Friday, May 18, 2018

author photo

Pengertian Isim Ma'rifat dan Isim Nakiroh Beserta Contohnya

السلام عليكم ورحمة الله
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Ma'rifat dan Nakiroh,- Diantara pembagian isim dalam ilmu nahwu, ada yang dinamakan isim ma'rifat dan isim nakiroh. Pengertian secara praktis, Isim Ma'rifat dan Isim nakiroh adalah isim ma'rifat berarti isim yang sudah tentu atau khusus. Sedangkan isim nakiroh adalah kebalikannya, yakni isim yang umum yakni tidak khusus menunjuk pada suatu kesatuan. Lebih jauh lagi tentang pengertian isim ma'rifat dan nakiroh ini akan kita bahas sebentar lagi berikut contoh-contohnya untuk menyempurnakan pemahaman sahabat semuanya. 
rifat dan Isim Nakiroh Beserta Contohnya Ma'rifat | Nakiroh Beserta Contoh | Nahwu Praktis

Telah kita ketahui dalam mubtada-khobar, prinsip asal mubtada harus berupa isim ma'rifat, sedangkan prinsip asal khobar harus berupa isim nakiroh. Maka dari itu, mengetahui dan menguasai tentang isim ma'rifat dan isim nakiroh menjadi penting bagi kita untuk mengetahui dan menentukan kedudukan kata dalam kalimat, terutama yang berkaitan dengan mubtada dan khobar
Imam Ibnu Malik, memberi definisi tentang isim ma'rifat dan isim nakiroh dengan bait al-Fiyahnya:
نَكِرَةٌ قَابِلُ َلْ مُؤَثِّرَا #أَوْ وَاقِعٌ مَوْقِعَ مَا قَدْ ذُكِرَ
وَغَيْرُهُ مَعْرِفَةٌ كَهُمْ وَذِيْ # وَهِنْدَ وَابْنِي وَالْغُلاَمِ وَالَّذِيْ
"Nakirah adalah Isim yang dapat menerima 'al' serta memberi efek Ma’rifah atau Isim yang menempati tempat isim yang telah disebutkan (yang dapat menerima alif lam ma’rifah)"
"Selainnya (pengertian isim nakirah), dinamakan isim ma’rifah, yakni seperti هُمْ (isim dlamir), ذِي (isim isyarah), هِنْدٌ (isim alam), اِبْنِي (isim yang diidlofatkan), الْغُلاَم (isim yang memakai alif lam ma’rifah) dan الَّذِي (isim maushul)"

1. Isim Nakiroh

Menurut bait tersebut, isim nakiroh terbagi menjadi dua kategori:
  • a. Setiap isim yang bisa dimasuki al (alif-lam) dan alif-lam tersebut mempengaruhi makna isim yang dimasukinya. Seperti kata غُلاَمٌ artinya pembantu lalu dimasuki alif-lam menjadi الْغُلاَمُ artinya berubah menjadi pembantu itu/jenis pembantu. Dalam bahasa Inggris pun ada perbedaan antara book (buku) dan the book (buku itu). Jadi, setiap isim yang bisa dimasuki alif-lam dan alif-lam itu merubah makna isim tersebut, maka telah memenuhi syarat untuk dikatakan isim nakiroh ketika alif-lam tersebut ditiadakan kembali.
Sedangkan jika suatu isim yang bisa dimasuki alif-lam, namun alif-lam tersebut tidak mempengaruhi maknanya, bukan disebut nakiroh. Contohnya: عَبَّاسٌ (nama seseorang), orang Arab biasa menambahkan alif-lam pada kata tersebut menjadi الْعَبَّاس tapi sama sekali alif-lam itu tidak mempengaruhi makna عبَّاسٌ itu. Sebab, tidak ada beda antara عَبَّاسٌAbbas dengan العبَّاس. Tidak lantas dikatakan العبَّاس itu artinya Abbas itu
  • b. Isim yang tidak bisa dimasuki alif-lam, tapi mempunyai makna dengan isim yang bisa dimasuki alif-lam serta memberi pengaruh. 
Contohnya kata: ذُوْ yang memiliki arti sama dengan kata صَاحِبٌ. Kata ذُوْ tidak bisa dimasuki alif-lam, menjadi الذُّوْ, tetapi ia memiliki arti yang sama dengan kata صَاحِبٌ yang mana kata صَاحِبٌ artinya teman/yang memiliki bisa dimasuki alif-lam yang berpengaruh pada maknanya, menjadi الصَّاحِبُ artinya teman itu / yang memiliki (itu)

