Thursday, May 17, 2018

author photo

Pengertian Na'at Man'ut dan Contohnya Dalam Al-Qur'an

السلام عليكم ورحمة الله
الحمد لله على كل حال، والصلاة والسلام على الرسول، وبعد
Banyak memang postingan yang membahas tentang na'at man'ut, ada yang berupa makalah dan lain sebagainya. Nah, dalam postingan ini pun, saya ingin mencoba menjelaskan tentang pengertian na'at man'ut dan contohnya dalam al-Qur'an. Postingan ini menjawab pertanyan; "apa sih na'at man'ut itu?, apa saja jenis na'at dan man'ut?, lalu apa contoh na'at man'ut dalam al-Qur'an?
Banyak memang postingan yang membahas tentang na Na'at Man'ut | Contohnya | Nahwu Praktis
Pengertian Na'at Man'ut,- Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, perlu sahabat ketahui bahwa na'at adalah termasuk 4 (empat ) isim yang biasa mengikuti isim sebelumnya yang selanjutnya disebut man'ut. Adapun 4 isim yang biasa mengikuti isim sebelumnya itu adalah sebagai berikut:
  1. Na'at
  2. 'Athaf
  3. Taukid
  4. Badal
Namun, postingan kali ini, saya akan membatasinya dengan hanya membahas tentang na'at saja. 

Pengertian Na'at dan Man'ut

Na'at adalah mashdar dari kata نَعَتَ يَنْعَتُ نَعْتًا artinya menyifati. Berarti نَعْةٌ dalam bahasa indonesia disebut kata sifat. Sebagaimana dalam Bahasa Indonesia, kata sifat itu menuntut adanya kata yang disifati. Tidak mungkin ada sifat, tapi tak ada yang disifati. Dalam bahasa Arab, kata yang disifati, itulah yang disebut man'ut (isim maf'ul dari kata نَعَتَ)
Kita ambil contoh dalam bahasa Indonesia:
"Zaed yang tampan itu giat dalam belajar"
Kata Zaed adalah isim yag disifati, dan yang tampan adalah sifat. Selanjutnya kita terjemahkan ke dalam bahasa Arab:
زَيْدٌ الْجَمِيْلُ مُجْتَهِدٌ فِي الدِّرَاسَةِ
Kata الْجَمِيْلُ disebut na'at, kata زَيْدٌ yang disebut man'ut.
Sampai sini, saya menduga kuat sahabat sudah faham tentang apa itu na'at dan man'ut.
Selanjutnya, dalam membuat sebuah na'at, kita harus sangat memperhatikan man'utnya. Karena dalam bahasa Arab, na'at harus mengikuti man'ut dalam:
  • a. I'rob. Artinya, jika man'ut beri'rob rofa, na'at pun harus beri'rob rofa'
  • b. Ma'rifat dan nakirohnya. Jika man'ut nakiroh, na'at pun harus nakiroh
  • c. Mudzakkar-muannatsnya. Jika man'ut muannats, na'at pun harus muannats
  • d. Mufrod, tatsniyah dan jama'nya. Jika man'ut mudzakkar, maka na'at pun harus mudzakkar
Itulah empat ketentuan na'at (sifat) dalam mengikuti man'utnya (yang disifatinya). Jadi, sekali lagi, jika ingin menentukan dan membuat na'at dalam bahasa Arab, harus selalu memperhatikan man'ut. Karena memang na'at adalah yang mengikuti man'ut. Bukan sebaliknya
Contoh lain (warna biru= man'ut, warna merah = na'at): 
Banyak memang postingan yang membahas tentang na Na'at Man'ut | Contohnya | Nahwu Praktis

Baiklah sobat, sekarang perhatikan beberapa contoh na'at dan man'ut dalam al-Qur'an:

1. Na'at yang man'utnya dari isim ma'rifat:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ () الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ () الرَّحْمن الرَّحِيْمِ () مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ () إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ () اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ () صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمَ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ () {الفاتحة: 1-7}
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (الأعراف: 16)
وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَآءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ... (الملك: 5)
وَلَآ لأُقْسِمُ بِـالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ (القيامة: 2)
عَنِ النَّبَأِ الْعَظِيْمِ (النبأ: 2)
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى (الأعلى: 1)
2. Na'at yang man'utnya dari isim nakiroh

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا (الجنّ: 1)
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا... (الشورى: 7)
إنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلاً ثَقِيْلًا (المزمّل: 5)
فَذَالِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيْرٌ (المدّثّر: 9)
إنَّا خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ... (الإنسان: 2)
وَإنَّ لَكَ لَـأَجْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍ () وَإنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ {القلم: 3-4}
Ada juga na'at yang berupa jumlah. Kaidahnya:
الْجُمْلَةُ بَعْدَ النَّكِرَةِ نَعْتٌ
"Jumlah (ismiyah atau fi'liyah) setelah isim nakiroh (berkedudukan sama dengan) na'at"
Contoh Jumlah Ismiyah:
جَاءَ رَجُلٌ أَبُوْهُ جَالِسٌ
Kalimat أبُوْهُ جَالِسٌ adalah jumlah ismiyah, mubtada - khobar, karena terletak setelah kata nakiroh; رَجُلٌ. Jadi artinya: Seorang lelaki yang bapanya duduk telah datang
Contoh jumlah fi'liyah:
جَاءَ رَجُلٌ تَذْهَبُ أُمُّهُ
Kalimat تَذْهَبُ أُمُّهُ adalah kalimat/jumlah fi'liyah, fi'il-fa'il. Karena terletak setelah nakiroh; رَجُلٌ, maka ia berkedudukan seperti na'at.
Inilah yang disebut dengan: Na'at Sababi lawannya Na'at Hakiki seperti yang telah dijelaskan

3. Na'at yang berupa jumlah dari man'ut nakiroh

يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا قُوْآأَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَارًا وَقُعْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَآئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُوْنَ اللهَ مَآأَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ (التحريم: 6)
تَعْرُجُ الْمَلَآئِكَةُ وَالرُّوْحُ إلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ (المعارج: 4)
وَأَنَّا لاَ نَدْرِيْ أَشَرٌّ أُرِيْدَ بِمَنْ فِيْ الاَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا (الجنَّ: 10)
فَكَيْفَ تَتَّقُوْنَ إنْ كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًا (المزّمّل: 17)
هَلْ أَتَى عَلَى الإنْسَانِ حِيْنٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُوْرًا (الإنسان: 1)
Contoh yang lainnya dalam al-Qur'an, bisa dikembangkan oleh sahabat pembaca semua. Karena sebenarnya, sangat banyak contoh na'at dan man'ut dalam al-Qur'an.
Oke sobat, saya kira cukup untuk pembahasan tentang na'at man'ut dan contohnya dalam al-Qur'an ini. Semoga menambah ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.
Mohon ma'af atas segala kesalahan
Terima kasih
والسلام عليكم ورحمة الله

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post