
Kitab Awaa’iqu ath Thalab (Kendala Bagi Para Penuntut Ilmu)
 as-Syaikh Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim رَحِمَهُ اللهُ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Apa saja kendala-kendala di dalam menuntut ilmu :

Pertama Thalibul Ilmi Lighoiri wajillahi ta’ala, mencari ilmu bukan karena Allah Azza wa jalla. Mungkin karena dunia termasuk pujian, popularitas, ingin dinilai orang, ingin disebut orang maka ini termasuk kendala fital yang menghapus sejak awal keberkahan dari ilmu bahkan yang lebih berbahaya orang ini akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Sebuah hadits dari amirul mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu Rasululullah ﷺ bersabda, :

ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Ketika membahas hadits ini para ulama menjelaskan ketika hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya disebut terang-terangan orang itu hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Tetapi ketika menyebut siapa yang hijrahnya kepada dunia atau untuk wanita maka hijrahnya itu sesuai dengan niat hijrahnya itu kesana, disebut kesana tidak disebut maka hijrahnya kepada dunia dan kepada wanita. Maka hal tersebut menunjukan hinanya hal itu sehingga Nabi ﷺ tidak mau menyebutkannya. Berkata Abdullah bin Nasr radhiyallahu’anhu “Aku mendengar nabi kalian berkata, ‘siapa orang yang menjadikan cita-citanya seluruhnya hanya satu cita-cita yaitu cita-cita akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan kepada dia terhadap seluruh kepentingan dunianya, tetapi siapa orang yang menjadikan cita-cita itu beragam dan seluruhnya itu cita-cita duniawi hidupnya itu tidak ada untuk mencita-citakan bahagia diakhirat, ingin bahagia diakhirat tetapi ikhtiar kesana sangat minim, Allah tidak akan peduli dilembah mana dia akan binasa. (Hadits ini diriwayatkan oleh imam Ibn Majah dalam kitab sunannya. Juga imam Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak dari ibnu Umar Radhiyallahu’anhuma dan hadits ini kata imam Hakim shahih sanadnya dan disepakati oleh imam ad-Dzahabi)

Berdasarkan hal ini, maka hal yang paling layak untuk diperhatikan bagi para penuntut ilmu adalah memperbaiki niat senantiasa berupaya meluruskan niat dan menjaga niat ini dari kerusakan. Kenapa ? disebutkan oleh muallif (penulis) karena ilmu itu keutamannya baru bisa diraih kalau diniatkan secara ikhlas hanya untuk meraih wajah Allah. Adapun kalau diniatkan untuk selain itu maka tidak ada lagi keutaman dalam ilmu tersebut bahkan itu akan menjadi fitnah maknanya akan menjadi adzab dan akan menjadikan kesengsaraan yang memberikan akibat buruk.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Share with your friends

Give us your opinion

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done