Monday, June 25, 2018

author photo

Pengertian 'Athaf, Macam-macam 'Athaf, Huruf-huruf 'Athaf dan Contohnya Dalam Al-Qur'an

السلام عليكم ورحمة الله
إنّ الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله رسول الهدى والرحمة. وبعدُ
Huruf 'Athaf dan Contohnya,- 'Athaf merupakan bagian kedua dari kata yang biasa mengikuti kata lain sebelumnya yang disebut tawabi'. Tidak beda seperti na'at. Hanya saja, kalau na'at mengikuti man'ut, sedangkan 'athaf mengikuti ma'thuf alaih. Secara sederhana, 'athaf artinya penghubung. Kata yang dihubungkan disebut ma'thuf sedangkan kata yang dihubungi / "dihubungkan kepadanya" disebut ma'thuf alaih. 'Athaf ini terdapat syarat yang harus diperhatikan. Selain itu juga, 'athaf memiliki huruf yang harus diketahui agar memudahkan kita menentukan ma'thuf atau ma'thuf alaih-nya. Jika tidak mengetahui huruf 'athaf, maka akan sulit kita menentukan kata mana yang mengikuti dan yang mengikuti. Dalam artikel ini pun, saya sertakan beberapa contoh 'athaf dalam al-Qur'an.
Athaf merupakan bagian kedua dari kata yang biasa mengikuti kata lain sebelumnya yang dise Huruf 'Athaf dan Contohnya | Nahwu Praktis
Dalam kamus al-Munawwir, عَطْفٌ adalah mashdar dari عَطَفَ يَعْطِفُ عَطْفُا وَعُطُوْفًا artinya adalah cenderung/condong. Sedangkan عَطْفٌ dalam ilmu nahwu adalah menyambungkan/menyamakan. Seperti yang telah saya singgung sebelumnya. Bahwa 'Athaf secara sederhana adalah penghubung. Bedanya dengan maushul, kalau maushul adalah isim, sedangkan 'athaf ini semuanya berufa haraf. Sebelum membahas huruf 'athaf, alangkah baiknya mengetahui macam-macamnya terlebih dahulu:

A. Macam-Macam 'Athaf

'Athaf itu terbagi menjadi dua bagian:

1. 'Athaf Bayan

Imam Syamsuddin Abu Abdillah bin Muhammad memberi definisi 'athaf bayan dalam kitab مُتَمّمَةُ الأجرومية dengan:
التَّابِعُ الْمُشَبَّهُ لِلنَّعْتِ فِي تَوْضِيْحِ مَتْبُوْعِهِ
"Kata yang mengikuti (tabi') yang menyerupai na'at dalam menambah kejelasan kata yang diikutinya"
Secara sepintas, 'athaf bayan ini sama seperti badal. Hanya beda dalam fokus perhatinnya saja. Perhatikan contoh:
جَاءَ أَبُوْحَفْصٍ عُمَرُ
Kalimat tersebut, bisa disebut badal bisa juga disebut 'athaf bayan. Bedanya, jika dianggap badal, berarti titik berat kata yang diunggulkan / ditonjulkannya adalah kata عُمَرُ. Sedangkan jika disebut 'athaf bayan, yang ditonjolkannya adalah kata أَبُوْ حَفْصٍ. Jika ingin mengetahui apa saja yang tidak membolehkan 'athaf bayan dianggap sebagai badal, Sobat bisa merujuk kitab al-Fiyyah
Ingat, 'athaf bayan ini tidak memiliki huruf khusus. berbeda dengan 'athaf nasak

