Wednesday, September 16, 2015

author photo



PERTEMUAN : KE-DUA PULUH EMPAT
BUKU : MUSTHALAH AL-HADITS
PENGARANG : IBNU 'UTSAIMIN RAHIMAHULLAH
__________

بِسْمِ اللهِ الرَّحمَنِ الرَّحِيْمِ


"HADITS MAUDHU'"


Ikhwah fillah…

Hadits Maudhu' atau Hadits Palsu adalah hadits yang sering kali tersebar dan beredar di tengah kaum muslimin. Dan yang lebih menyedihkan lagi, tak jarang bilamana kaum muslimin mendengar menghafal serta menyebarkan hadits-hadits maudhu' tersebut dalam keadaan mereka tidak mengetahuinya. Yang lebih menyayat lagi, tak kurang dari ustadz-ustadz dan kiyai-kiyai kondang-pun menjadi orang yang paling berperan dalam menyampaikan dan menyebarkan hadits-hadits tersebut. Semoga Allah memperbaiki keadaan islam dan kaum muslimin.

Maka disinilah letak pentingnya kita untuk mempelajari dan mengenal kaidah-kaidah dalam ilmu hadits, yang dengannya kita akan mendapatkan tambahan wawasan dan pengetahuan serta pengenalan yang lebih, terhadap berbagai hadits. Yang paling tidak, akan sedikit membedakan kita dibanding mereka-mereka yang enggan mempelajarinya.  

Terlebih di era yang penuh dengan kemudahan ini, yang semua telah dimudahkan. Sebagai contoh, penulis yang jauh di negeri orang, namun tetap bisa bertatap muka dengan para pembaca setiap saat yang diinginkan. Maka menjadi suatu keniscayaan, seorang mukmin hendaknya benar-benar mensyukuri nikmat yang agung dan besar ini.

Di antara bentuk mensyukuri nikmat tersebut adalah dengan bersungguh-sungguh memanfaatkannya kepada apa-apa yang Allah ridha dan Allah cinta. Diantaranya dengan memanfaatkan fasilitas ini untuk menuntut ilmu dan bersilaturrahmi serta merekatkan ukhuwah dan persaudaraan sesama muslim. Untuk saling tanashuh dan saling meningkatkan kebaikan dan saling melengkapi kekurangan antara satu dan yang lainnya. Bukan untuk saling mencacati dan bukan pula untuk saling mencari kekurangan masing-masing. Tetapi gunakanlah nikmat Allah yang besar ini kepada apa-apa yang mengundang cinta dan ridha-Nya.   

Saudara fillah…

Pada pertemuan kita yang ke-24 (dua puluh empat) ini, insya Allah yang akan kita uraikan bersama adalah masail seputar Al-Haditsul Maudhu' atau Hadits Palsu.

Berkata asy-syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah :

المَوْضُوْعُ
أ_ تَعْرِيْفُهُ، ب_ حُكْمُهُ، ج_ مَا يُعْرَفُ بِهِ الوَضْعُ، د_ طَائِفَةٌ مِنَ الأَحَادِيْثِ الْمَوْضُوْعَةِ وَبَعْضُ الكُتُبِ المُؤَلَّفَةِ فِيْهَا، هـ_ طَائِفَةٌ مِنَ الوَضَّاعِيْنَ

HADITS MAUDHU'.

A). Definisi Hadits Maudhu'.
B). Hukum Hadits Maudhu'.
C). Beberapa Perkara Yang Dengannya, Hadits Maudhu' Bisa Terdeteksi.
D). Sejumlah Hadits Maudhu' Dan Sebagian Kitab Yang Disusun Berkaitan Dengan Hal Tersebut.
E). Sejumlah Para Pembuat Hadits Maudhu'.

Dari 5 (lima) point di atas, nampaknya cukup panjang apabila kita selesaikan dalam satu liqa (pertemuan). Oleh karenanya, kemungkinan pada liqa (pertemuan) kita kali ini, yang akan kita uraikan hanya sampai pada point (D). Adapun selebihnya, akan kita uraikan pada pertemuan selanjutnya insya Allah. (Pent)

*****

A). Definisi Hadits Maudhu'.