2. Isim Ma'rifat

Menurut bait tersebut, pengertian isim ma’rifat adalah setiap isim yang tidak termasuk oleh pengertian isim nakiroh. Yakni setiap isim yang bisa dimasuki alif lam, tetapi alif lam itu tidak mempengaruhi makna isim tersebut.
Yang termasuk isim ma’rifat berjumlah 5 macam:
  • a. Isim dlomir (kata ganti)
Kata ganti atau dlomir ini terbagi menjadi tiga macam:
rifat dan Isim Nakiroh Beserta Contohnya Ma'rifat | Nakiroh Beserta Contoh | Nahwu Praktis
- dlomir mutakallim (kata ganti orang pertama; pembicara, baik seorang atau lebih) yaitu: أَنَا dan نَـحْنُ
- dlomir mukhotob (kata ganti orang kedua; yang diajak bicara) yaitu: أَنْتَ، أَنْتُمَا، أَنْتُمْ أَنْتِ، أَنْتُمَا dan أَنْتُنَّ
- dlomir ghoib (kata ganti orang ketiga; yang dibicarakan) yaitu: هُوَ، هُمَا، هُمْ، هِيَ، هُمَ dan هُنَّ
Dari segi perubahan mahal i’robnya pun dlomir terbagi tiga seperti telah dijelaskan pada pembahasan maf’ul bih dan contohnya dalam al-Qur’an
  • b. Isim Alam (Nama)
Nama ini mencakup nama orang, nama hewan dan nama binatang. Semua jenis nama termasuk ma’rifat karena telah menunjukkan pada satuan yang khusus. Seperti Ahmad, Zaed, Amir, Amr, Hindun, Maemunah, Ruqoyah, Jakarta, New York, India dan lain-lain
Demikian pula kata لَاحِقٌ yang biasa digunakan orang Arab untuk seekor kuda. Atau nama binatang yang lainnya sebagaimana kebanyakan orang biasa memberi nama pada binatang peliharaannya, maka itu pun termasuk pada isim ma’rifat. Untuk lebih lengkapnya, bisa kita cari tentang isim alam dalam kitab al-Fiyah.
Isim alam yang telah menjadi tatsniyah atau jama’ harus ditambahkan alif lam jika ingin dikategorikan sebagai isim ma’rifat
  • c. Isim Isyarah (kata tunjuk)
Isim isyarah termasuk isim ma’rifat karena memang isim ini dipakai untuk menunjuk suatu benda atau suatu tempat. Pembagiannya:
- Yang dipergunakan untuk menunjuk benda mudzakkar yang dekat seperti:  ذَا، ذِيْ، ذَانِ، أُولَى / اُولَاءِ
- Yang digunakan untuk menunjuk benda muannatsyang dekat, seperti: ذِهْ، تِي، تَا، تَانِ، أُولَى/اُولَاءِ
Isim Isyarah ini biasa memakai هَا di awalnya. هَا itu dinamai هَاءُ التَّنْبِيْهِ. Contoh: هذَا، هذِهِ، هَاأُلَآءِ
- Yang digunakan untuk menunjuk benda mudzakkar yang jauh, seperti: ذَاكَ، ذَالِكَ، ذَانِكَ، ذَيْنِكَ، أولئِكَ
- Yang digunakan untuk menunjuk benda muannatsyang jauh, seperti:تَاكَ/تِيْكَ/تِلْكَ/تَيْنِكَ/أولئِكَ
Perhatikan pembagian isim isyarah berikut:
Sedangkan isim isyarah yang digunakan untuk menunjuk suatu tempat adalah:
rifat dan Isim Nakiroh Beserta Contohnya Ma'rifat | Nakiroh Beserta Contoh | Nahwu Praktis
Isim Isyarah
- Untuk menunuk tempat yang dekat: هُنَا atau memakai هَا التنبِيْه menjadi ههُنَا
- Untuk menunjukkan tempat yang jauh: هُنَاكَ/ههُنَاكَ/هُنَالِكَ/هَنَّا/هِنَّا dan ثَمَّ
  • d. Isim yang memakai alif lam
Alif lam inilah yang dimaksud dalam pembahasan nakiroh tadi. Yakni, alif lam yang menyebabkan kata nakiroh itu menjadi ma’rifat. Jadi, setiap isim nakiroh yang telah memakai alif lam dan berfungsi merubah maknanya, maka seketika itu pula isim nakiroh itu berubah menjadi isim ma’rifat. Contoh lain:
رَجُلٌ yang artinya laki-laki (a man). Lalu ditambahkan alif lam, menjadi الرَّجُلُ artinya menjadi laki-laki itu (the man). Untuk perbandingan bahasa, boleh ya saya pakai bahasa Inggris?. Tapi kalau salah, jangan sungkan untuk membetulkan
  • e. Isim Maushul (kata sambung)
Pengertian isim maushul adalah:
مَا يَدُلُّ عَلَ مُعَيَّنٍ بِوَاسِطَةِ جُمْلَةٍ تُذْكَرُ بَعْدَهُ
“Isim yang menunjukkan suatu yang sudah tentu dengan cara menggunakan جُمْلَة (kalimat) yang disebutkan sesudahnya.
Contoh: جَاءَ الَّذِيْ ضَرَبَهُ زَيْدٌ
Kata ضَرَبَهُ زَيْدٌ adalah kalimat / jumlah yang menyempurnakan arti isim maushul, jumlah tersebut dinamai dengan shilah maushul
* Shilah maushul harus terdiri dari jumlah, baik jumlah fi’liyah ataupun jumlah ismiyah yang mengandung dlomir (a’id) yang sesuai dengan isim maushul sebelumnya Jika ada shilah maushul yang terbuat dari dhorof atau jarr majrur,  maka a’idnya terdapat pada kata yang dibuang, yaitu; اِسْتَقَرَّ atau kata يَكُوْنُ
Isim maushul pun terbagi menjadi mudzakkar-muannats, mufrod, tatsniyah dan jama.
- Isim maushul untuk mufrod mudzakkar: الَّذِي
- Isim maushul untuk tatsniyah mudzakkar: الَّذَانِ
- Isim maushul untuk jama’ mudzakkar: الَّذِيْنَ / الأُولَى
- Isim maushul untuk mufrod muannats: الَّتِي
- Isim maushul untuk tatsniyah muannats: الَّتَانِ
- Isim maushul untuk jama’ muannats:  الَّاتِي / الَّاتِ dan الَّائِي / الَّآءِ
Selain itu, ada pula isim maushul yang bisa dipakai untuk mudzakkar atau muannats. Yaitu:
- مَنْ (bisa digunakan untuk yang berakal)
- مَا (biasa digunakan untuk yang tidak berakal)
- ال (bisa digunakan untuk yang berakal atau tidak berakal)
- أَيٌّ (sama seperti مَا)
- Bahkan sebagian ulama nahwu ada yang mengatakan bahwa ذُوْ termasuk isim maushul
rifat dan Isim Nakiroh Beserta Contohnya Ma'rifat | Nakiroh Beserta Contoh | Nahwu Praktis
  • f. Isim yang di-idlofat-kan (digabungkan) dengan salah satu kelima isim ma’rifat di atas
Pengertian idlofat:
ضَمُّ اسْمٍ إلَى آخَرَ بِحَيْثُ يَصِيْرَانِ مَعْنَاهُمَا مَعْنًى وَاحِدًا
“Menggabungkan suatu isim pada isim lain sehingga maknanya menjadi satu makna”
Contoh dalam bahasa indonesia: Kata ‘pintu’ dan kata ‘sekolah’. Sebelum disatukan, kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda. Tapi setelah digabungkan, menjadi ‘pintu sekolah’ maka makna kedua kata tersebut telah menjadi satu.
Inilah yang disebut idlofat. Tapi dengan syarat:
1. Kata pertama tidak boleh ber-alif lam dan tak boleh bertanwin. Selanjutnya kata ini disebut mudlof
2. Kata kedua harus selamanya ber-i’rob khofadl. Selanjutnya kata ini disebut: Mudlof ilaih
Contoh:
- di’idlofatkan pada isim dlomir:
قَلَمٌ + هُوَ = قَلَمُــهُ
"Pena-nya"
- diidlofatkan pada isim alam/nama
الْكِتَابُ + زَيْدٌ = كِتَابُ زَيْدٍ
"Buku Zaed"
- diidlofatkan pada isim isyarah:
كِتَابُ هذَا نَافِعٌ
buku ini bermanfaat”
- diidlofatkan pada isim yang beralif lam:
بَابٌ + الْمَدْرَسَةٌ = بَابُ الْمَدْرَسَةِ
Pintu sekolah
- diidlofatkan pada isim maushul:
رَجُلُ الَّذِيْ أَكْرَمْتُهُ أسْتَاذٌ
lelaki yang telah aku mulyakan itu adalah seorang guru”

