Sunan Abu Dawud. - TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Sunday, January 31, 2016

Sunan Abu Dawud.




SUNAN ABU DAWUD

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Berkata asy-syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullahu :

4_ سُنَنُ أَبِيْ دَاوُدَ:

Sunan Abu Dawud.

هُوَ كِتَابٌ يَبْلُغُ 4800 أُرْبَعَةَ آلَافِ وَثَمَانَمِائَةِ حَدِيْثٍ، انْتَخَبَهُ مُؤَلِّفُهُ مِنْ خَمْسِمِائَةِ أَلْفِ حَدِيْثٍ، وَاقْتَصَرَ فِيْهِ عَلَى أَحَادِيْثِ الْأَحْكَامِ.

Ia adalah sebuah kitab yang mencapai 4.800 hadits. Yang diseleksi oleh penyusunnya dari lima ratus ribu hadits. Dan beliau mencukupkan didalamnya terhadap hadits-hadits seputar ahkam. 

وَقَالَ: ذَكَرْتُ فِيْهِ الصَّحِيْحَ، وَمَا يُشْبِهُهُ وَمَا يُقَارِبُهُ. وَمَا كَانَ فِيْ كِتَابِيْ هَذَا فِيْهِ وَهْنٌ شَدِيْدٌ بَيَّنْتُهُ، وَلَيْسَ فِيْهِ عَنْ رَجُلٍ مَتْرُوْكِ الْحَدِيْثِ شَيْءٌ، وَمَا لَمْ أَذْكُرْ فِيْهِ شَيْئاً فَهُوَ صَالِحٌ، وَبَعْضُهَا أَصَحُّ مِنْ بَعْضٍ، وَالْأَحَادِيْثُ الَّتِي وَضَعْتُهَا فِيْ كِتَابِ "السُّنَنِ" أَكْثَرُهَا مَشَاهِيْرُ. اهـ.

Dan berkata Imam Abu Dawud rahimahullah: aku menyebutkan didalamnya hadits yang shahih, dan hadits yang menyerupai hadits shahih, dan hadits yang mendekati hadits shahih. Dan apa-apa yang ada dalam kitabku ini berupa kelemahan yang Syadid (sangat), maka aku jelaskan hal tersebut. Dan tidak ada didalamnya seorangpun perawi yang 'Matruk Al-Hadits'. Dan yang sama sekali tidak aku sebutkan (hukumnya) didalamnya, maka ia adalah hadits yang Shalih. Dan sebagiannya lebih shahih dari sebagian yang lain. Dan hadits-hadits yang aku letakkan pada kitab "As-Sunan" tersebut mayoritasnya adalah hadits-hadits yang masyhur. (Selesai)

قَالَ السُّيُوْطِيُّ: يُحْتَمَلُ أَنْ يُرِيْدُ بِصَالِحٍ: الصَّالِحُ لِلْاعْتِبَارِ دُوْنَ الاحْتِجَاجِ فَيَشْمَلُ الضَّعِيْفَ.

Berkata Imam As-Suyuthi rahimahullahu: memungkinkan bahwa yang diinginkan dengan kata 'Shalih' (dari ucapan Imam Abu Dawud rahimahullah di atas _pent) adalah: 'Shalih Lil I'tibar' (bisa untuk pertimbangan/penguat), akan tetapi tidak untuk argument, maka hal tersebut mencakup hadits yang lemah.

لكِنْ ذَكَرَ ابْنُ كَثِيْرٍ أَنَّهُ يُرْوَى عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فَهُوَ حَسَنٌ، فَإِنْ صَحَّ هَذَا فَلَا إِشْكَالَ. اهـ. أي: فَلَا إِشْكَالَ فِيْ أَنَّ الْمُرَادَ بِصَالِحٍ: صَالِحٌ لِلْاحْتِجَاجِ.

Akan tetapi Imam Ibnu Katsir rahimahullahu menyebutkan, bahwa telah diriwayatkan dari beliau, beliau berkata: hadits yang didiamkan oleh Imam Abu Dawud rahimahullah, maka hadits tersebut adalah hasan. Apabila riwayat ini adalah shahih, maka tidak ada lagi kejanggalan. (Selesai). Yakni: tidak ada kejanggalan bahwa yang diinginkan dari kata 'Shalih' adalah 'Shalih Lil Ihtijaj' (bisa untuk berargumen).

وَقَالَ ابْنُ الصَّلَاحِ: فَعَلَى هَذَا مَا وَجَدْنَاهُ فِيْ كِتَابِهِ مَذْكُوْراً مُطْلَقاً وَلَيْسَ فِيْ أَحَدِ "الصَّحِيْحَيْنِ"، وَلَا نَصَّ عَلَى صِحَّتِهِ أَحَدٌ؛ عَرَفْنَا أَنَّهُ مِنَ الْحَسَنِ عِنْدَ أَبِيْ دَاوُدَ. اهـ.

