Stres, Depresi dan Gangguan Kecemasan Karakteristik yang Tumpang Tindih Namun Berbeda - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Tuesday, June 16, 2020

Stres, Depresi dan Gangguan Kecemasan Karakteristik yang Tumpang Tindih Namun Berbeda

Stres, Depresi dan Gangguan Kecemasan karakteristik yang tumpang tindih namun berbeda

Oleh: Ashari Susanto

 

            Kita masih membahas tentang psikologi nih sobat. Pada artikel saya kemarin membahas tentang support system untuk  kesehatan mental. Sebenarnya support system banyak kegunaannya tidak hanya untuk kesehatan mental tetapi bisa untuk semua  hal dalam kehidupan sehari-hari seperti motivasi untuk mengembangkan potensi diri, persiapan untuk meenng hadapi pernikahan dan masih bannyak lagi yang intinya support system harus dilakukan dengan komunikasi yang baik dengan orang sekitar kita.

            Artikel kali ini memang sedikit berbeda dari artikel saya kemarin yaitu saya ingin mengajak Anda semua untuk membedakan antara stres, depresi dan gangguan kecemasan. Walaupun karakteristiknya tumpang tindih namun gejolak emosi ini datang dari  tempat yang berbeda.

 

  1. Apa itu Stres?

Stres adalah reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat.

Ketika Anda dilanda stres, tubuh Anda membaca adanya serangan atau ancaman. Sebagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan zat-zat kimia seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. Akibatnya, Anda akan merasakan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya Anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif. Tubuh juga akan secara otomatis mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, misalnya pencernaan. Namun, apabila stres muncul pada saat-saat yang tidak diinginkan, darah akan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Inilah sebabnya banyak orang yang justru sulit berpikir jernih saat diserang stres. Namun, jika kondisi tekanan psikologis ini berlangsung cukup lama dan berlangsung terus-menerus, ini akan membahayakan kesehatan mental serta fisik Anda. Antara lain seperti masalah kesehatan jiwa seperti depresi dan gangguan kecemasan, penyakit jantung, hipertensi, masalah pencernaan seperti IBS (Irritable Bowel Syndrome/gangguan pencernaan jangka panjang).

Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda, tergantung penyebab dan cara menyikapinya. Tapi ada gejala atau tanda stres dapat Anda ketahui, yaitu:

  • Gejala emosi, misalnya mudah gusar, frustasi, suasana hati yang mudah berubah atau moody, sulit untuk menenangkan pikiran, rendah diri, serta merasa kesepian, tidak berguna, murung, hilang kendali, hingga tampak bingung, menghindari orang lain, dan depresi.
  • Gejala fisik, seperti lemas, pusing, migrainsakit kepala tegang, gangguan pencernaan (mual dan diare atau sembelit), nyeri otot, jantung berdebar, sering batuk pilek, gangguan tidur, hasrat seksual menurun, tubuh gemetar, telinga berdengung, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, atau mulut kering dan sulit menelan, rambut rontok. Stres pada wanita juga dapat menimbulkan keluhan atau gangguan menstruasi.
  • Gejala kognitif, contohnya sering lupa, sulit memusatkan perhatian, pesimis, memiliki pandangan yang negatif, dan membuat keputusan yang tidak baik.
  • Gejala perilaku, misalnya tidak mau makan, menghindari tanggung jawab, serta menunjukkan sikap gugup seperti menggigit kuku atau berjalan bolak-balik, merokok, hingga mengonsumsi alkohol secara berlebihan.

Stres sulit untuk dihindari. Jadi, hal yang terpenting adalah cara mengatasi stres, karena bila stres terjadi berkepanjangan, dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

 

  1. Apa itu Depresi?

Depresi atau major depresive disorder (MDD) adalah gangguan perasaan atau suasana hati (mood) yang menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus dan tidak kunjung menghilang. Depresi terjadi ketika ada perasaan tertekan yang membuat individu merasa sedih selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan dan berlarut-larut. Stres dan depresi memengaruhi Anda dengan cara yang sama, tetapi gejala depresi jauh lebih intens dan mewalahkan.

