Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Sunday, June 3, 2018

Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis

CARA MUDAH MENGUASAI FI’IL NAQISH

Assalamu’alaikum wr. wb.
Segenap puji bagi Ilahi yang telah banyak memberi tanpa henti, shalawat dan salam untuk makhluq terbaik di dunia, sang pencerah dan pembimbing manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.
Kali ini, pembahasan shorof kita tentang mu'tall lam. Akan dijelaskan dengan sangat praktis
Segenap puji bagi Ilahi yang telah banyak memberi tanpa henti Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis
Bina Naqish,- Sebutan lainnya adalah mu'tal lam. Yakni fi’il yang huruf akhirnya (lam fi'il) merupakan huruf ‘illat wawu, ya atau alif (pengganti wawu dan ya). Naqish artinya yang kurang. Disebut naqish karena lam fi’ilnya tidak berharkat seakan-akan huruf fi’il itu kurang.
Adapun cara menguasai fi’il jenis ini, berikut cara-caranya:
1. Dalam fi'il madli, huruf 'illat dirubah menjadi alif  jika sebelumnya berhakat fathah (apabila huruf 'illatnya wawu, alifnya ا. Jika ya, maka alifnya ى). Contoh: غَزَا، رَمَى asalnya: غَزَوَ، رَمَيَ. Sedangkan, jika huruf ‘illat berada setelah kasroh atau dlommah, maka harkat huruf ‘illat ditetapkan dan berharkat. Contoh: خَشِيَ، سَرُوَ. 
2. Dalam fi'il mudlore, semua huruf 'illat tidak menerima harkat dan huruf ‘illat disesuaikan dengan harkat sebelumnya. Artinya jika harkat sebelumnya dlommah, maka huruf ‘illat menjadi wawu, jika sebelumnya kasrah, huruf ‘illat berubah menjadi ya. Seperti: يَدْعُو، يَرْمِي، يَرْضَى
3. Huruf ‘illat wawu dirubah menjadi ya dalam tsulatsi maziid, maka alif penggantinya pun menjadi ى. Seperti أَغْزَى (tsulatsi maziid dari fi’il غَزَا). Hail ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab al-Kailaniy:
لِأنَّ كُلَّ وَاوٍ إذَا وَقَعَتْ رَابِعَةً فَصَاعِدًا وَلَمْ يَكُنْ مَا قَبْلَهَا مَضْمُوْمًا قُلِبَتْ يَاءً
"Wawu dirubah menjadi ya jika menjadi huruf keempat (dalam fi'il madli) atau lebih dan sebelumnya bukan huruf yang berharkat dlommah"
Sedangkan, mulai dari tsulatsi mazid, tidak ada huruf dlommah sebelum lam fi'il. Semuanya kasrah atau fathah. 
4. Huruf 'illat berharkat dalam kebanyakan mashdar taukid fi’il tsulatsi mujarrod. Contoh: غَزْوًا dan رَمْيًا
5. Jika huruf 'illat wawu dan ya berkumpul, maka wawu dirubah pada ya. Kaidahnya:
لِأنَّ الْوَاوَ وَالْيَاءَ إِذَا اجْتَمَعَتَا فِى كَلِمَةٍ وَكَانَتِ الأُوْلَى مِنْهَا سَاكِنَةً ( سَوَاءٌ كَانَتِ الوَاوُ أَوِ الْيَاءُ ) فَإِنَّ الْوَاوَ تُقْلَبُ يَاءً وَتُدْغَمُ الْيَاءُ فِى الْيَاءِ
 "Jika wawu dan ya berkumpul dalam satu kata dan huruf yang pertama dari keduanya sukun (baik itu wawu atau ya), maka wawu dirubah pada ya lalu ya disatukan dengan ya (ditasydid)"
Sekaligus harkat huruf sebelum kedua huruf 'illat ini pun menjadi kasrah. Contoh: مَغْزُوٌّ (huruf 'illatnya wawu asalnya مَغْزُوْوٌ) dan مَسْرِيٌّ (huruf 'illatnya ya asalnya مَسْرُوْيٌ, lalu مَسْرُيْيٌ, lalu harkat ro dikasrahkan dan ya diidghomkan, menjadi مَسْرِيٌّ)
Kaidah ini berlaku untuk mashdar fi'il naqish yang masuk pada wazan فَعَّلَ، تَفَعَّلَ dan تَفَاعَلَ.
6. Khusus dalam mashdar yang lebih dari tiga huruf 'fiil madlinya: huruf ‘illat dirubah menjadi hamzah jika sebelumnya ada alif. Seperti: إِسْرَاءً asalnya اِسْرَايًا
