Wednesday, May 23, 2018

author photo

MENGENAI ISIM & FI'IL MU'TAL

Assalamu’alaikum wr. wb.
Pujian hanya untuk Allah. Shalawat-salam semoga terlimpah-curah kepada Muhammad Rosulullah
 Yang merupakan isim yang biasa disebut isim mu Isim Mu'tal & Fi'il Mu'tal | Nahwu Praktis
Secara mudah, kata yang disebut mu’tal dalam ilmu nahwu ada dua macam:
1. Yang merupakan isim yang biasa disebut isim mu’tal
2. Yang merupakan fi’il terutama fi’il mudore yang biasa disebut dengan fi’il mu’tal
Untuk fi’il mu’tal, selain dibahas pada artikel ini, telah saya bahas pula dalam 7 macam fi’il mu’tal. Hanya saja pada artikel tersebut tidak dijelaskan beserta i’robnya. Adapun pada artikel ini, akan dijelaskan beserta i’robnya secara langsung berdasarkan kitab Ibnu Malik yaitu al-Fiyah.
Kita mulai dari urutan yang pertama:

1. Isim Mu’tal

Ibnu malik merangkumnya dalam 3 bait al-Fiyah berikut:
وَسَمِّ مُعْتَلًا مِنَ الأَسْمَاءِ مَا # كَالْـمُصْطَفَى وَالْمُرْتَقِي مَكَارِمَا
فَالْأَوَّلُ الإِعْرَابُ فِيْهِ قُدِّرَا # جَمِيْعُهُ وَهُوَ الَّذِيْ قَدْ قُصِرَا
وَالثَّانِي مَنْقُوْصٌ وَنَصْبُهُ ظَهَر # وَرَفْعُهُ يُنْوَى كَذَا أَيْضًا يُـجَرّْ
“Sebutlah ‘mu’tal’ dari isim yang seperti الْمُصْطَفَى dan الْمُرْتَقِي. Yang pertama semua i’robnya diperkirakan (مُقَدَّرَة), itulah yang disebut isim maqshur. Yang kedua adalah manqush dan tanda i’rob nashabnya tampak. Sedangkan rofa’ dan jarnya diperkirakan (مُقَدَّرَة)”

Isim mu’tal menurut ahli nahwu adalah setiap isim yang huruf akhirnya alif setelah harkat fathah atau ya setelah harkat kasrah. Seperti: مُصْطَفَى / الْمُصْطَفَى، مُرْتَقٍ / الْمُرْتَقِي.
Isim mu’tal yang akhirnya alif setelah fathah disebut dengan isim maqshur seperti: الْمُصْطَفَى. Sedangkan isim mu’tal yang akhirnya huruf ya setelah harkat fathah disebut isim manqush, seperti: الْمُرْتَقِي

Tanda I’rob Isim Maqshur dan Isim Manqush

a. Isim Maqshur
Tanda i’rob isim maqshur semuanya merupakan tanda i’rob asli. Tetapi, semua tanda i’rob asli tersebut adalah muqoddaroh (diperkirakan). Jadi, tanda i’rob isim maqshur yang munshorif ketika rofa’ dengan dlommah muqoddaroh, ketika nashab dengan fathah muqoddaroh dan ketika khofad dengan kasroh muqoddaroh. Sedangkan yang termasuk kategori isim ghoer munshorif, ketika khofadnya dengan fathah muqoddaroh. Contoh yang munshorif:
Ketika beri’rob rofa’ karena menjadi subjek (fa’il):
حَضَرَ الْمُصْطَفَى فِي الْمَجْلِسِ
Ketika nashab karena menjadi objek (maf’ul bih):
عَظَّمَ الْمُسْلِمُوْنَ الْمُصْطَفَى
Ketika beri’rob khofad karena menjadi majrur:
يَا رَبِّ بِـــالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا

