Sunday, May 20, 2018

author photo

Pembahasan Tanwin dan Macam-macam Tanwin

Assalamu'alaikum wr.
Saya yakin pembaca sudah tahu bahwa tanwin itu ada tanwin fathah, tanwin dlommah dan tanwin kasrah. Namun, tahukah Anda, apa tanwin dalam tinjauan ilmu nahwu?, ada berapa pembagian tanwin dalam ilmu nahwu?
Nah, dalam artikel ini akan kita bahas. Karena tanwin adalah termasuk kategori huruf-huruf ma'aniy. Maka, saya rasa perlu kita membahas lebih jauh tentang pengertian tanwin dan macam-macamnya dalam ilmu nahwu.
Saya yakin pembaca sudah tahu bahwa tanwin itu ada tanwin fathah Tanwin

Apa itu tanwin?

Pengertian tanwin sebagaimana disebutkan dalam kitab syarh Ibni 'Aqil ala alfiyyah Ibni Malik dan kitab jaami'ud duruus al-arobiyyah:
نُوْنٌ سَاكِنَةٌ زَائِدَةٌ تَلْحَقُ أَوَاخِرَ الْأَسْمَآءِ لَفْظًا وَتُفَارِقُهَا خَظًّا وَوَقْعًا
"Nun sukun yang berupa tambahan yang ada di akhir isim secara lafal (pengucapannya) tidak secara tulisan dan tampak dhohirnya"
Jadi tanwin itu adalah nun zaidah (tambahan) yang hanya ada dalam pengucapannya saja, tidak dalam tulisan. Seperti:
زَيْدٌ، زَيْدًا، زَيْدٍ
tidak ditulis dengan nun sukun:
زَيْدُنْ، زَيْدَنْ، زَيْدٍ

Dalam ilmu nahwu, tanwin itu emang ada berapa?

Secara bentuk, tanwin terbagi menjadi tiga sebagaimana sudah disebutkan, yaitu tanwin fathah, tanwin dlommah dan tanwin kasrah. Demikian juga dari segi fungsi, tanwin pun terbagi tiga macam:

1. Tanwin Tamkin

Ialah tanwin yang terdapat pada isim-isim mu'rab yang munsharif. Nama lain tanwin ini adalah tanwin as-sharf. Contohnya seperti yang di atas tadi. Atau seperti:
رَجُلٌ، اِمْرَأَةٌ

2. Tanwin Tankir

Ialah tanwin yang terdapat pada sebagian isim mabniy. Seperti isim 'alam (nama) yang diakhiri dengan kata وَيْهِ. Berfungsi untuk membedakan antara ma'rifat dan nakirah. Umpamanya kata:
سِيْبَوَيْهِ
Kata tersebut adalah ma'rifat; seorang ulama nahwu terkemuka. Sedangkan jika kata tersebut memakai tanwin, menjadi:
سِيْبَوَيْهٍ
maka, kata tersebut nakirah; bukan lagi seorang ulama nahwu yang tadi
Demikian juga kata صَهْ dan مَهْ yang termasuk isim fi'il amar. Arti asalnya صَهْ adalah "ssst!! (jangan bicara!" dan مَهْ artinya "diam!". Jika tidak memakai tanwin, maka anda menyuruh mukhotob (orang yang diajak bicara untuk tidak melakukan apa yang sedang dia lakukan. Sedangkan jika menjadi صَهٍ artinya anda menyuruh dia untuk berhenti dari bicaranya sekaligus menyuruhnya untuk tidak berbicara apa-apa lagi. Demikian juga kata مَهٍ, artinya selain Anda menyuruh dia agar berhenti dari apa yang sedang dia lakukan, anda juga menyuruhnya untuk tidak berbuat apa-apa lagi. Jadi صَهٍ dan مَهٍ ini lebih umum (nakirah), lebih menyeluruh.

3. Tanwin 'Iwadl

'Iwadl artinya pengganti. Tanwin ini menggantikan tiga macam:

a. Menggantikan satu kata

Dengan kata lain, tanwin ini menggantikan mudlaf ilaih. Biasanya tanwin ini terdapat pada kata كُلُّ، بَعْض dan أَيُّ. Seperti kalimat berikut:
كُلٌّ يَمُوْتُ
asalnya adalah كُلُّ الْإنْسَانِ. Lalu kata الإنْسَان digantikan menjadi tanwin, jadilah mudlofnya (كُلُّ) menjadi كُلٌّ
Perhatikan firman Allah dalam surat al-Hadid: 10:
وَكُــلًّا وَعَدَ اللهُ الْحُسْنَى
atau dalam surat al-Baqarah: 253:
تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْــضٍ
atau dalam al-Israa:110:
أَيًّا مَا تَدْعُوْا فَلَهُ الْأَسْمَآءُ الْحُسْنَى

b. Menggantikan kalimat (jumlah)

Tanwin ini ada pada kata إذ. Seperti dalam surat al-Waaqi'ah ayat 83-84:
فَلَوْلَا إذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَ. وَأَنْتُمْ حِيْنَئِــذٍ تَنْظُرُوْنَ
"Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan. padahal kamu ketika itu melihat"
Jika diperkirakan, kata حِيْنَئِذٍ adalah حِيْنَ إذْ بَلَغَتِ الرُّوْحُ الْحُلْقُوْمَ

c. Menggantikan satu huruf

Ialah tanwin yang terdapat pada isim-isim naqish yang tercegah dari tanwin dalam kondisi rofa dan khofadl sebagai pengganti huruf akhirnya yang dibuang. Seperti:
غَازٍ، رَامٍ، رَاضٍ
isim fa'il dari fi'il naqish غَزَي، رَمَى dan رَضِيَ. Tanwin yang ada pada huruf akhirnya bukanlan tanwin tamkin / tanwin as-sharf sebagaimana yang terdapat dalam isim-isim munsharif. Melainkan tanwin pengganti dari huruf yang dibuang karena memang isim-isim tersebut termasuk kategori isim ghair munsharif. Jika diasalkan, kata غَازٍ، رَامٍ dan رَاضٍ adalah: غَازِوُ، رَامِيُ dan رَاضِيُ
Demikian pula contoh:
جَوَارٍ، غَوَاشٍ، عَوَادٍ
asalnya:
جَوَارِيُ، غَوَاشِــيُ، عَوَادِيٌ
Demikianlah isim-isim naqish yang lainnya. Lihat kembali aturan i'rabnya pada pembahasan tentang isim mu'tal.
Oke sobat, demikianlah pembahasan tentang isim tanwin dan macam-macam tanwin dalam ilmu nahwu. Semoga bermanfaat. Terima kasih dan mohon ma'af
Wassalamu'alaikum wr.

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post