Tuesday, May 22, 2018

author photo

Ta Ta'nits Sakinah

Assalamu'alaikum wr.
Postingan ini masih merupakan bagian dari huruf-huruf yang memiliki makna atau disebut huruf ma'aniy. Yaitu ta ta'nits sakinah. Apa pengertian ta ta'nits sakinah itu?, apa fungsi dari ta ta'nits sakinah itu sendiri?
Postingan ini masih merupakan bagian dari  Ta Ta'nits Sakinah

Pengertian Ta Ta'nits

Dalam kitab jaami'uddurus, tidak disebutkan pengertiannya secara tegas. Imam Musthafa al-Ghulaayainiy hanya menyebutkan:
وَهِيَ التَّاءُ فِيْ نَحْوِ قَامَتْ وَ قَعَدَتْ
"Ialah Ta yang ada pada contoh قَامَتْ dan قَعَدَتْ"
Tapi, jika kita terjemahkan secara harfiyah, ta ta'nits sakinah itu memiliki arti: Ta sukun yang merupakan tanda kemuannatsan (kewanitaan) dalam fi'il madli. Ini berkaitan sekali dengan pembahasan fa'il (subjek). Jika fa'ilnya adalah laki-laki, maka fi'il tidak perlu ditambahkan ta ta'nits. Untuk membedakan bahwa fa'il mudzakkar (laki-laki) dan muannats (perempuan) maka kita tambahkan ta ta'nits sakinah setelah fi'il madli. Contoh:
قَعَدَ طَلْحَةُ
ini untuk laki-laki
قَعَدَتْ هِنْدٌ
ini untuk perempuan

Kenapa pembahasan ta ta'nits ini penting?

Karena dalam Bahasa Arab, ada beberapa nama yang lafadznya terlihat seperti mudzakkar padahal sebenarnya muannats, seperti هِنْدٌ, ataupun sebaliknya; ada nama mudzakkar yang lafadnya seperti muannats, seperti: طَلْحَةُ
Maka, untuk mempermudah kita mendeteksi bahwa fa'il dari suatu fi'il itu mudzakkar atau muannats, kita lihat saja fi'ilnya. Jika ada ta ta'nits maka fa'ilnya adalah muannats, jika tidak ada berarti mudzakkar. Namun ingat, ta ta'nits ini hanya ada pada fi'il madli. 
Perhatikan contoh dalam surat Ali Imran ayat 35 berikut:
قَالَــتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ
Lalu dalam surat al-Hujuraat ayat 14:
قَالَــتِ الأَعْرَابُ آَمَنَّا
Kemudian Surat Fusshilat ayat 11:
قَالَــتَــا أَتَيْنَا طَائِعِيْنَ
Huruf yang berwarna merah adalah ta ta'nits
Dari contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa:
- Ta ta'nits berharkat kasrah jika setelahnya ada hamzah washol
- Ta ta'nits berharkat fathah jika setelahnya ada alif tanda dlomir
Jadi, ta ta'nits tidak selamanya sukun (sakinah). Sewaktu-waktu dia berharkat karena kedua faktor tersebut meskipun pada dasarnya ta ta'nits itu sukun makanya disebut dengan ta ta'nits sakinah (ta sukun yang menajdi ciri muannats dalam fi'il madli)
Nah, itulah yang dapat saya bahas mengenai ta ta'nits. Semoga menambah wawasan kita semua
Terima kasih dan mohon ma'af
Wassalamu'alaikum wr.

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post