Adapun secara perubahan i'rob, Sahabat bisa melihatnya dalam mu'rob dan mabni

Selanjutnya, saya sertakan contoh isim ma'rifat dan nakiroh dari al-Qur'an

Untuk membedakan isim ma'rifat dan nakiroh, saya beri warna merah untuk nakiroh, dan biru untuk ma'rifat:
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا () فَـالْمُوْرِيَاتِ قَدْحًا () فَـالْمُغِيْرَاتِ صُبْحًا () فَأَثَرْنَا بِــهِ نَقْعًا () فَوَسَطْنَا بِــهِ جَمْعًا () إنَّ الإنْسَانَ لِـرَبِّهِ لَـكَنُوْدٌْ () وَإنَّــهُ عَلَى ذالِكَ لَـشَهِيْدٌ () وَإنَّــهُ لِـحُبِّ الْخَيْرِ لَـشَدِيْدٌ () أَفَلاَ يَعْلَمُ إذَا بُعْثِرَ مَا فِيْ الْقُبُوْرِ () وَحُصِّلَ مَا فِيْ الصُّدُوْرِ () إنَّ رَبَّهُمْ بِـهِمْ يَوْمَئِذٍ لَـخَبِيْرٌ () {العاديات: 1-11}
وَالْعَصْرِ () إنَّ الإنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ () إلَّا الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوْا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْ بِـالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِـالصَّبْرِ () {العصر: 1-3}
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ () الَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَ هُ () يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ () كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِيْ الْحُطَمَةِ () وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ () نَارُ اللهِ الْمُوْقَدَةُ () الَّتِيْ تَطَّلِعُ عَلَى الأَفْئِدَةِ () إنَّهَا عَلَيْـهِمْ مُؤْصَدَةٌ () فِيْ عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ () { الهمزة: 1-9 }
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِـأَصْحَابِ الْفِيْلِ () أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍ () وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيْلَ () تَرْمِيْـهِمْ بِـحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيْلٍ () فَجَعَلَـهُمْ كَــعَصْفٍ مَأْكُوْلٍ () {الفيل: 1-5}
أَرَأَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِـالدِّيْنِ (1) فَـذَالِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ (2) وَلاَ يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِ (3) فَـوَيْلٌ لِـلْمُصَلِّيْنَ (4) الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَتِهِمْ سَاهُوْنَ (5) الَّذِيْنَ هُمْ يُرَآءُوْنَ (6) وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ (7) {الْماعُون: 1-7}
Masih banyak sebenarnya contoh-contoh untuk isim ma'rifat dan isim nakiroh dalam al-Qur'an. Apabila sahabat berkenan, silakan tentukan jenis isim ma'rifat dan nakirohnya. Agar lebih mantap pemahamannya. Atau boleh juga dengan surat lain yang tidak dicantumkan dalam contoh artikel ini. Itu lebih baik. Agar kita bisa dengan mudah memahami mubtada dan khobar.
Demikianlah pembahasan tentang isim ma’rifat dan nakiroh beserta contohnya. Meskipun sebenarnya, pembahasan tentang ini masih sangatlah panjang dalam kitab al-Fiyah. Namun, sekalipun singkat, semoga menambah wawasan sahabat semua sebagai sarana untuk memahami al-Quran dan hadits, agar setelah kita memahami isi yang terkandung dalam kedua panduan itu, kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. 
Mohon maaf atas segala kesalahan. Jika ada kritikan, silakan tambahkan dalam kolom komentar.
Terima terima kasih

وَالسلام عليك ورحمة الله 

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post