Wednesday, June 13, 2018

author photo

FIIL MUTA'ADDI DAN FIIL LAZIM

Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa kabar para pembaca yang budiman?. Saya doakan semoga senantiasa berada dalam naungan Rahmat dan maghfirah-Nya
Muta'addi dan Lazim,- Diantara pertanyaan yang mendasar tentang fi’il adalah: Apa perbedaan fiil muta’addi dan fiil lazim?
Jawabannya dalam ilmu shorof secara praktis adalah sebagai berikut:

1. Fiil Muta’addi

Imam Ali bin Hisyam mendefinisikan fiil muta’addi dalam kitab al-kailaniy dengan ungkapan:
الفِعْلُ الَّذِيْ يَتَعَدَّى إلَى الْمَفْعُوْلِ بِهِ
Fiil yang melampaui dari fa’il (subjek/pelaku) sampai pada maf’ul bih (objek)
Fiil ini disebut juga fiil وَاقِعٌ atau مُجَاوِزٌ. 
Dalam Bahasa Indonesia, jenis fiil ini disebut dengan kata kerja transitif (kata kerja yang memerlukan objek). Contoh:
كَتَبَ  الرَّجُلُ الرِّسَالَةَ
Seorang lelaki menulis surat
ضَرَبَتْ الْمَرْأَةُ الْمُجْرِمَ
Seorang perempuan memukul penjahat
Kata كَتَبَ (menulis) dan ضَرَبَ (memukul) adalah fiil yang memerlukan objek (transitif), atau dalam Bahasa Arab ini disebut fiil muta’addi

2. Fi’il Lazim

Sedangkan fiil lazim, beliau mendefinisikan:
الفِعْلُ الَّذِيْ لَمْ يَتَجَاوَزِ الْفَاعِلَ
Fiil yang tidak melewati fail
Atau dikenal dengan istilah غَيْرُ وَاقِعٍ alias kebalikan dari fiil muta’addi
Dalam Bahasa Indonesia, jenis fiil ini disebut kata kerja intransitif (kata kerja yang tak memerlukan objek). Contoh:
فَرِحَ زَيْدٌ
Zaed bahagia
كَرُمَ عَمْرٌو
Amr mulia
Kata جَلَسَ (duduk) dan كَرُمَ (mulia) adalah fiil yang tidak memerluka objek (intransitif) atau dalam Bahasa Arab disebut fiil Laazim
Selanjutnya, cara merubah kata kerja intransitif menjadi transitif, dalam bahasa Indonesia hanya menambahkan imbuhan pada kata kerja yang dimaksud. Conyoh: mulia adalah kata kerja intransitif, lalu kita tambahkan imbuhan me-kan pada kata tersebut, menjadi memuliakan, berubahlah menjadi kata kerja transitif. 
Dalam Bahasa Arab pun demikian; kita bisa merubah kata kerja intrasitif (lazim) menjadi transitif (muta’addi) ataupun sebaliknya. Diantaranya dengan cara:
1. Dimasukkan pada wazan فَعَّلَ. Seperti: فَرِحَ (bahagia;intransitif) dimasukkan pada فَعَّلَ menjadi فَرَّحَ maka artinya pun berubah menjadi membahagiakan; transitif
2. Dimasukkan pada wazan أَفْعَلَ. Contoh: kata كَرُمَ (mulia; intransitif) lalu dimasukkan pada wazan أَفْعَلَ menjadi أَكْرَمَ maka artinya pun berubah menjadi memuliakan; transitif.
3. Ditambahkan huruf jarr (biasanya dengan بِـ). Contoh: جَاءَ artinya datang; intransitif. Lalu setelahnya ditambahkan kata بِـ, menjadi جَاءَ بِـ artinya menjadi mendatangkan; transitif. Contoh penggunaannya dalam kalimat:
جَاءَ مُحَمَّدٌ ص.م بِـدِيْنِ الإِسْلاَمِ
Muhammad SAW mendatangkan/datang membawa agama Islam
- Wazan فَعُلَ dan kebanyakan fiil ruba’iy adalah berupa fiil lazim- Untuk merubah fiil muta’addi menjadi fiil laazim adalah dengan memasukkannya pada wazan: اِنْفَعَلَ، اِفْتَعَلَ، اِفْعَلَّ، اِفْعَالَّ، تَفَعَّلَ، اِفْعَوْعَلَ، اِفْعَوَّلَ (tapi ini pendapat pribadi, berdasarkan pengamatan pada kamus al-munawwir (karena, belum menemukan sumbernya yang menyebutkan ungkapan seperti ini). Seperti kata جَمَعَ artinya “mengumpulkan”, dimasukkan pada wazan اِفْتَعَلَ menjadi اِجْتَمَعَ artinya berubah menjadi “berkumpul
Setelah mempelajari tentang fi'il muta'addi dan lazim, saya kira penting juga pembaca untuk mengetahui tentang subjek atau fa'il
Demikian penjelasan sederhana tentang fiil muta’addi dan fiil lazim. Semoga menambah wawasan kita semua. Mohon maaf atas segala kekurangannya.
Terima kasih atas kunjungan Anda 
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post