Adad-Ma'dud - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Wednesday, May 30, 2018

Adad-Ma'dud

Macam-macam Bilangan (Adad-Ma'dud) Dalam Bahasa Arab

Assalamu'alaikum wr. wb.
Nahwu-shorof praktis,- Kali ini akan membahas tentang macam-macam bilangan dalam Bahasa Arab. Bilangan/hitungan atau 'adad dalam bahasa Arab, berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Karena 'adad (bilangan) dalam bahasa Arab sangat memperhatikan ma'dud (yang dihitungnya) dan i'robnya. 
Saya merujuk pada kitab jaami'ud duruus al-'arobiyyah dan alfiyyah ibni malik. Jadi, pembaca bisa melihatnya langsung pada kitab tersebut. Berikut yang saya fahami dari kitab karya Imam Musthafa al-Ghulaayainiy dan Ibnu Malik tersebut
Baiklah, mari kita bahas macam-macam 'adad beserta ma'dudnya!
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud

Macam-macam 'Adad

Secara umum, 'adad terbagi menjadi dua bagian:
I. Adad ashliy. Ialah bilangan yang menunjukkan banyaknya satuan (Cardinal Number)
II. Adad tartibiy. Ialah bilangan yang menunjukkan urutan dalam bahasa inggris disebut juga Ordninal Number
Dalam Bahasa inggris, saya kira lebih mudah untuk membentuk cardinal dan ordinal number; one (1) - ten (10), dan seterusnya, itu disebut cardinal number, sedangkan untuk ordinal numbernya, 1 menjadi first (kesatu/pertama), 2 menjadi second (kedua), 3 menjadi third (ketiga). Sedangkan dari 4 dan seterusnya, tinggal menambahkan th setelah cardinal numbernya, contoh: fourth (4th), fifth (5th), dan seterusnya. 
Dalam bahasa Arab, pembahasan tentang cardinal number (bilangan asli) harus memperhatikan beberapa hal penting baik tentang 'adadnya itu sendiri ataupun ma'dudnya. Namun, dalam artikel ini saya mencoba menjelaskan cara termudahnya (semoga benar-benar mudah difahami). Sebagai berikut:

I. 'ADAD ASHLIY

Adad ashliy ini dibagi menjadi 4 bagian:
1. 'Adad mufrod
2. 'Adad murokkab
3. 'Adad ma'qud
4. 'Adad ma'thuf
Sebelum menyusun 'adad-ma'dud ini, ada 2 rumus yang sangat penting yang harus diperhatikan:
a. 'adad sama dengan ma'dudnya
Yakni jika ma'dudnya mudzakkar, maka 'adad pun mudzakkar. Demikian juga, jika ma'dud muannats, maka 'adad pun muannats. Rumus ini berlaku untuk bilangan 1, 2 dan 10
b. 'adad merupakan lawan dari ma'dudnya
Yakni jika ma'dudnya mudzakkar, maka 'adad diperlakukan sebaliknya, yakni dijadikan seperti muannats (memakai ta marbuthoh). Sedangkan jika ma'dudnya muannats, maka ma'dudnya diperlakukan seperti mudzakkar (tanpa memakai ta marbuthah). Rumus ini berlaku untuk bilangan selain 1 dan 2

Bilangan 1 dan 2

Pada bilangan ini rumus yang digunakan adalah rumus nomor 1 tadi. Bilangan 1 dan 2 ini bisa kita temukan di beberapa 'adad berikut ini:

1. Pada 'Adad Mufrod

Bilangan 1 dan 2 pada 'adad mufrod ini dijadikan sebagai na'at dan ma'dud sebagai man'utnya. Jadi, 'adad selalu mengikuti i'rob man'utnya. Perhatikan gambar berikut:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud

2. Pada 'Adad Murokkab

Pada 'adad ini, 1 dan 2 menjadi 11 dan 12. Aturan adadnya:
- Pada bilangan 11, kata yang pertama menggunakan lafadz أَحَد jika ma’dudnya mudzakar dan menggunakan lafadz إحْدَى jika ma’dudnya muannats. Hukum 'adad ini adalah mabni
Pada bilangan 12 disamakan dengan isim tasniyah dan hukum 'adad ini mu'rob dengan i'rob isim tatsniyah. 
Gunakanlah kata عَشَرَ (dengan syin fathah) untuk ma'dud mudzakkar, dan kata عَشْرَة (dengan syin sukun) untuk ma'dud muannats serta tetapkanlah dalam keadaan fathah (mabniy fathah
Adapun aturan ma'dudnya: Dimufrodkan, dinashabkan karena menjadi tamyiz
Perhatikan gambar berikut:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud

3. Pada 'Adad Ma'thuf

Ialah bilangan dari 21, 22, 31, 32, 41, 42 sampai 91, 92. Aturan untuk 'adadnya: bilangan 1 dan 2 menjadi ma'thuf 'alaih dan ma'thufnya adalah kata عِشْرُوْنَ dengan menggunakan huruf athaf wawu. Kata عِشْرُوْنَ itu sendiri mu'rob dengan i'rob jama' mudzakkar salim. Adapun aturan ma'dudnya, sama dengan 1 dan 2 pada 'adad murokkab. Perhatikan contoh berikut:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud


Bilangan 3 sampai 9

Aturan 'adad yang berlaku adalah rumus nomor 2; 'adad adalah kebalikan dari ma'dudnya. Sebagaimana bilangan 1 dan 2, bilangan 3 sampai 9 pun menempati beberapa 'adad berikut:

1. Pada 'Adad Mufrod

Dalam 'adad ini, bilangan sepuluh (10) juga termasuk di dalamnya. 'Adad ini memiliki aturan:
- Mu'rob sesuai kedudukannya dalam kalimat, jika sebagai fa'il maka rofa, jika menjadi maf'ul bih maka nashab dan jika sebagai majrur maka khofadl. 
- I'robnya sama seperti i'rob isim mufrod.
Ma'dudnya, memiliki aturan:
- Harus berupa jama'
- Beri'rob khofadl karena menjadi mudlof ilaih
Perhatikan contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud

2. Pada 'Adad Murokkab

Ialah pada bilangan 13-19. Aturan 'adadnya adalah rumus nomor 2 dan hukum i'rob 'adad adalah mabni fathah. Sedangkan aturan kata عَشْرَةَ atau عَشَرَ dan ma'dudnya sama seperti adad murokkab untuk bilangan 1 dan 2 (ma'dud dimufrodkan, dinashobkan sebagai tamyiz). Perhatikan contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud

3. Pada 'Adad Ma'qud

Ialah pada bilangan 30, 40 sampai 90 (termasuk bilangan 20). Aturannya adalah hukum 'adad ini adalah mu'rob dengan i'rob jama' mudzakkar salim (Mulhaq jama' mudzakkar salim). Ma'dudnya dimufrodkan dan dinashobkan sebagai tamyiz. Contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud

4. Pada 'Adad Ma'thuf

Ialah bilangan 23-29 sampai 93-99. Aturannya:
- Bagian pertama (ma'thuf 'alaih) adalah rumus nomor 2 dan beri'rob sesuai dengan kedudukannya dalam kalimat (tarkib) serta beri'rob seperti isim mufrod
- Bagian kedua (ma'thuf) beri'rob seperti i'rob jama' mudzakkar salim
Sedangkan ma'dudnya sama seperti pada 'adad murokkab atau 'adad ma'qud; sebagai tamyiz. Perhatikan contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud


Bilangan Ratusan

Bilangan 100 atau bahasa Arabnya مِائَةٌ adalah termasuk 'Adad mufrod. Kata مِائَةٌ ini berlaku untuk mudzakkar dan muannats. Aturannya sama saja seperti yang telah dibahas sebelumnya. Demikian pula ma'dudnya harus dimufrodkan dan dikhofadlkan karena menjadi mudlof ilaih.
Menurut ulama basroh, 'adad ratusan harus dimufrodkan. Sedangkan menurut ulama kuffah, ma'dudnya boleh mufrod boleh juga jama'
Perhatikan contoh: 
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud


Bilangan 200

Yaitu مِائَتَانِ. Merupakan isim tatsniyah dari kata مِائَةٌ. Maka, berlakulah i'rob isim tatsniyah pada bilangan ini. Karena 'adad ini termasuk 'adad mufrod, maka ma'dudnya pun demikian adanya seperti yang sudah dijelaskan pada 'adad mufrod. Contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud


Bilangan 300-900

Bahasa Arabnya: ثَلَاثُمِائَةٍ، أَرْبَعُمِائَةٍ، خَمْسُمِائَةٍ، سِتُّمِائَةٍ، سَبْعُمِائَةٍ، ثَمَانُمِائَةٍ، تِسْعُمِائَةٍ.
Kalau kita perhatikan, bilangan tersebut adalah gabungan dari bilangan 3 dan 100. Namun, dalam kasus ini, bilangan 100 justru menjadi ma'dudnya. Maka, aturannya kembali lagi pada rumus nomor 2, yaitu 'adad adalah kebalikan dari ma'dudnya. Karena ma'dudnya adalah kata مِائَة yang mana lafadz tersebut dianggap muannats, maka 'adadnya diperlakukan seperti mudzakkar (tidak memakai ta marbuthah) dan 'adad beri'rob sesuai kedudukannya juga beri'rob dengan i'rob isim mufrod.
Sedangkan ma'dudnya sama seperti ma'dud pada 'adad mufrod. Yakni dimufrodkan dan dikadikan mudlof ilaih. Contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud
Untuk bilangan diatas ratusan, perhatikan perinciannya:
a. 101-110
Untuk bilangan ini, berarti bilangan 100 disandingkan dengan 'adad mufrod.
b. 111-119
Untuk bilangan dengan rentang ini, berarti bilangan 100 tambah dengan 'adad murokkab
c. 120-190
Berarti bilangan seratus ditambah dengan 'adad ma'qud
d. 121-129 s.d. 191-199
Ini berarti bilangan 100 ditambah dengan 'adad ma'thuf
Jika kondisinya seperti ini, maka boleh menggunakan 2 cara:
* Bilangan besar lebih dahulu, disebut الرُّتْبَةُ الْكُبْرَى. Contoh:
فِي الْفَصْلِ تِسْعُمِائَةٍ وَأَرْبَعَةُ رَجُلٍ
"Ada 904 laki-laki di kelas"
* Bilangan kecil terlebih dahulu, disebut الرُّتْبَةُ الصُّغْرَى. Contoh:
فِي السُّوْقِ أَرْبَعَةٌ وَتِسْعُمِائَةِ رَجُلٍ
"Ada 904 laki-laki di kelas"


Bilangan 1000

Yaitu dengan menggunakan kata أَلْفٌ (baik ma'dudnya mudzakkar maupun muannats). Aturannya: beri'rob dengan i'rob isim mufrod dan menyesuaikan dengan kedudukannya dalam kalimat. Ini termasuk 'adad mufrod, maka ma'dudnya pun sama seperti yang dijelaskan sebelumnya. Contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud


Bilangan 2000

Ialah dengan merubah kata أَلْفٌ menjadi isim tatsniyah, yaitu: أَلْفَانِ/أَلْفَيْنِ. Masih termasuk juga 'adad mufrod. Contoh:


Bilangan 3000-9000

Ialah merupakan gabungan dari bilangan 3-9 dengan 1000. Hanya saja kata أَلْفٌ dirubah menjadi jama': آلَافٌ. Dalam keadaan ini, kata ribuan menjadi ma'dudnya, dan jenis 'adadnya adalah 'adad mufrod. Maka kata آلاَفٌ selamanya menjadi mudlof ilah. Perhatikan Contoh berikut:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud
Selebihnya dari ribuan, maka perlakukanlah sebagaimana yang dibahas dalam ratusan. Yakni gabungkan dengan 4 kondisi:
a. 1001-1010
Untuk bilangan ini, berarti bilangan 1000 disandingkan dengan 'adad mufrod.
b. 1011-1019
Untuk bilangan dengan rentang ini, berarti bilangan 1000 tambah dengan 'adad murokkab
c. 1020-1090
Berarti bilangan seribu ditambah dengan 'adad ma'qud
d. 1021-1029 s.d. 1091-1099
Ini berarti bilangan 1000 ditambah dengan 'adad ma'thuf
e. 1100-1199 s/d 1900-1999 
Berarti bilangan 1000 ditambah dengan ‘adad ratusan, atau ditambah ‘adad ratusan yang juga telah ditambah dengan ‘adad lain.
Demikian juga caranya, sama persis seperti yang telah dibahas pada ratusan:
* Mendahulukan bilangan yang lebih besar (الرُّتْبَةُ الْكُبْرَى). Contoh:
فِي الْجَامِعَةِ تِسْعَةُ آلَافٍ وَ ثَلَاثَةُ رَجُلٍ
"Ada 9003 laki-laki di kampus"
فِي السُّوْقِ ثَمَانِيَةُ آلَافٍ وَسَبْعُمِائَةٍ وَخَمْسَةٌ وَسِتُّنوْنَ رَجُلًا
"Ada 8765 manusia di pasar"
* Mendahulukan bilangan yang lebih kecil (الرُّتْبَةُ الصُّغْرَى). Contoh:
فِي الْجَامِعَةِ ثَلَاثَىةٌ وَ تِسْعَةُ آلَافِ رَجُلٍ
"Ada 9003 laki-laki di kampus"
فِي السُّوْقِ خَمْسَةُ وَسَبْعُوْنَ وَسَبْعُمِائَةٍ وَثَمَانِيَةُ آلَافِ رَجُلٍ
"Ada 8765 manusia di pasar"


II. 'ADAD TARTIBIY

'Adad tartibiy atau ordinal number, adalah dengan cara memasukkan bilangan ke wazan فَاعِلٌ (kecuali untuk bilangan satu). Contoh:
 berbeda dengan bilangan dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris Adad-Ma'dud
Semua 'Adad jenis ini berkedudukan sebagai na'at dan ma'dudnya sebagai man'ut dan semuanya mu'rob. Contoh penerapannya dalam kalimat:
الدَّرْسُ الأَوَّلُ
"Pelajaran kesatu/pertama"
الْمَدْرَسَةُ الثَّالِثَةُ
"Sekolah ketiga"
بَابٌ أَوَّلٌ
"Bab pertama"
مَرْحَلَةٌ ثَامِنَةٌ
"Marhalah kedelapan"
Jika ingin menunjukkan ke-belasan, maka tambahkan kata عَشَرَ/عَشْرَةَ setelahnya. Sebagaimana dalam 'adad murokkab, hukum adad tartibiy belasan ini pun hukumnya mabniy fathah (kecuali yang berakhiran ya, maka mabniy sukun). Contoh:
الدَّّّّرْسُ الْحَادِي عَشَرَ
"Pelajaran kesebelas"
الْبَابُ الثَّانِي عَشَرَ
"Sekolah kedua belas"
الكِتَابُ الثَّالِثَ عَشَرَ
"Buku ketiga belas"
الدِّرَاسَةُ الرَّابِعَةَ عَشْرَةَ
"Pelajaran keempat belas"
Jika menunjukkan ke-puluhan bahkan sampai ribuan, maka tambahkan saja kata 20, 30, 90, 100, 1000. Contoh:
الدَّرْسُ الثَّانِي وَالْعِشْرُوْنَ
"Pelajaran kedua puluh dua"
الْمَدْرَسَةُ الثَّالِثَةُ وَالْمِائَةُ
"Sekolah ke-103"
الكِتَابُ الرَّابِعُ وَالْعِشْرُوْنَ وَالأَلْفُ
"Kitab ke-1024" 
Begitulah seterusnya. 
Alhamdu lillaah, akhirnya selesai juga pembahasan mengenai 'adad beserta ma'dudnya. Semoga menambah wawasan kita semua untuk memahami bahasa Arab, terlebih memahami al-Qur'an dan Hadits. 
Terima kasih dan mohon maaf
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Share with your friends

Give us your opinion

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done