Berikut adalah gejala gejala gangguan depresi yang mungkin Anda alammi saat in:

  • Hilangnya minat atau rasa senang pada hampir semua aktivitas (anhedonia).
  • Suasana hati yang tertekan atau murung, pada anak-anak dan remaja, suasana hati dapat berupa kekesalan atau kemarahan. 
  • Gangguan tidur (insomnia atau hypersomnia). 
  • Adanya perubahan berat badan atau gangguan pada nafsu makan yang signifikan, pada anak-anak, hal ini terlihat dalam bentuk kegagalan mencapai kenaikan berat badan yang diharapkan. 
  • Perasaan tidak berharga.
  • Gangguan pada psikomotor (psychomotor retardation), berupa kesulitan untuk melakukan hal-hal sehari-hari, atau kecemasan yang berefek pada psikomotor (psychomotor agitation), seperti mengelilingi ruangan atau mengetuk-ngetukan kaki di lantai. 
  • Kelelahan atau kehilangan energi, motivasi, stamina, semangat.
  • Pikiran yang sering atau berulang tentang kematian, keinginan untuk bunuh diri (secara tidak spesifik maupun adanya rencana yang terperinci), atau usaha untuk bunuh diri. 
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, keragu-raguan.
  • Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga.
  • Mudah kecewa, marah dan ttersinggung.

Tanda-tanda depresi jauh lebih rumit daripada gejala stres. Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Dan depresi tidak hanya berasal dari satu sumber saja. Dalam kasus yang parah depresi bisa berakibat hilangnya akal, oleh karenanya sangat disarankan bagi Anda jika gejala-gejala depresi sudah sangat mengganggu sesegera mungkin untuk menghubungi psikolog atau psikiater.

 

  1. Apa itu gangguan kecemasan (Anxiety Disorder)?

Semua orang pasti pernah merasa cemas, dan ini merupakan hal yang normal, apalagi jika sedang dirundung masalah. Namun hati-hati jika rasa cemas muncul secara berlebihan atau sering. Bisa jadi itu merupakan tanda gangguan kecemasan.

Cemas atau anxiety adalah perasaan gugup atau gelisah namun rasa cemas terlalu sering, berlebihan, dan tanpa alasan yang kuat dapat mengganggu aktivitas pengidapnya ketika gangguan sedang muncul. Orang dengan gangguan kecemasan akan merasa sangat khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika dirinya sedang berada dalam situasi normal.

Apakah Anda pernah merasakan sensasi perut mulas, kepala pening, jantung deg-degan, napas terburu-buru, dan keringat dingin saat Anda diliputi kekhawatiran sebelum berbicara di depan umum, misalnya, atau menunggu dipanggil wawancara kerja? Ini adalah beberapa pertanda bahwa Anda sedang stres dan/atau cemas. Dan ini merupakan bentuk reaktif Anda terhadap stres. Dalam kasus yang parah, gangguan kecemasan juga bisa sampai mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Kondisi ini dikategorikan sebagai gangguan mental, yang tentunya beda dengan cemas biasa.

Ada berbagai jenis anxiety disorder yang biasa seseorang rasakan, yaitu:

  1. Generalized anxiety disorder(GAD)

Generalized anxiety disorder adalah kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara terus-menerus dan cenderung tidak terkendali.

Orang dengan GAD bisa sangat gelisah meski sedang tidak berada dalam situasi yang menegangkan sekalipun, alias baik-baik saja. Meski sulit untuk menenangkan diri, orang yang sedang mengalami GAD umumnya hanya bisa merasakan kekhawatirannya sendiri tanpa mampu mengungkapkannya pada orang lain. Jika dibiarkan terus-terusan, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.

Gejala dan tanda yang sering muncul saat GAD menyerang adalah:

  • Mudah merasa lelah.
  • Gelisah terus-terusan.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Mudah tersinggung.
  • Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir.
  • Kram otot.
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk kesulitan atau selalu merasa kurang tidur.

 

  1. Gangguan kecemasan sosial (Social anxiety disorder)

Social anxiety disorder (SAD), alias kecemasan sosial adalah rasa ketakutan ekstrem yang muncul ketika berada di tengah-tengah banyak orang.

Gugup ketika bertemu orang lain (terutama orang asing atau orang yang cukup penting) itu wajar saja. Namun, ketika Anda selalu merasa gugup, bahkan takut, berada di lingkungan baru sampai berkeringat dan merasa mual, Anda mungkin mengalami kecemasan sosial. Berbeda dengan rasa malu atau gugup yang umumnya hanya dialami sebentar, kondisi ini justru berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. Sumber penyebab dari kecemasan sosial adalah rasa takut akan diamati, dihakimi, atau dinilai di depan orang lain.

Gangguan kecemasan sosial adalah satu jenis dari fobia kompleks. Jenis fobia tersebut memiliki dampak yang merusak, bahkan sampai melumpuhkan kehidupan penderitanya. Pasalnya, gangguan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan harga diri seseorang, mengganggu hubungan dan kinerja di tempat kerja atau sekolah.

