Wednesday, June 6, 2018

author photo

TASHRIF LUGHOWI

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar hari ini?. Saya do'akan semoga senantiasa sehat wal 'aafiyat dan hari-harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT

Tashrif Lughowi,- Sebagaimana dijelaskan dalam macam-macam tashrif, bahwa tashrif terbagi dua macam; isthilahiy dan lughowiy
Pada tulisan kali ini, yang akan dibahas secara praktis khusus masalah tahsrif atau shorof lughowiy sebagaimana judul.
Kita mulai saja pembahasannya.
Pembahasan ini terbagi menjadi beberapa bagian sesuai kategori fi'ilnya, yakni; fi'il salim, fi'il mudlo'af dan fi'il mu'tall dan akan dibahas berdasarkan kategorinya masing-masing

1. Tashrif Lughowi Wazan dan Termasuk Fi'il Salim
Polanya adalah seperti ini:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Perubahan tashrif lughowi tidak seperti tashrif istilahiy. Dalam fiil madli, yang berubah hanya huruf ujungnya. Sedangkan dalam fi'il mudlore, ditambah dengan perubahan huruf ke-mudlore-annya tapi tidak merubah harkat huruf kemudlorean tersebut seperti dalam contoh. 
Sedangkan perubahan untuk isim, hanya 6 perubahan, karena memang isim itu ada 6; isim mufrod (yang menunjukkan tunggal), isim tatsniyah (yang menunjukkan 2), isim jama' (yang menunjukkan lebih dari dua) untuk masing-masing mudzakkar dan muannats.
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Untuk contoh, kita tashrif kata فَرَّحَ يُفَرِّحُ dengan tashrif lughowiy:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Demikianlah setiap wazan-wazan fiil salim jika ditashrif dengan tashrif lughowi.
2. Tashrif Lughowiy Fi'il Mudlo'af
Tahukah pembahasan tentang pembagian idghom untuk fi'il mudlo'af?. Jika tidak, silakan baca: Cara Mudah Menaklukkan Fi'il Mudlo'af
Dalam postingan itu, ada idghom yang tercegah dan salah satunya ada pada tashrif lughowi, yaitu jika ada kata yang sama, yang keduanya sukun dan setelahnya ada huruf yang berharkat. Dalam tashrifan inilah yang dimaksud dengan pernyataan tersebut
Contoh kata فَرَّ يَفِرُّ ketika ditashrif dengan tashrif lughowi adalah:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Saya kira cukup mudah untuk fi'il ini. Jadi contohnya pun saya rasa cukup satu... hehe
3. Tashrif Lughowi Fi'il Mu'tal 'Ain (Ajwaf)
Pola untuk tashrif lughowi mu'tall fa, sama saja dengan fi'il saalim/shohih. Karena tashrif lughowi tidak merubah harkat dan susunan huruf yang sebelum akhir. Maka dari itu, kita langsung saja ke pola tashrifan lughowi untuk mu'tall ain.
Sebelumnya, ingat dulu satu hal: Huruf 'illat dibuang jika setelah huruf 'illat itu ada huruf yang sukun. Karena terjadi اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ (bertemu dua huruf sukun). Seperti: قُوْلْ (fi'il amar fiil يَقُوْلُ), menjadi قُلْ. Tapi huruf illat dikembalikan lagi jika setelahnya huruf yang berharkat. Contoh: قُوْلاَ
Polanya terbagi lagi, menjadi 2 yaitu:
a. Tashrif lughowi fi'il mu'tall ain dalam tsulatsiy mujarrod. 
- Fi'il madli wazan فَعَلَ. Contoh قَالَ (alif berasal dari wawu) dan بَاعَ. (alif asalnya dari ya).
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Wazan فَعَلَ ini sangat memperhatikan asal huruf 'illat. Agar lebih mudah, untuk huruf 'illat wawu, samakan saja cara men-tashrif-nya sepert قَالَ dan yang huruf 'illatnya ya samakan seperti بَاعَ.


