Tidur Pagi Bukan Kebiasaan Muslim - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Saturday, April 20, 2019

Tidur Pagi Bukan Kebiasaan Muslim



Aktivitas yang sibuk membuat seseorang mengorbankan waktu tidur malamnya untuk bekerja. Akibatnya, akan ada rasa kantuk pada pagi atau siang hari, sehingga memilih tidur pada waktu tersebut. Tahukah Anda ternyata bahaya tidur pagi bisa memengaruhi kesehatan tubuh?

Tidur sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental kita. Kebutuhan tidur seseorang berbeda tergantung usia, serta dipengaruhi juga oleh gaya hidup dan kondisi kesehatannya. Rata-rata orang dewasa memerlukan tidur antara tujuh hingga sembilan jam setiap malamnya. Beberapa tanda Anda sudah tidur dengan baik yaitu Anda dapat tertidur dalam waktu 15-20 menit setelah berbaring di tempat tidur, serta tidur teratur selama 7 hingga 9 jam dan terbangun dengan perasaan segar. Dan perlu kita ketahui bahwasannya tidur pagi bisa menyebabkan diabetes, obesitas, sakit kepala, bahkan depresi (Sumber Alodokter). 
Namun sebelum penelitian tersebut dimulai para salaf telah menjelaskan kepada kita bahwasannya tidur pagi adalah sesuatu yang buruk dan bukan kebiasaan para salaf.

Tidur Pagi Bukan Kebiasaan Para Salaf - TSABITMEDIA

Imam Muslim meriwatkan dalam kitab Shahih-nya dari Abu Wa`il Syafiq bin Salamah al-Asadi, ia menuturkan:

"Pada suatu hari seusai shalat Subuh, kami pergi menemui Abdullah bin Mas`ud. Kami mengucapkan salam di sisi pintu. Lalu kami diizinkan masuk, tetapi kami memutuskan untuk menunggu sejenak di luar. Seorang budak pun menanyakan: 'Silahkan masuk, mengapa kalian diam saja?'
Maka kami masuk, dan kami melihat Ibnu Mas`ud sedang duduk sambil berdzikir. Ia bertanya: 'Apa yang menghalangi kalian masuk padahal sudah dipersilahkan?'
'Tidak apa-apa, hanya saja kami mengira masih terdapat anggota keluarga engkau yang tertidur, 'jawab kami.
Ibnu Mas`ud menanggapi: 'Apa kalian mengira keluarga Ibnu Ummi Abdullah[1] adalah orang-orang yang lalai?'
Kemudian meneruskan dzikir yang sempat terhenti. Sampai ketika ia mengira matahari telah terbit, Abdullah pun memanggil budaknya dan bertanya: 'Apakah matahari telah terbit? Lihatlah keluar.'
Budak itu lantas melihatnya, dan matahari belum terbit.
Ibnu Mas`ud meneruskan dzikirnya lagi. Sampai ketika mengira matahari sudah terbit?'
Budak itu lantas melihatnya, dan  kali ini matahari benar-benar terbit. Maka Ibnu Mas`ud mengucapkan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَقَالَنَا يَوْمَنَا هَذَا وَلَمْ يُهْلِكْنَا بِذُنُوبِنَا

"Segala puji bagi Allah yang membebaskan hari kami ini, dan tidak membinasakan kami dengan dosa-dosa kami." (Shahih Muslim I/564)

Syaikh Abdur Razzaq al-Badr menerangkan: "Dialog ini mencerminkan gambaran kehidupan Salafush Shalih yang penuh vitalitas serta motivasi tinggi untuk mengoptimalkan waktu pagi, terutama para Sahabat. Dengan kedalaman ilmu agama yang dimiliki, mereka bisa meletakkan segala sesuatu pada tempatnya." (Fiqhul Ad`iyah wal Adzkar III/45)

Ibnul Qayyim berkata: "Di antara perkara yang dibenci di kalangan para salaf adalah tidur antara usah shalat Subuh sampai matahari terbit. Pasalnya, itu adalah waktu aktivitas yang mempunyai nilai istimewa di sisi Rabb semesta alam. Bahkan kalau orang-orang telah berjalan semalam suntuk, mereka tidak dibolehkan beristirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Saat itulah awal hari dan kuncinya, waktu turunnya dan ditetapkan pembagian rezeki serta keberkahan ilahi. Saat itu pulalah pergerakan hari bermula. Keadaan seluruhnya bergantung pada momentum tersebut. Maka sekiranya seseorang memang harus tidur, hendaknya tidur itu dilakukan dalam kondisi darurat." (Madarijus Salikin I/308)

Pagi hari adalah waktu yang penuh berkah lagi berharga berdasarkan doa Nabi Muhammad ﷺ:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا

"Ya Allah, berkahilah umatku pada pagi harinya." (HR. Abu Dawud no.2608 dan Ibnu Majah no.2236)
Jadi, tidak selayaknya seorang musliim mengisi waktu ini dengan tidur tanpa adanya kebutuhan yang bersifat darurat. Sebab, pagi hari laksana masa muda yang penuh vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua yang hanya menyisakan tubuh tanpa daya.
Orang yang bijak hendaklah memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done