Kisah Seorang Laki-laki dan Anjing yang Kehausan - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Sunday, February 3, 2019

Kisah Seorang Laki-laki dan Anjing yang Kehausan


Didalam Islam terdapat kisah-kisah yang sangat luar biasa. Yang mana mengajak kita untuk selalu berbuat kebaikan kepada sesama manusia maupun kepada binatang. Semua kisah-kisah tersebut tentunya harus menjadikan kita lebih bertakwa kepada Allah Subhanahu wа Ta’ala.
Salah satu cerita yang luar biasa adalah dimana dosa seseorang diampuni oleh Allah Subhаnаhu wа Ta’ala dan Allah Subhаnаhu wа Ta’ala berterima kasih kepadanya atas perlakuan baiknya kepada binatang karena ia memberikan minum kepada seekor anjing yang sangat kehausan.

Kitab Hadits Silsilah Ta`lim Al-Lughoh Al-Arabiyah Mustawa Tsaani

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia sangat merasakan kehausan, lalu dia turun ke sumur dan minum(air sumur). Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Sungguh Anjing ini benar-benar merasa kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Pada setiap hati yang basah terdapat pahala.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadits diatas adalah kisah tentang seorang laki-laki yang mana ia memberi minum anjing yang sedang kehausan, maka dia diampuni dosa-dosanya oleh Allah karena kasih sayangnya kepada anjing yang ia beri minum.

Laki-laki itu sedang berjalan di luar desanya, jauh dari rumah-rumah. Lalu dia tertimpa kehausan yang sangat. Dia melewati sebuah sumur tanpa timba. Maka dia turun ke dalam sumur. Dia minum sampai hausnya hilang, lalu naik. Di situ dia melihat seekor anjing yang sangat kehausan. Saking hausnya, anjing ini menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah di sekitar sumur untuk meringankan hausnya.

Allah telah memberikan manusia ciri-ciri tersendiri yang tidak dipunyai oleh banyak makhluk lainnya, termasuk binatang. Di antaranya adalah bahwa manusia mampu mengambil air dari sumur dengan timba jika tersedia, atau turun ke sumur seperti yang dilakukan oleh laki-laki ini. Adapun anjing ini, ia tidak bisa melakukan hal itu. Ia akan mati bila tidak ada yang memberinya air.

Laki-laki tersebut melihat anjing yang kehausan ini. Dia ingat keadaan dirinya sebelum dia minum. Hausnya anjing ini sama dengan hausnya dirinya sebelum dia minum. Akan tetapi, mungkinkah dia memberi minum anjing ini sementara timba untuk mengambil air tidak ada. Dirinya telah turun ke sumur untuk minum. Anjing ini tidak bisa minum jika airnya disuguhkan di depannya. Tidak ada jalan lain untuk mengambil air kecuali melepas sepatu dan turun ke sumur lalu membawanya kepada anjing ini. Akan tetapi, bagaimanapun, dia tetap tidak akan bisa memegang sepatu itu dengan kedua tangannya karena dia sendiri memerlukan keduanya untuk bisa turun dan naik sumur.

Seseorang tidak mau membawa sepatu dengan mulutnya. Karena sepatu adalah pakaian kaki dan dengannya seseorang menginjak tanah. Bisa jadi ia kotor, bisa pula baunya tidak sedap. Pada umumnya, seseorang tidak mendekatkan sepatu atau sandalnya ke mulut atau hidungnya, lebih-lebih membawanya dengan mulutnya. Akan tetapi, belas kasih yang kuat di dalam hatinya mendorongnya melakukan apa yang dia lakukan. Dengan cara ini dia memberi air kepada anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepadanya, mengampuni dosanya, dan memasukkannya ke dalam rahmat-Nya

Pelajaran dan faedah yang dapat dipetik dari hadits diatas:
1. Besarnya pahala orang yang berbuat baik kepada hewan. Seseorang yang disebutkan di dalam hadits diampuni dosanya lantaran memberi minum anjing yang kehausan. Jika ampunan ini diperoleh lantaran memberi minum seekor anjing, lalu bagaimana dengan orang yang memberi minum manusia yang haus, memberi makan manusia yang lapar, dan memberi pakaian manusia yang telanjang.

2. Besarnya karunia Allah dan keluasan rahmat-Nya. Dia membalas dengan balasan yang besar atas perbuatan yang sedikit. Allah mengampuni dosa orang tersebut hanya dengan sedikit perbuatan, yaitu dengan memberi minum anjing

3. Diperbolehkan bepergian seorang diri tanpa membawa bekal perjalanan jika ia tidak khawatir dengan keselamatan diri-nya yakni dari serangan musuh maupun mati kelaparan.

4. Boleh menggali sumur di jalan umum. Laki-laki yang memberi minum anjing itu mendapatkan air di sebuah sumur di tepi jalan yang dilewatinya.

Penulis: Teguh Irvan Ariyanto

Share with your friends

6 comments

  1. Semoga bermanfaat .

    Salam blogger Indonesia .

    ReplyDelete
  2. (k) benar-benar menginspirasi...
    Sejatinya hewan juga ciptaan Sang Khaliq...

    ReplyDelete
  3. Perbanyak cerita kaya gini ya menyentuh sekali..

    ReplyDelete
  4. Udah pernah denger dan sering baca sih, tapi bagus lah kalo di sebar lagi hehe

    ReplyDelete

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done