7. Selain yang telah disebutkan di atas, huruf 'illat dirubah pada harkat huruf sebelumnya. artinya, huruf sebelumnya menjadi tanwin (fathah & kasrah) jika tidak beralif-lam. Seperti: رَامٍ، غَازٍ، مُسْرٍ، مُسْرًى. Sedangkan jika ber-alif lam, huruf 'illat menjadi tampak. Contoh: الرَّامِي، الْغَازِي، الْمُسْرِي dan الْمُسْرَى
Selanjutnya, saya contohkan cara mentashrif fi'il-fi'il naqish ini sebelum menerapkan cara-caranya. Kita ambil contoh yang asalnya wawu dan ya tsulatsi mujarrod dan satu wazan tsulatsi maziid fiih
Contoh fi’il naqish dengan huruf ‘illat wawu adalah: غَزَا، سرُوَ
Contoh fi’il naqish dengan huruf ‘illat ya adalah: سَرَى، خَشِيَ
Contoh fi'il naqish dalam tsulatsi maziid fiih: أَغْزَى
Jika huruf ‘illatnya wawu, wazannya: فَعَلَ يَفْعُلُ dan فَعُلَ يَفْعُلَ, sedangkan jika huruf ‘illatnya ya, wazannya: فَعَلَ يَفْعِلُ dan فَعِلَ يَفْعَلُ.
Maka dari itu, kita masukkan  kelima fi’il tadi pada wazan-wazannya:
Segenap puji bagi Ilahi yang telah banyak memberi tanpa henti Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis
Lalu, kita terapkan cara-cara yang telah kita bahas tadi dan perhatikan warna hurufnya (sesuai dengan warna cara di atas), menjadi:
Segenap puji bagi Ilahi yang telah banyak memberi tanpa henti Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis
Kalau sahabat bertanya: 
Kenapa fi'il amar dan fi'il nahyi tidak dibahas dalam cara-cara tadi?, padahal fi'il dan fi'il nahyi pun huruf 'illatnya dibuang?
Jawabannya: 
Karena fi'il amar dan nahyi itu diambil dari fi'il mudlore yang beri'rob jazm, sedangkan tanda jazm fi'il mudlore mu'tal akhir adalah dengan membuang huruf 'illat. Maka, dalam kedua fi'il tersebut huruf 'illat dibuang.
Agar lebih jelas, silahkan baca juga tentang: Membuat Fi'il Amar dan I'rob
Lalu, kita coba men-tashrif fi'il غَزَوَ yang dimasukkan pada wazan فَعَّلَ، تَفَعَّلَ dan تَفَاعَلَ . Terlebih dahulu kita asalkan (tanpa menerapkan cara-cara di atas). Yaitu: 
Segenap puji bagi Ilahi yang telah banyak memberi tanpa henti Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis
Setelah kita terapkan kaidahnya, menjadi:
Segenap puji bagi Ilahi yang telah banyak memberi tanpa henti Cara Cepat Menguasai Bina Naqish | Shorof Praktis
Asal kata تَغْزِيًّا adalah تَغْزِيْوًا, lalu wawu dirubah menjadi ya sesuai kaidah tadi (nomor 5), menjadi تَغْزِيْيًا, kemudian ya disatukan (diidghomkan) dengan ya, menjadi: تَغْزِيًّا
Demikian pula jika kata عَلَا يَعْلُو dan سَرَى يَسْرِي kita masukkan pada ketiga wazan tersebut.
Oke sobat, kita cukupkan sekian pembahasan tentang menguasai bina naqish ini. Semoga bermanfaat dan menjadi mudah untuk memahami fi'il-fi'il dengan jenis ini. Kita niatkan dengan belajar shorof dan nahwu ini utamanya untuk memahami dua panduan yang sangat dasar dalam agama islam; al-Qur'an dan Hadits. Semoga dengan niatan itu, Allah membukakan jalan selebar-lebarnya bagi kita untuk meraihnya.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jika ada yang tidak difahami, jangan sungkan untuk bertanya dan bertanya kepada yang lebih mengetahui.
Terima kasih atas waktu yang Sobat luangkan untuk berkunjung ke blog saya yang sederhana ini. Semoga dicatat sebagai ibadah oleh-Nya.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done