Contoh isim maqshur yang juga termasuk kategori isim ghoer munshorif:
Ketika rofa’:
تَبَسَّمَتْ حُبْلَى
Ketika nashab:
رَحِمَ الزَّوْجُ حُبْلَى
Ketika khofad/jar:
رَغِبْتُ مِنْ حُبْلَى
Penjelasan ini yang dimaksud dengan bait:
فَالْأَوَّلُ الإِعْرَابُ فِيْهِ قُدِّرَا # جَمِيْعُهُ وَهُوَ الَّذِيْ قَدْ قُصِرَا 

b. Isim Manqush 
Hampir sama dengan isim maqshur, tanda i’rob isim manqush pun dengan muqoddaroh kecuali ketika beri’rob nashab. Karena ketika nashab, isim manqush ini tanda i’robnya dengan fathah dhohiroh (fathah yang tampak). Contoh:
Ketika beri’rob rofa’:
قَضَى الْقَاضِي بَيْنَ الْمُتَشَاجِرَيْنِ
Ketika beri’rob nashab:
وَلَّى الْحَاكِمُ الْقَاضِيَ فِيْ بَلَدِهِ
Ketika beri’rob khofad/jarr:
رَفَعْتُ الْقَضِيَةَ إلَى الْقَاضِي
Inilah yang dimaksud dengan bait ketiga:
وَالثَّانِي مَنْقُوْصٌ وَنَصْبُهُ ظَهَرَ # وَرَفْعُهُ يُنْوَى كَذَا أَيْضًا يُـجَرُّ

2. Fi’il Mu’tal

Fi’il mu’tal menurut ahli nahwu adalah fi’il yang huruf akhirnya alif, wawu atau ya. Seperti: يَرْضَى، يَدْعُو dan يَرْمِي. Hal ini ditegaskan dalam bait:
وَأَيُّ فِعْلٍ آخِرٌ مِنهُ أَلِفْ # أَوْ وَاوٌ أَوْ يَاءٌ فَمُعْتَلًّا عُرِفْ
“Setiap fi’il yang berakhiran alif, wawu atau ya, maka dikenal dengan sebutan mu’tal”

Tanda I’rob Fi’il Mu’tal

Tanda i’rob fi’il mu’tal ada yang termasuk tanda i’rob asli dan ada pula yang berupa pengganti (النِّيَابَةُ). Tanda i’rob asli adalah tanda bagi i’rob rofa dan nashab, sedangkan tanda i’rob pengganti adalah tanda bagi i’rob jazm. Tanda i’rob asli pun ada yang diperkirakan (muqoddaroh) dan ada yang jelas/tampak (dhohiroh). Rinciannya dalam bait:
فَالأَلِفَ انْوِ فِيْهِ غَيْرَ الْــجَزْمِ # وَأَبْدِ نَصْبَ مَا كَيَدْعُو يَرْمِي
وَالرَّفْعَ فِيْهِمَا انْوِ وَاحْذِفْ جَازِمًا # ثَلَاثَهُنَّ تَقْضِ حُكْمًا لاَزِمًا
“Perkirakanlah fi’il yang berakhiran alif pada selain jazm. Tampakkanlah (tanda i’rob) nashab pada fi’il seperti يَدْعُو dan يَرْمِي. Perkirakanlah (مُقَدَّرَة) i’rob rofa dari keduanya. Buanglah (huruf terakhir) dari ketiga fi’il tersebut ketika jazm maka kamu telah memenuhi hukum yang berlaku”
a. Fi’il mu’tal yang huruf akhirnya alif (setelah fathah), tanda i’rob rofa’ dan nashabnya adalah dengan dlommah dan fathah muqoddaroh. Seperti: يَرْضَى
Ketika rofa’:
يَرْضَى اللهُ عَنِ الْمُتَّقِيْنَ
Ketika nashab:
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ

b. Sedangkan fi’il mu’tal yang huruf akhirnya wawu (setelah dlommah) dan ya (setelah kasrah) maka tanda i’rob rofanya dengan dlommah muqoddaroh dan nashabnya dengan fathah dhohiroh. Seperti: يَرْجُو dan يَبْغِي.
Ketika rofa’:
أَنَا أَرْجُو وَأَنْتَ تَبْغِي
Ketika nashab:
لَنْ أَرْجُوَ أَنْ تَبْغِيَ
Adapun tanda i’rob jazm, ketiga jenis fi’il mu’tal (baik akhirnya alif, wawu atau ya) dengan cara membuang huruf akhir (yakni huruf ilatnya), atau disebut حَذْفُ الآخِرِ (sebagaimana dalam pengertian dan pembagian i'rob). Contoh:
أَنْتَ لَـمْ تَرْضَ وَلَــمْ تَدْعُ وَ لَــمْ تَرْمِ
Ketika rofanya: تَرْضَى، تَدْعُو dan تَرْمِي
Oke sobat, saya kira mudah sekali untuk memahami isim dan fi’il mu’tal ini. Semoga artikel ini bermanfaat. Mohon maaf atas kekurangannya
Terima kasih telah meluangkan waktu berkunjung ke blog ini
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post