Gejala dan tanda yang sering muncul saat SAD menyerang adalah:

  • Gugup berlebihan ketika melakukan interaksi sosial.
  • Mengalami kecemasan intens selama berhari-hari, minggu, atau bahkan bulan.
  • Ketakutan yang amat sangat terhadap perasaan akan diamati atau dinilai oleh orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal.
  • Menghindari tatap mata dengan lawan bicara.
  • Memilih berdiam diri atau bersembunyi untuk menghindari orang lain.
  • Menarik diri dari aktivitas sosial.
  • Wajah memerah ketika diminta bicara di depan banyak orang.
  • Napas pendek-pendek.
  • Sakit perut, mual, gemetar, termasuk suara.
  • Jantung berdebar-debar atau dada terasa sesak, berkeringat, merasa pusing atau ingin pingsan.

 

  1. Gangguan panik (panic disorder)

Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alasan yang jelas. Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya juga menunjukkan gejala-gejala fisik seperti keluar keringat berlebih, nyeri dada, sakit kepala, napas memburu, dan detak jantung yang tidak teratur. Banyak orang sering menganggap berbagai gejala tersebut sebagai serangan jantung.

Gangguan panik ini bisa ditandai dengan munculkan serangan panik seperti di atas. Beberapa orang mungkin akan mengalami serangan panik hanya dalam hitungan menit, sementara lainnya bisa mengalami hingga berjam-jam.

Gejala dan tanda yang sering muncul saat panic disorder menyerang adalah

  • Merasa gelisah terus-terusan tanpa alasan yang jelas.
  • Jantung berdebar-debar atau detak jantung meningkat.
  • Napas tersengal-sengal atau memburu.
  • Berkeringat dan gemetar.
  • Tangan dan kaki terasa kram, kesemutan, atau bahkan mati rasa.
  • Kesulitan mengendalikan ketakutan atau kecemasan.
  • Otot tegang

 

  1. Fobia spesifik

Fobia spesifik juga masuk dalam jenis anxiety disorder. Kondisi ini merupakan ketakutan yang berlebihan dan terus-terusan terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya. Contohnya, fobia badut, laba-laba, ketinggian, balon, jarum, darah, dan lain sebagainya. Orang dengan kondisi ini tahu bahwa ketakutan yang mereka alami berlebihan, tetapi mereka tidak bisa mengatasinya. mungkin akan berteriak atau menangis histeris ketika hal-hal yang mereka takuti ada di hadapannya.

Beberapa gejala fisik dan emosional yang mungkin dialami orang dengan fobia objek tertentu, di antaranya:

  • Detak jantung dan napas tidak teratur ketika melihat hal yang ditakuti. Rasa takut berlebihan hingga berkeringat deras.
  • Mendadak mual.
  • Merasa marah saat di tempat atau situasi di mana ada hal-hal yang ditakutinya.
  • Sangat menghindari segala hal yang berhubungan dengan hal-hal yang ditakutinya.
  • Orang yang ada di posisi ini bahkan bisa mendadak lemas hingga pingsan saat ketakutan yang ia rasakan telah mencapai puncaknya.

 

Meskipun ada beberapa karakteristik yang tummpang tindih antara ketiganya, namun ketiga gejolak emosi ini datang dari tempat yang berbeda. Stres yang kita alami atau rasakan dalam kehidupan sehari-hari berhubungan dengan frustasi dan kewalahan karena Anda tahu apa yang sedang dihadapi sebagai tantang hidup yang Anda temui dalam kehidupan walau terjadi secara acak, terkadang apa yang membuat stres juga bisa berasal dari diri Anda sendiri yang dipicu oleh overthinking atau sedang tidak berfikir jernih.

Sementara depresi dan gangguan kecemasan bisa berakar dari kekhawatiran, ketakutan dan keputusasaan yang tidak memliki penyebab pasti. Depresi mungkin dipicu oleh banyak faktor seperti biologis, traumatis, kepribadian, obat-obatan, dan kima otak,termasuk genetik. Sedangkann gangguan kecemasan lebih merasa khawatir dan takut secara berlebihan dan sering. Perbedaan ketiganya addalah pada rasa tak berdaya saat menghadapi tekanan. Sehingga perlu adanya penangan dari segi mental dan fisik. Karena dapat mempengaruhi fungsi Anda sebagai manusia dan kesehatan fisik dalam jangka panjang.

 

 

 

Referensi

https://www.alodokter.com/kenali-tiga-jenis-gangguan-kecemasan-dan-gejalanya

https://www.halodoc.com/15-gejala-yang-timbul-dari-gangguan-kecemasan

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/kenali-perbedaan-stres-dan-depresi-sebelum-terlambat/

https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/stress/

https://www.sehatq.com/penyakit/depresi

https://hellosehat.com/kesehatan/penyakit/depresi-adalah/

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4270254/apa-sih-bedanya-stres-dan-depresi

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/perbedaan-stres-dan-depresi-kecemasan/

Share with your friends

Give us your opinion

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done