Cara mudah untuk mengetahui tahu bahwa alif itu asalnya wawu/ya?. Itu berdasarkan fi'il mudlorenya, sebab huruf 'illat wawu tidak akan masuk pada wazan يَفْعِلُ sebagaimana yang asalnya ya tidak akan masuk pada wazan يَفْعُلُ (ingat, hanya jika fiil madlinya berwazan فَعَلَ). Juga tidak mungkin masuk pada wazan فَعَلَ يَفْعَلُ sebab aturan untuk wazan ini: 'ain atau lam fiilnya harus berhuruf halaq; أ، هـ، ع، ح، غ dan خ sedangkan huruf و dan ي tidak termasuk
- Fi'il madli wazan فَعُلَ (pasti huruf 'illatnya berasal dari wawu) dan فَعِلَ (baik huruf 'illatnya wawu ataupun ya) tetap mengikuti wazan. Hanya saja harkat fa fi'il dirubah dengan harkat ain fiil. Perhatikan gambar ini:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Asal kata طُلْنَ، خِفْنَ dan هِبْنَ adalah طَوُلْنَ، خَوِفْنَ dan هَيِبْنَ wazan فَعِلَ. Lalu harkat huruf 'illat dipindahkan pada fa fi'il. menjadi: طُوْلْنَ، خِوْفْنَ dan هِيْبْنَ. Karena terjadi اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ (bertemu dua huruf sukun), maka dibuanglah huruf 'illat. Jadilah: طُلْنَ، خِفْنَ dan هِبْنَ. Begitulah seterusnya dari dlomir هُنَّ sampai نَـحْنُ.
b. Tashrif lughowi bina ajwaf dalam fi'il tsulatsi maziid (madli/mudlore) dan fi'il mudlore tsulatsi mujarrod
Dalam bagian ini, yang berlaku hanya membuang huruf jika bertemu dua huruf sukun (اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ). Pergatikan gambar berikut ini!
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Yang diwarnai merah berarti اِلْتِقَاءُ السَّاكِنَيْنِ
4. Tashrif Lughowi Fi'il Mu'tall Lam (naqish)
Pada bagian ini pun kita bagi dua, menjadi:
a. Tashrif lughowi fi'il mu'tall lam pada fiil madli
Jika terdapat huruf fathah sebelum huruf illat, maka huruf illat dibuang secara mutlaq ketika dimasuki dlomir هُمْ، هِيَ dan هُمَا (untuk muannats), sedangkan selainnya ditetapkan (tidak dibuang). Perhatikan contoh:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Kenapa huruf ش dan ر pada kata خَشُوْا dan سَرُوْا didlommahkan tidak difathahkan?. Jawabannya, dalam kitab al-Kailani:
لِأَنَّ وَاوَ الضَّمِيْرِ إِذَا اتَّصَلَ بِالْفِعْلِ النَّاقِصِ بَعْدَ حَذْفِ اللَّامِ فَإِنِ انْفَتَحَ مَا قَبْلَهَا أُبْقِيَ عَلَى الْفَتْحِ وَإِنِ انْضُمَّ ضُمَّ
"Wawu dlomir jika bersambung dengan fiil naqish (mu'tall lam) setelah huruf lam fi'ilnya dibuang, (Perhatikan!) jika huruf sebelum (huruf 'illat) itu fathah, maka ditetapkan dalam fathah sedangkan jika dlommah atau kasrah (sebelum huruf 'illatnya) maka didlommahkan"
Jadi asal خَشُوْا itu adalah خَشِيُوْا, lalu harkat huruf 'illat sebelum dibuang dipindahkan pada huruf sebelumnya; ش, menjadi: خَشُيْوْا, setelah itu huruf 'illat; ي dibuang, jadilah خَشُوْا
Demikian pula kaidah ini berlaku pada fi'il madli yang lebih dari tiga huruf (tsulatsi maziid dan ruba'i) dan untuk fi'il madli yang lebih dari tiga huruf, cara mentashrifnya disamakan dengan رَمَى. Contoh:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
b. Tashrif lughowi fi'il mu'tall lam pada fiil mudlore
Agar mudah ketika mentashrif fi'il mudlore dari bina naqish ini, hendaklah memperhatikan akhir dari fi'il mudlorenya itu sendiri. Ada yang berakhiran wawu seperti يَغْزُو, ada yang berakhiran ي seperti يَرْمِيdan ada yang berakhiran alif seperti يَرْضَى. Setelah kita tahu akhirannya, perhatikan polanya:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Setelah kita hafal, samakanlah fi'il-fi'il yang sama akhirannya. Seperti يَدْعُو sama dengan يَغْزُو. Lalu يَسْرِي sama dengan يَرْمِي dan يَخْشَى sama dengan يَرْضَي. Demikian pula untuk fi'il-fi'il tsulatsi maziid dan ruba'i. Yang terpenting, akhir dari fi'ilnya sama bahkan ketika fi'il itu diubah menjadi bentuk mabniy lil majhul (kata kerja bentuk pasif). Perhatikanlah gambar berikut:
harinya dipenuhi dengan limpahan anugerah dan keberkahan dari Allah SWT Cara Mudah Menguasai Tashrif Lughowi | Shorof Praktis
Kata يُعْطِي akhirnya sama dengan يَرْمِي dan kata يَتَعَالَى juga يُرْمَى (bentuk mabniy majhul dari يَرْمِيْ) sama dengan يَرْضَى
Begitulah fi'il-fi'il lain. Sekali lagi, yang terpenting dalam fi'il mudlore bina naqish ini adalah huruf illat dan harkat huruf sebelumnya.
Saya kira cukuplah pembahasan tentang tashrif lughowi ini. Saya sarankan kepada pembaca untuk berlatih dan terus berlatih agar semakin lancar dan berkembang pula pemahaman kita tentang Bahasa Arab, Bahasa al-Qur'an dan Hadits.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan saya. Jika dirasa ada yang salah, boleh kita berdiskusi lewat komentar
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog saya yang serba kekurangan ini
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post