Berkata Al-Hafizh Ibnu Shalah rahimahullah: maka berdasarkan hal ini, hadits yang kita dapatkan dalam kitab "Sunan Abu Dawud" yang disebutkan secara lepas dan tidak terdapat dalam salah satu Shahihain, tidak pula terdapat seorangpun yang menyatakan keshahihannya; maka kita akan mengetahui bahwa hadits tersebut adalah hasan menurut Imam Abu Dawud rahimahullah. (Selesai)

وَقَالَ ابْنُ مَنْدَهٍ: وَكَانَ أَبُوْ دَاوُدَ يُخْرِجُ الإِسْنَادَ الضَّعِيْفَ إِذَا لَمْ يَجِدْ فِيْ الْبَابِ غَيْرَهُ؛ لِأَنَّهُ أَقْوَى عِنْدَهُ مِنْ رَأْيِ الرِّجَالِ. اهـ.

Berkata Al-Hafizh Ibnu Mandah rahimahullah: Imam Abu Dawud rahimahullah terkadang mengeluarkan hadits yang lemah apabila beliau tidak mendapatkan selain hadits tersebut pada babnya. Karena menurut beliau hadits yang lemah lebih kuat ketimbang pendapat seseorang. (Selesai)   

وَقَدِ اشْتَهَرَ "سُنَنُ أَبِيْ دَاوُدَ" بَيْنَ الفُقَهَاءِ لِأَنَّهُ كَانَ جَامِعاً لِأَحَادِيْثِ الْأَحْكَامِ، وَذَكَرَ مُؤَلِّفُهُ أَنَّهُ عَرَضَهُ عَلَى الْإِمَامِ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ فَاسْتَجَادَهُ وَاسْتَحْسَنَهُ، وَأَثْنَى عَلَيْهِ ابْنُ الْقَيِّمِ ثَنَاءً بَالِغاً فِيْ مُقَدِّمَةِ "تَهْذِيْبِهِ".

Dan sungguh 'Sunan Abu Dawud' telah masyhur di kalangan para fuqaha, karena ia mencakup terhadap hadits-hadits ahkam. Dan penulisnya menyebutkan, bahwa beliau memperlihatkan karyanya tersebut terhadap Imam Ahmad Ibnu Hambal, dan beliau memandang Jayyid dan Hasan karya tersebut. Dan Ibnul Qayyim juga memuji kitab tersebut dengan pujian yang dalam, pada muqaddimah 'Tahdzib'-nya. Rahimahumullahu. 

* أَبُوْ دَاوُدَ:

Imam Abu Dawud rahimahullahu.

هُوَ سُلَيْمَانُ بْنُ الْأَشْعَثِ بْنِ إِسْحَاقَ الَأَزْدِي السِّجِسْتَانِي، وُلِدَ فِيْ سِجِسْتَانَ سَنَةَ 202هـ.

Beliau adalah: Sulaiman Ibnu Al-Asy'ats Ibnu Ishaq Al-Azdi As-Sijistani. Lahir di Sijistan pada tahun 202 hijrah nabawiyah.

وَرَحَلَ فِيْ طَلَبِ الْحَدِيْثِ وَكَتَبَ عَنْ أَهْلِ الْعِرَاقِ وَالشَّامِ وَمِصْرَ وَخُرَاسَانَ، وَأَخَذَ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ حَنْبَلٍ، وَغَيْرِهِ مِنْ شُيُوْخِ الْبُخَارِي وَمُسْلِمٍ.

Beliau melakukan rihlah (perjalanan) untuk mencari hadits dan mencatat dari penduduk 'Iraq, Syam, Mesir, dan Khurasan. Beliau juga mengambil dari Imam Ahmad Ibnu Hambal dan selain beliau dari kalangan para masyaikh Al-Bukhari dan Muslim. Rahimahumullahu.

أَثْنَى عَلَيْهِ الْعُلَمَاءُ وَوَصَفُوْهُ بِالْحِفْظِ التَّامِ وَالْفَهْمِ الثَّاقِبِ وَالْوَرَعِ.

Para ulama memuji beliau dan mensifati beliau dengan hafalan yang sempurna dan pemahaman yang tajam dan menjauhkan diri dari dosa.

تُوُفِّيَ فِيْ الْبَصْرَةِ سَنَةَ 275هـ عَنْ ثَلَاثِ وَسَبْعِيْنَ سَنَةً.

Beliau wafat di Bashrah pada tahun 275 hijrah nabawiyah, pada usia beliau yang ke 73 tahun.

وَقَدْ خَلَّفَ عِلْماً كَثِيْراً فِيْ مُؤَلَّفَاتِهِ، رَحِمَهُ اللهُ، وَجَزَاهُ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْراً.

Dan sungguh beliau telah mewariskan ilmu yang banyak melalui karya-karya beliau… فَرَحِمَهُ اللهُ، وَجَزَاهُ عَنِ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرا

Wallahu a'lam bish-shawab. Wa baarakallahu fikum.


Akhukum fillah :
Ahad, 22  - Rabi'uts Tsani - 1437 H / 31 - 02 - 2016 M


                                                                                

Baca Juga :
--------------------------

Share with your friends

Give us your opinion

Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done