2. 'Athaf Nasak

Adapun 'athaf nasak, Imam Syamsuddin mengatakan:
التَّابِعُ الَّذِي يَتَوَسَّطُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَتْبُوْعِهِ حَرْفٌ مِنَ الْحُرُوْفِ الْعَشْرَةِ
"Tabi' yang mengikuti matbu'-nya namun terpisah oleh salah satu huruf dari sepuluh huruf 'athaf"
Kesesuaian antara 'athaf/ ma'thuf dengan ma'thuf alain adalah hanya dalam i'robnya saja. Berbeda dengan na'at ataupun tawabi' yang lainnya
Contoh dalam Bahasa Indonesia, kalimat "Zaed telah datang" dan kalimat "Amr telah datang" pengucapannya bisa digabungkan sekaligus, menjadi: "Zaed dan Amr telah datang"
Jika dirubah ke dalam bahasa Arab, dengan menggunakan jumlah fi'liyah, menjadi:
جَاءَ زَيْدٌ وَعَمْرٌ
Atau dengan jumlah ismiyah, menjadi:
زَيْدٌ وَعَمْرٌو جَائِيَانِ / جَائَا
Kata عَمْرٌ disamakan/dihubungkan dengan kata زَيْدٌ karena sama-sama telah datang. Maka kata زَيْدٌ disebut ma'thuf alaih sedangkan kata عَمْرٌو disebut ma'thuf dengan menggunakan huruf 'athaf yaitu wawu.
Lalu, apa saja kesepuluh huruf 'athaf itu?
Perhatikan gambar berikut:
Athaf merupakan bagian kedua dari kata yang biasa mengikuti kata lain sebelumnya yang dise Huruf 'Athaf dan Contohnya | Nahwu Praktis
- Imam Ibnu Malik, tidak menganggap إمَّا sebagai huruf 'athaf, karena hakekatnya wawu lah huruf 'athafnya.
- Huruf 'athaf حَتَّى, jarang sekali ditemukan
- Huruf 'athaf لَكِنْ jika nun-nya ditasydid, maka berubah menjadi saudara Inna 
Satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu fungsi huruf 'athaf. Berikut rinciannya:
1. الْوَاوُ (dan)
Fungsi huruf 'athaf ini adalah مُطْلَقُ الْجَمْعِ. Artinya, hukum ma'thuf sama dengan hukum ma'thuf alaihnya. Seperti contoh:
ضَرَبْتُ زَيْدًا وَ عَمْرًا
"Aku memukul Zaed dan Amar"
Amar hukumnya sama dengan Zaed, yakni sama sama dipukul dan tak mengesankan berurutan (sistematis) beda dengan fa.
Lebih hati-hatilah dengan huruf wawu dan fa, karena huruf 'athaf ini terkadang bukan sekedar huruf 'athaf. Ingat juga, pembahasan 'athaf ini bukan sekedar meng'athafkan isim dengan isim saja, terkadang fi'il dengan fi'il, haraf dengan haraf bahkan isim dengan fi'il. Hanya saja, meng'athafkan isim dengan fi'il itu sangat sulit ditemukan. Contoh QS. al-Hadid:15 إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا
Contoh dalam al-Qur'an:
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ بِالْحَقٍّ... (التغابن: 3)
اَلَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَ الْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً... (الملك: 2)
أَنْ كَانَ ذَا مَالٍ وَ بَنِيْنَ (القلم: 14)
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ وَ عَادٌ بِالْقَارِعَةٍ (الحاقة: 4)
أَنِ اعْبُدُوْا للهَ وَاتَّقُوْهُ وَأَطِيْعُوْنِ (نوح: 3)

2. الفَاءُ (lalu)
Huruf 'athaf dengan fa adalah untuk: لِلتَّرْتِيْبِ الإتِّصَالِ. Berurutan namun tidak disertai waktu yang lama. Contoh:
ضَرَبْتُ زَيْدًا فَــعَمْرًا
"Saya memukul Zaed, lalu (tak lama berselang) Amar"
Bedakan pula fa huruf 'athaf ini dengan amil nawashib atau yang lainnya. Fa huruf 'athaf artinya "lalu", sedangkan fa' amil nawashib atau fa jawab syarat artinya "maka"
Contoh lain dalam al-Qur'an:

فَـوَكَزَهُ مُوسَى فَـقَضَى عَلَيْهِ (القصص: 15)
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَــهُ فَـقَدَّرَهُ (عبس: 19)
فَـطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُوْنَ () فَـأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيْمِ () فَـتَنَادَوْا مُصْبِحِيْنَ {القلم: 19-21)
فَـعَصَوْا رَسُوْلَ رَبِّهمْ فَـأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً (الحآقة: 10)
وَجَمَعَ فَـأَوَعَى (المعارج: 18)
3. ثُمَّ (kemudian)
Sama dengan fa, bedanya ثُمَّ ini لِتَرْتِيْبِ الإنْفِصَالِ menunjukkan berurutan, namun disertai waktu yang lama atau ada rentang waktu yang lama. Contoh:
ضَرَبْتُ زَيْدًا ثُمَّ خَالِدَيْنِ
"Aku memukul Zaed, kemudian dua Kholid"
ثُمَّ adalah huruf 'athaf, sedangkan ثَمَّ adalah isim isyarah untuk menunjukkan tempat artinya "di sana"
Contoh lain dalam al-Qur'an:
كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ () ثُمََّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ {النبأ: 4-5}
فَـكَذَّبَ وَعَصَى () ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى {النازعات: 21-22}
مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَـقَدَّرَهُ () ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهُ () ثُمَّ أَمَاتَــهُ فَأَقْبَرَهُ () ثُمَّ إذَا شَاءَ أَنْشَرَهُ {عبس: 19-22}
كَلَّا إنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوْبُوْنَ () ثُمَّ إنَّهُمْ لَصَالًوْا الْجَحِيْمَ {المطففين: 15-16}
لَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ () ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِيْنَ {التين: 4-5}
4. أَوْ (atau)
Fungsi huruf 'athaf أَوْ ini adalah: لِلتَّخْيِيْرِ. Mengesankan pilihan. Biasanya berada setelah kalimat insya' (suruhan, larangan atau kalimat tanya) Contoh:
اِضْرِبْ زَيْدًا أَوْ عَمْرًا
"Pukullah Zaed atau Amar!"
Contoh dalam al-Qur'an:
لَـأعَذِّبَنَّــهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْلَـأذْبَحَنَّــهُ أَوْ لَـيَأْتِيَنِّــي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (النحل: 21)
عُذْرًا أَوْ نُذْرًا (المرسلات: 6)
وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِـبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاءِ... (النور: 31)
لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَأً أَوْ مَغَارَاتٍ أَوْ مُدَّخَلًا لَوَلَّوْا إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ (التوبة: 57)
 يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ () أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ {البلد: 15-16}
5. أَمْ (atau)
Fungsinga: لِلتَّخْيِيْرِ مُعَادَلَةِ; memberikan pilihan disertai persamaan. Contoh:
اِنْكَحْ هِنْدًا أَمْ مَرْيَمَ
"Nikahilah Hindun atau Maryam"
Contoh lain dalam al-Qur'an:
أَمْ لَكُمْ كِتَابٌ فِيْهِ تَدْرُسُوْنَ () إنَّ لَكُمْ فِيْهِ لَمَا تَخَيَّرُوْنَ () أَمْ لَكُمْ أَيْمَانٌ عَلَيْنَا بَالِغَةٌ إللَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إنَّ لَكُمْ لَمَا تَحْكُمُوْنَ {القلم: 37-39}
أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ () أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ {القلم: 46-47}
أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ (الواقعة: 64)
أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَا أَمْ لَهُمْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا... (الأعراف: 195)
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا (النازعات: 27)
6. إمَّا (atau)
Fungsinya: لِلتَّفْصِيْلِ; merinci. Contoh dalam al-Qur'an:
إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا (ال‘نسان: 3)
قَالُوا يَا مُوسَى إِمَّا أَنْ تُلْقِيَ وَإِمَّا أَنْ نَكُونَ نَحْنُ الْمُلْقِينَ (الأعراف: 115)
وَآخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ اللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُـهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (التوبة: 106)
حَتَّى إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا (مريم: 75)
قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا (الكهف: 86)
7. بَلْ (tetapi)
Fungsinya: لِلْإِضْرَابِ ; berpindah dari satu pernyataan ke pernyataan yang sebaliknya. Dalam bab 'athaf, berarti hukum ma'thuf 'alaih itu dibatalkan oleh ma'thuf. Hampir sama dengan لِلإسْتِدْرَاكِ. Contoh: 
مَا ضَرَبْتُ الْمُسْلِمَيْنِ بَلِ الْكَافِرِيْنَ
"Aku tak memukul dua orang muslim, tetapi orang-orang kafir"
Contoh dalam al-Qur'an:
وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ() بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُكَذِّبُونَ {الإنشقاق: 21-22}
أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَنْ لَنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ() بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ () بَلْ يُرِيدُ الْإِنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ {القيامة: 4-5}
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ (الطور: 33)
أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ (الطور: 36)
 نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ (المؤمنون: 56)
8. لاَ (bukan)
Fungsinya: لِلنَّفْيِ; menunjukkan pertentangan dari ma'thuf 'alaih. Contoh dalam al-Qur'an saya kira sangat jarang. Karena kebanyakan disertai huruf 'athaf wawu. Sedangkan, jarang sekali لاَ yang menjadi 'athaf seperti contoh berikut:
نَصَرْتُ فَاطِمَةَ لاَ مَيْمُوْنَةَ
"Aku menolong Fatimah bukan Maemunah"
Jika ada yang sudah menemukan contohnya dalam al-Qur'an, silahkan tambahkan lewat kolom komentar
9. لكِنْ (tetapi)
Fungsinya sama seperti dalam inna dan saudaranya yaitu: لِلإِسْتِدْرَاكِ; menyusuli perkataan (meralat). Dalam al-Qur'an, kebanyakan huruf 'athaf ini mengathafkan satu jumlah dengan jumlah sebelumnya. Contoh:
رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ() لَكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ وَأُولَئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (التوبة: 87-88)
مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمِهَادُ ()  لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ... (آل عمران: 197-198)
10. حَتَّى (sehingga)
Seperti telah disebutkan, bahwa 'athaf dengan حَتَّى ini jarang sekali
Demikianlah penjelasan tentang pengertian, macam, huruf dan fungsi 'athaf beserta contohnya. Semoga dapat difahami dan menjadi ilmu yang bermanfaat. Jika ada salah, mohon koreksi dengan berkomentar atau cara lainnya
Mohon maaf dan terima kasih
والسلام عليكم ورحمة الله

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post