Monday, May 28, 2018

author photo

KAANA & SAUDARANYA

BESERTA CONTOHNYA DALAM AL-QURAN

Assalamu'alaikum wr. wb.
Alhamdulillah. Shalawat-salam bagi Rasulullah
Postingan kali ini barangkali merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:
apa saja kana dan saudaranya (kaana wa akhwatuha) itu?, bagaimana fungsi kana dan saudaranya? dan apa contoh kalimat kaana dan saudaranya dalam al-Qur'an?
Langsung saja kita bahas dari fungsi kana dan saudaranya itu sendiri. Perhatikan gambar berikut:
Postingan kali ini barangkali merupakan jawaban dari pertanyaan Kaana & Saudaranya | Nahwu Praktis
Kana & Saudaranya,- Adalah fi'il yang termasuk awamil nasikhah (faktor yang mempengaruhi i'rob mubtada-khobar). Dalam al-Ajurumiyah / jurumiyah, fungsinya sebagaimana dalam gambar di atas. Yakni merofakan isim (karena menjadi fa'il) dan menashabkan khobar. Isim yang dimaksud adalah yang asalnya mubtada. Setelah dimasuki fi'il itu, maka isim yang tadinya mubtada itu dirofakan oleh fi'il (ketika menjadi mubtada kan tak ada amil secara lafad yang membuatnya rofa'), artinya mubtada itu sekarang berubah kedudukannya menjadi fa'il atau biasa disebut dengan isimnya. Masih ingat kan tentang fa'il?
Lho, kenapa jadi fa'il?
Jelas jadi fa'il, karena setiap fi'il kan mesti ada fa'il. Sedangkan kana dan saudaranya adalah fi'il lazim yang hanya membutuhkan fa'il saja. Beda lagi nanti ketika kita membahas tentang ظَنَّ dan saudaranya.
Sekarang perhatikan cara kana dan saudaranya ber'amal. Umpamanya, semula ada mubtada:
زَيْدٌ نَاصِرٌ
Lalu kita masukkan kana atau saudaranya sebelum kata زَيْدٌ. Perubahannya menjadi:
كَانَ زَيْدٌ نَاصِرًا
Kana ini sebenarnya tidak diartikan ketika kita terjemahkan ke dalam Bahasa indonesia. Jadi, kedua kalimat tadi artinya sama saja; "Zaed adalah yang menolong"
Itu contoh mubtada yang mudzakkar. Contoh mubtada yang muannatsnya:
فَاطِمَةُ حَافِظَةٌ
Lalu kita masukkan كَانَ sebelum kata فَاطِمَةُ. Ingat, fi'il harus menyesuaikan dengan fa'ilnya dalam mudzakkar/muannatsnya. Perubahannya menjadi:
كَانَتْ فَاطِمَةُ حَافِظَةً
"Fatimah adalah seorang penghafal (al-Qur'an)"
Contoh lain mubtada-khobar yang terdiri dari tatsniyah dan jama':
(لَيْسَ) الزَّيْدَانِ قَائِمَانِ = لَيْسَ الزَّيْدَانِ قَائِمَيْنِ
(يُضْحِى) الْفَاطِمَتَانِ صَائِمَتَانِ = تُضْحِي الْفَاطِمَتَانِ صَائِمَتِيْنِ
(لَمْ يَزَلْ) الزَّيْدُوْنَ مُتَعَلِّمُوْنَ = لَمْ يَزَلْ الزَّيْدُوْنَ مُتَعَلِّمِيْنَ
(مَا بَرِحَ) الْفَاطِمَاتُ صَائِمَاتٌ = مَا بَرِحَتْ الْفَاطِمَاتُ صَائِمَاتٍ
Semua contoh tersebut adalah khobar mufrod. Untuk khobar ghoer mufrod, kita akan bahasa setelah mengetahui kana dan saudaranya
Lalu, apa saja kana dan saudaranya itu?
Berikut saya sertakan plus tashrifan istilahinya
- كَانَ يَكُوْنُ كُنْ (فَعَلَ يَفْعُلُ)
Kebanyakan tidak diartikan dalam bahasa Indonesia
- أَصْبَحَ يُصْبِحُ أَصْبِحْ (أَفْعَلَ)
