Tahdid dan 'Ird - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Tuesday, June 5, 2018

Tahdid dan 'Ird

Huruf Tahdlidl, Huruf Tandim dan Huruf 'Irdl

Assalamu'alaikum wr. wb.
 adalah huruf yang digunakan untuk menyuruh dengan tegas atau huruf tahdid ini bisa juga d Tahdid dan 'Ird
Pembahasan tentang macam-macam huruf dalam bahasa arab selanjutnya adalah huruf tahdid, huruf tandim dan huruf 'irdl
Huruf Tahdid (حرف التحضيض) adalah huruf yang digunakan untuk menyuruh dengan tegas atau huruf tahdid ini bisa juga digunakan untuk teguran. Huruf Tandim (حرف التنديم) adalah huruf yang digunakan untuk mengungkapkan penyesalan. Adapun huruf 'irdl (حرف العرض) adalah huruf untuk menyuruh secara halus atau bisa disebut juga sindiran/menyindir. Baik huruf tahdid maupun huruf 'irdl sama-sama menyuruh, perbedaannya hanya pada 'tegas dan tidak'nya perintah tersebut.
Untuk lebih jelas mengenai huruf tahdid, tandim dan huruf 'irdl ini akan dibahas pada tulisan ini.

1. Huruf Tahdlidl dan Huruf Tandim

Huruf -huruf yang biasa digunakan adalah:
هَلَّا، أَلَّا، لَوْمَا، لَوْلَا، أَلاَ
Jika diteliti lebih lanjut, semuanya terdiri dari dua kata; Kata tanya dan huruf nafyi. Maka, semua huruf ini tidak merubah i'rob fi'il mudlori yang dimasukinya.
Imam al-Ghulaayainiy memberikan batasan untuk huruf-huruf tersebut agar memudahkan kita mengklasifikasikan huruf tersebut sesuai konteksnya masing-masing. Karena Tahdid dan Tandim ini keduanya menggunakan huruf-huruf tersebut. Beliau mengatakan:
وَالْفَرْقُ بَيْنَ التَّحْضِيْضِ وَ التَّنْدِيْمِ أنَّ هذِهِ الأَحْرُفَ إنْ دَخَلَتْ عَلَى الْمُضَارِعِ فَهِيَ لِلْحَضِّ عَلَى الْعَمَلِ وَتَرْكِ التَّهَاوُنِ بِهِ
"Perbedaan antara tahdlidl dan tandim adalah: Jika huruf-huruf ini masuk pada fi'il mudlori' maka (dapat dipastikan) itu huruf untuk tahdlidl (menegur/perintah tegas) atas suatu pekerjaan dan (agar) tidak menunda-nunda pekerjaan tersebut"
Mari kita perhatikan contoh berikut, semoga lebih memperjelas pemahaman kita:
أَلَّا تَتُوْبُ مِنْ ذَنْبِكَ
"Mengapa kamu tidak bertaubat dari dosamu?!!"
Demikian pula contoh:
لَوْمَا تَأْتِيْـنَا بِالْمَلَائِكَةِ
"Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat pada kami?!!"
Dhohir kedua contoh tersebut adalah kalimat pernyataan, tapi sebenarnya berisi perintah tegas. Jadi, hakikat kedua contoh tersebut adalah:
- Tobatlah kamu dari dosamu (dengan segera)!
- Datangkanlah malaikat pada kami (segera)!
Imam al-Ghulaayainiy melanjutkan ucapannya agar memudahkan kita membedakan tahdlidl dan tandim (dari segi dhohir kalimat):
وَإنْ دَخَلَتْ عَلَى الْمَاضِي كَانَتْ لِجَعْلِ الْفَاعِلِ يَنْدَمُ عَلَى فَوَاتِ الأَمْرِ وَعَلَى التَّهَاوُنِ بِهِ
"Sedangkan jika huruf-huruf tersebut masuk pada fi'il madli, maka (dapat dipastikan) huruf tersebut berfungsi untuk menjadikan pelaku (perbuatan) menyesali sesuatu yang terlewat darinya dan atau karena menyia-nyiakan hal tersebut (sehingga muncul penyesalan dalam hatinya)"
Contoh:
هَلَّا اجْتَهَدْتُ
"(amat disayangkan) mengapa aku tidak rajin?!"
Kalimat tersebut merupakan ekspresi penyesalan, menjelek-jelekkan diri pembicara atas apa yang tidak dia lakukan.
Firman Allah SWT dalam surat al-Ahqaf ayat 28:
فَــلَوْلَا نَصَرَهُمُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ قُرْبَانًا آلِهَةً ۖ بَلْ ضَلُّوا عَنْهُمْ ۚ وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
"(Maka mengapa tidak) atau kenapa tidak (menolong mereka) dengan cara menolak azab dari diri mereka (sesembahan-sesembahan selain Allah yang mereka jadikan) selain dari Allah (sebagai taqarrub) untuk mendekatkan diri mereka kepada Allah (dan sebagai tuhan-tuhan) di samping Allah, yaitu berupa berhala-berhala. (Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap) yakni pergi (dari mereka) sewaktu azab itu datang menimpa mereka. (Itulah) yakni pengambilan mereka terhadap berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan untuk mendekatkan diri kepada Allah (akibat kebohongan mereka) kedustaan mereka (dan apa yang dahulu mereka ada-adakan) yang dahulu mereka buat-buat."

2. Huruf 'Irdl

Huruf yang biasa digunakan untuk 'irld adalah:
أَلَا، أَمَا، لَوْ
Sebagaimana disebutkan sebelumnya; 'irdl adalah suruhan secara lembut, biasanya perintah melakukan / menghindari ini dalam bentuk sindiran. Perhatikan contoh berikut:
أَلاَ تَزُوْرُنَا فَنَأْنَسَ بِكَ
"Mengapa kau tidak mengunjungi kami, maka (jika kamu berkunjung) kami akan terhibur"
Maksud kalimat ini kan: Singgahlah!
Namun jika diucapkan 'singgahlah!' secara langsung, terkesan mendikte dan memaksa. Berbeda dengan menggunakan kalimat sindiran.
Atau contoh berikut:
لَوْ تَتَعَلَّمُ مُجْتَهِدًا فَتَصِيْرَ عَالِمًا
"Andai kamu belajar dengan giat, maka kamu akan menjadi seorang ilmuwan"
Maksudnya adalah: Belajarlah yang rajin!
Hal ini juga termasuk dalam pembahasan amil nawashib, tepatnya pada bagian jawab dengan فَ
Trik untuk lebih mudah memahami penggunaan huruf-huruf ma'aniy beserta penggunaannya ini adalah dengan mempelajari ilmu Balaghah (dalam ilmu ma'aniy). Yang mana di dalamnya dijelaskan tentang memahami kalimat yang muqtadlo al-haal (sesuai konteksnya). Karena huruf-huruf dalam bahasa Arab ini bisa berubah-ubah fungsinya disebabkan konteks kalimat yang dimasukinya
Demikianlah penjelasan Imam Musthofa al-Ghulaayainiy dalam jaami'u ad-duruus al-'aroobiyah yang bisa penulis fahami. Mohon para pembaca yang budiman, bisa memberikan masukan terutama koreksi jika apa yang saya fahami dari kitab tersebut terdapat kekeliruan.
Terima kasih dan mohon ma'af
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done