Thursday, December 24, 2015

author photo

(Bagian Kedua)

PERTEMUAN : KE-LIMA BELAS
BUKU : MUSTHALAH AL-HADITS
KARYA : IBNU ‘UTSAIMIN RAHIMAHULLAH
____________


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


"PENULISAN HADITS"

Berkata Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah

كِتَابَةُ الْحَدِيْثِ:
أ_ تَعْرِيْفُهَا، ب_ حُكْمُهَا، ج_ صِفَتُهَا.

Penulisan Hadits:
A).Definsi Penulisan Hadits. B). Hukum Penulisan Hadits. C). Sifat Penulisan Hadits.

Insya Allah yang akan kita uraikan bersama pada liqa kita kali ini hanya 2 (dua) poin tersebut di atas. Yakni: masail seputar definisi dan hukum penulisan hadits.

Adapun masail seputar sifat penulisan hadits, insya Allah untuk liqa ke - enam belas dan liqa ke - tujuh belas pada pertemuan selanjutnya. Bi idznillah.

*****

أ – تَعْرِيْفُهَا.

A). Definisi Penulisan Hadits.

كِتَابَةُ الْحَدِيْثِ: نَقْلُهُ عَنْ طَرِيْقِ الْكِتَابَةِ.

Penulisan Hadits yaitu: menukil hadits dengan cara menulisnya.

ب_ حُكْمُ كِتَابَةِ الْحَدِيْثِ.

B). Hukum Penulisan Hadits.

وَالْأَصْلُ فِيْهَا الْحِلُّ، لِأَنَّهَا وَسِيْلَةٌ.

(Pertama _pent).
Asal hukum penulisan hadits adalah boleh. Karena penulisan hadits merupakan wasilah (perantara).

وَقَدْ أَذِنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو أَنْ يَكْتُبَ مَا سَمِعَهُ مِنْهُ، رَوَاهُ أَحْمَدُ بِإِسْنَادٍ حَسَنٍ.

"Dan nabi shallallahu 'alihi wasallam memberikan izin kepada 'Abdullah Ibnu 'Amr radhiallahu 'anhuma untuk menulis apa yang ia dengar dari nabi shallahu 'alaihi wasallam". Hadits ini diriwayatkan oleh imam Ahmad rahimahullah dengan sanad yang hasan.

فَإِنْ خِيْفَ مِنْهَا مَحْذُوْرٌ شَرْعِيٌّ مُنِعَتْ.

(Kedua _pent).
Apabila pada penulisan hadits terdapat sesuatu yang dikhawatirkan secara syar'i, maka penulisan tersebut tidak diperbolehkan.

وَعَلَى هَذَا يُحْمَلُ النَّهْيُ فِيْ قَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَا تَكْتُبُوْا عَنِّيْ شَيْئاً غَيْرَ الْقُرْآنِ، فَمَنْ كَتَبَ عَنِّيْ شَيْئاً غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ"، رَوَاهُ مُسْلِمٌ وَأَحْمَدُ وَاللَّفْظُ لَهُ.

Dan terhadap hal inilah diarahkan tentang larangan nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Janganlah kalian menulis sesuatu dari saya selain Al-Qur'an. Maka barang siapa menulis sesuatu dari saya selain Al-Qur'an, hendaknya ia menghapusnya." Hadits ini diriwayatkan oleh imam Muslim dan imam Ahmad dengan lafazh beliau.   

وَإِذَا تَوَقَّفَ عَلَيْهَا حِفْظُ السُّنَّةِ وَإِبْلَاغُ الشَّرِيْعَةِ كَانَتْ وَاجِبَةً.

(Ketiga _pent)
Apabila penjagaan sunnah dan penyampaian syariat islam terhenti (baca: mengharuskan) pada penulisan hadits, maka penulisan hadits adalah wajib.

وَعَلَيْهِ تُحْمَلُ كِتَابَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِيْثِهِ إِلَى النَّاسِ يَدْعُوْهُمْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَيُبَلِّغُهُمْ شَرِيْعَتَهُ.

Dan terhadap hal inilah diarahkan penulisan nabi shallallahu 'alaihi wasallam akan hadits beliau kepada manusia, menyeru mereka kepada agama Allah 'Azza wa Jalla, dan menyampaikan syari'at Allah kepada mereka.

وَفِيْ "الصَّحِيْحَيْنِ" عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ عَامَ الْفَتْحِ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْيَمَنِ يُقَالُ لَهُ: أَبُوْ شَاهٍ فَقَالَ: اُكْتُبُوْا لِيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، فَقَالَ: "اُكْتُبُوْا لِأَبِيْ شَاهٍ"، يَعْنِيْ الْخُطْبَة الَّتِيْ سَمِعَهَا مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Dan dalam "shahihain" dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkhuthbah pada tahun Al-Fath.

Maka berdirilah seorang yang berasal dari Yaman, beliau bernama Abu Syah, beliau berkata: "tuliskanlah untuk aku ya Rasul Allah!"

Maka nabi shallallahu 'alaihi wasallambersabda: "tulislah untuk Abu Syah!" Yakni khuthbah yang ia dengar dari Rasul Allah shallallahu 'alaihi wasallam.  

Wallahu a'lam bish-shawab. Wa baarakallahu fikum.

Kamis, 12  - Rabi'ul Awal - 1437 H / 24 - 12 - 2015 M

                                                                                

Baca Juga :
--------------------------

Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post