"Berpagi/menjadi"
- أَضْحَى يُضْحِي أَضْحِ (أَفْعَلَ)
"Berada di waktu dluha/menjadi"
أَمْسَى يُمْسِي أَمْسِ (أَفْعَلَ)
"Berada di waktu sore"
- ظَلَّ يَظِلُّ ظِلَّ/ظِلِّ/اِظْلِلْ (فَعِلَ يَفْعِلُ)
"Berada di waktu siang"
- بَاتَ يَبِيْتُ بِتْ (فَعَلَ يَفْعِلُ)
"Bermalam"
- صَارَ يَصِيْرُ صِرْ (فَعَلَ يَفْعِلُ)
"Menjadi"
- لَيْسَ
"Tidak/Bukan"
- زَالَ يَزَالُ زَلْ (فَعِلَ يَفْعَلُ)
- فَتِئَ يَفْتَأُ اِفْتَأْ (فَعِلَ يَفْعَلُ)
- بَرِحَ يَبْرَحُ اِبْرَحْ (فَعِلَ يَفْعَلُ)
- انْفَكَّ يَنْفَكُّ اِنْفَكَّ/اِنْفَكِّ/اِنْفَكِكْ (اِنْفَعَلَ)
- دَامَ يَدُوْمُ دُمْ (فَعَلَ يَفْعُلُ)
a. Fi'il لَيْسَ hanya fi'il madinya saja yang diberlakukan. Tashrifannya tidak digunakan
b. Khusus fi'il زَالَ، فَتِئَ، بَرِحَ، اِنْفَكَّ dan دَامَ, wajib didahului oleh huruf-huruf nafyi (yang berarti 'tidak'). Seperti: لاَ (tidak), مَا (tidak), لَمْ (tidak). Menjadi مَادَامَ/ لاَ يَدُوْمُ / لَمْ يَدُمْ. Semuanya memiliki arti "Senantiasa". Jadi, jika tidak didahului huruf nafyi, kelima fiil itu tidak berfungsi menashabkan khobar
Apakah yang berfungsi hanya fi'il madli, mudlore dan fi'il amar?
Tidak, tapi semua shigat yang ber'amal seperti fi'il itu bisa berfungsi sebagaimana fi'ilnya. Umpamanya mashdar dari كَانَ yaitu كَوْنٌ. Contohnya:
كَوْنُهُ قَدِيْرًا
Kata قَدِيْرًا itu dinashabkan oleh mashdar (كَوْنٌ). Sedangkan isimnya adalah dlomir (هُ) yang diidlofatkan padanya (selain menjadi isimnya, juga menjadi mudlof ilaih). Jadi كَوْن berfungsi menashabkan khobar sebagaimana كَانَ يَكُوْنُ
Sekarang, perhatikan dulu ini:
Postingan kali ini barangkali merupakan jawaban dari pertanyaan Kaana & Saudaranya | Nahwu Praktis
Maksudnya, khobar yang berubah secara lafadz (tampak) sekaligus mahall i'robnya tatkala dimasuki awamil nasikhoh adalah khobar yang mufrod, selain khobar mufrod, tidak berubah sama sekali secara lafadz, tapi hanya berubah mahall i'robnya (kedudukan/tempat i'robnya) 
Sebagai contoh:
زَيْدٌ يَقُوْمُ
زَيْدٌ adalah mubtada, يَقُوْمُ adalah khobar ghoer mufrod yang terdiri dari jumlah fi'liyah karena يَقُوْمُ adalah fi'il berikut fa'ilnya. Maka, tatkala dimasuki كَانَ dan saudaranya, tidak merubah apa-apa:
كَانَ زَيْدٌ يَقُوْمُ
Lafadz يَقُوْمُ tidak berubah menjadi يَقُوْمَ sebab dimasuki كَانَ, akan tetapi يَقُوْمُ menempati posisi i'rob  (mahall) nasab sebagai khobar كَانَ. 
Untuk lebih mengingat, silakan pelajari kembali tentang mubtada-khobar
Demikian pula jika mubtada khobar yang khobarnya jumlah ismiyahdhorof ataupun jarr-majrur. Contoh:
الزَّيْدَانِ أُمُّهُمَا ذَاهِبَةٌ
Kalimat (jumlah) أُمُّهُمَا ذَاهِبَةٌ adalah khobar ghoer mufrod yang terdiri dari jumlah ismiyah, ketika dimasuki يَكُوْنُ dan saudaranya, lafadznya tidak ada yang berubah sama sekali. Menjadi:
يَكُوْنُ الزَّيْدَانِ أُمُّهُمَا ذَاهِبَةٌ
Contoh untuk khobar dari dhorof dan jar-majrur (syibhul jumlah) ketika dimasuki kana dan saudaranya:

(لَيْسَ) فَاطِمَةُ أَمَامَ الصِّنْفِ = لَيْسَتْ فَاطِمَةُ أَمَامَ الصِّنْفِ
(أَمْسَى) الْمُسْلِمَتَانِ فِي الْمَسْجِدِ = أَمْسَتْ الْمُسْلِمَتَانِ فِي الْمَسْجِدِ
Jadi, untuk khobar ghoer mufrod dari jumlah ataupun syibhul jumlah ini sama sekali tidak ada perubahan secara lafadz ketika dimasuki كَانَ dan saudaranya, namun hanya posisinya saja yang nashab sebagaimana fungsi kana dan saudaranya itu sendiri. 

Selanjutnya, contoh-contoh yang telah dibahas tadi kita kembangkan lagi dan perhatikan letak kana dan saudaranya!

- زَيْدٌ (يَكُوْنُ) قَائِمٌ = زَيْدٌ يَكُوْنُ قَائِمًا
Penjelasannya:
Postingan kali ini barangkali merupakan jawaban dari pertanyaan Kaana & Saudaranya | Nahwu Praktis

- خَالِدٌ ((بَاتَ) أُمُّهُ قَارِئَةٌ) = خَالِدٌ بَاتَتْ أُمُّهُ قَارِئَةً
Penjelasannya:
Postingan kali ini barangkali merupakan jawaban dari pertanyaan Kaana & Saudaranya | Nahwu Praktis

- (لَمْ يَدُمْ) أَنْتُمْ تَسْتَغْفِرُوْنَ = لَمْ تَدُوْمُوْا تَسْتَغْفِرُوْنَ
Penjelasannya:
Postingan kali ini barangkali merupakan jawaban dari pertanyaan Kaana & Saudaranya | Nahwu Praktis
- هُنَّ ((لَيْسَ) أَبُوْهَا يَنَامُ) = هُنَّ لَيْسَ أَبُوْهَا يَنَامُ
Penjelasannya:
Postingan kali ini barangkali merupakan jawaban dari pertanyaan Kaana & Saudaranya | Nahwu Praktis
- (أَضْحَى) الْمُجْتَهِدَاتُ فِيْ الْمَدْرَسَةِ = أَضْحَتْ الْمُجْتَهِدَاتُ فِيْ الْمَدْرَسَةِ
Saya tekankan kembali; Khobar jumlah/syibhul jumlah secara lafadz tidak berubah ketika dimasuki awamil nasikhoh, baik كَانَ dan saudaranya, إنَّ dan saudaranya ataupun ظَنَّ dan saudaranya. Semuanya hanya berubah secara mahall i'robnya saja. 

Terakhir, sesuai dengan judul, berikut contoh kana dan saudaranya dalam al-Qur'an:

Warna biru asalnya mubtada, warna merah adalah khobarnya
a. Khobar mufrod:
- وَكَانَ ذَالِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرًا (النساء: 30)
Asalnya: ذَالِكَ عَلَى اللهِ يَسِيْرٌ
- وَكَانَ أَمْرُ اللهِ مَفْعُوْلًا (النساء: 47)
Asalnya: أَمْرُ اللهِ مَفْعُوْلٌ
- وَكَانُـوْا عَنْهَا غَافِلِيْنَ (الأعراف: 136)
Asalnya: هُمْ عَنْهَا غَافِلُوْنَ
- أَمْ كُنْـتُمْ شُهَدَاءَ... (البقرة: 133)
Asalnya: أَنْتُمْ شُهَدَاءُ
- كُلُّ ذَالِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوْهًا (الإسْرَاء: 38)
Asalnya: سَيِّئُهُ مَكْرُوْهٌ

b. Khobar ghoer mufrod dari jumlah:
- مَا كَانُــوْا يَعْرِشُوْنَ (الأعراف: 137)
Asalnya: هُمْ يَعْرِشُوْنَ
- وَكَانُــوْا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُوْنَ (فصّلت: 15)
Asalanya: هُمْ يَجْحَدُوْنَ بِآيَاتِنَا
- وَنَجَّيْنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَكَانُــوْا يَتَّقُوْنَ (فصّلت: 19)
Asalnya: هُمْ يَتَّقُوْنَ
- وَقَالُوْا لَوْ كُــنَّا نَسْمَعُ... (الملك: 10)
Asalnya: نَحْنُ نَسْمَعُ
- وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُــوْا بِهِ يَسْتَهْزِئُوْنَ (الأححقاف: 26) 
Asalnya: هُمْ يَسْتَهْزِئُوْنَ بِهِ

c. Khobar ghoer mufrod dari jar-majrur:
- وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ (الأعراف: 144) 
Asalnya: أَنْتَ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ
- ... وَلَسْــتُمْ بِآخِذِيْــهِ... (البقرة: 267)
Asalnya: أَنْتُمْ بِآخِذِيْهِ
- إلاَّ تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِيْ الأَرْضِ... (الأنفال: 73)
Asalnya: فِتْنَةٌ فِيْ الأَرْضِ
- مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ أَنْ يَعْمُرُوْا مَسَاجِدَ اللهِ... (التوبة: 17)
Asalnya: لِلْمُشْرِكِيْنَ أنْ يَعْمُرُوْا مَسَاجِدَ اللهِ (khobar muqoddam-mubtada muakkhor) dan mubtadanya dari mashdar muawwal
- لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هذِهِ لَـنَكُوْنَنَّ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ (يونس: 22)
Asalnya: نَحْنُ مِنَ الشَّاكِرِيْنَ

Barangkali itu saja contohnya dari al-Qur'an. Semoga meskipun tidak semua, ini bisa mewakili dan menjadi acuan untuk memahami mubtada-khobar yang dimasuki oleh kana dan saudaranya. Selebihnya silakan dikembangkan sendiri oleh masing-masing.

Demikianlah pembahasan tentang kana dan saudaranya ini. Semoga bermanfaat.
Mohon maaf atas segala kekurangannya
Terima kasih
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post