Friday, April 19, 2019

author photo

Dua rakaat shalat sunnah Fajar merupakan amalan yang selayaknya kita jaga, janganlah ditinggalkan begitu saja. Nabi ﷺ menjaga pelaksanaan shalat sunnah Fajar atau shalat sunnah sebelum shalat Subuh melebihi shalat-shalat sunnah lainnya.
Aisyah bertutur: "Rasulullah ﷺ tidak pernah demikian ulet mengerjakan shalat sunnah seperti pada dua rakaat fajar sebelum shalat Subuh."
Dalam suatu kesempatan, Rasulullah ﷺ bersabda:

رَكْعتا الفجْرِ خيْرٌ مِنَ الدُّنيا ومَا فِيها

"Dua rakaat sunnah fajar lebih baik daripada dunia ini dan seluruh isinya." (HR. Muslim no.725)

Adapun lafadzhnya dalam riwayat lain:

رَكْعتا الفجْرِ أَحب إِليَّ مِنَ الدُّنْيا جميعًا
"Dua rakaat sunnah fajar lebih aku sukai daripada dunia ini, seluruhnya." (Sunanul Kubra an-Nasai no.458)

Dalil di atas menunjukkan bahwa apabila keutamaan dua rakaat shalat sunnah Fajar dibanding dengan dunia seisinya, bahkan dengan dunia seluruhnya, maka niscaya keutamaan shalat sunnah fajar tetap lebih baik, lebih besar, serta lebih banyak pahalanya.
Shalat sunnah Fajar ini cukup dilakukan secara ringkas. Aisyah menyatakan:

 عنْ عائشةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ، كانَ يُصَلي رَكْعتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامةِ مِن صَلاة الصُّبْحِ

"Nabi biasa mengerjakan shalat dua rakaat secara ringkas di antara adzan dan iqamah shalat subuh." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan di antara sunnah Rasul adalah melakukan idhthija` (berbaring ke arah kanan badab) seusai shalat sunnah Fajar. Sebagaimana disebutkan dalam hadits: "Usai mengerjakan shalat sunnah fajar dua rakaat, Rasulullah biasa berbaring ke sebelah kanan." (HR. Bukhari)

Bagi yang mengerjakan shalat sunnah Fajar ini di rumah dan mempunyai waktu atau kesempatan untuk mengerjakannya, meski hanya beberapa menit, maka hendaklah ia bergegas berusaha meraih keutamaannya.

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post