أ_ المَوْضُوْعُ
الحَدِيْثُ الْمَكْذُوْبُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Hadits Maudhu' yaitu :
Hadits yang dinisbahkan kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara dusta.

*****

B). Hukum Hadits Maudhu'.

ب_ حُكْمُهُ
وَهُوَ الْمَرْدُوْدُ، وَلَا يَجُوْزُ ذِكْرُهُ إِلَّا مَقْرُوْناً بِبَيَانِ وَضْعِهِ؛ لِلتَّحْذِيْرِ مِنْهُ؛ لِقَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَى أَنَّهُ كَذَبَ فَهُوَ أَحَدُ الكَاذِبِيْنَ". رواه مسلم

Hukum Hadits Maudhu' adalah :
Hadits yang TERTOLAK, dan tidak boleh menyebutkan hadits maudhu' terkecuali beriringan dengan menjelaskan kepalsuannya; untuk memperingati darinya; karena sabda nabi shallallahu 'alaihi wasallam :

 "مَنْ حَدَّثَ عَنِّيْ بِحَدِيْثٍ يَرَى أَنَّهُ كَذَبَ فَهُوَ أَحَدُ الكَاذِبِيْنَ"

"Barang siapa yang menyampaikan suatu hadits dariku dalam keadaan ia mengetahui bahwa hal tersebut adalah dusta, maka sang penyampai termasuk dalam golongan para pendusta." (HR Muslim)

*****

C). Beberapa Perkara Yang Dengannya, Hadits Maudhu' Bisa Terdeteksi.

ج_ وَيُعْرَفُ الوَضْعُ بِأُمُوْرٍ مِنْهَا

Hadits Maudhu' dapat dideteksi dengan beberapa perkara; diantaranya :

1_ إِقْرَارُ الوَاضِعِ بِهِ

1). Sang pembuat hadits palsu tersebut mengakui perbuatannya.

2_ مُخَالَفَةُ الحَدِيْثِ لِلْعَقْلِ، مِثْلُ: أَنْ يَتَضَمَّنَ جَمْعاً بَيْنَ النَّقِيْضَيْنِ، أَوْ إِثْبَاتَ وُجُوْدِ مُسْتَحِيْلٍ، أَوْ نَفْيَ وُجُوْدِ وَاجِبٍ وَنَحْوَهُ

2). Hadits Maudhu' tersebut menyelisihi akal. Seperti: mengandung penggabungan dua sesuatu yang saling bertentangan; atau terkandung penetapan adanya sesuatu yang mustahil; atau terkandung penafian terhadap adanya sesuatu yang wajib; dan yang semisalnya.

3_ مُخَالَفَتُهُ لِلْمَعْلُوْمِ بِالضَّرُوْرَةِ مِنَ الدِّيْنِ، مِثْلُ: أَنْ يَتَضَمَّنَ إِسْقَاطَ رُكْنٍ مِنْ أَرْكَانِ الْإِسْلَامِ، أَوْ تَحْلِيْلَ الرِّبَا وَنَحْوِهِ، أَوْ تَحْدِيْدَ وَقْتِ قِيَامِ السَّاعَةِ، أَوْ جَوَازَ إِرْسَالِ نَبِيٍّ بَعْدَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَنَحْوَ ذَلِكَ

3). Hadits Maudhu' tersebut menyelishi sesuatu yang diketahui dalam agama secara dharurat. Seperti: terkandung padanya penghapusan terhadap rukun dari rukun-rukun islam; atau menghalalkan riba dan yang semisalnya; atau penentuan waktu jatuhnya hari kiamat; atau terkandung pembolehan adanya pengutusan nabi setelah nabi shallallahu 'alaihi wasallam; dan yang semisal hal tersebut.

*****

D). Sejumlah Hadits Maudhu' Dan Sebagian Kitab Yang Disusun Berkaitan Dengan Hal Tersebut.

د_ وَالأَحَادِيْثُ الْمَوْضُوْعَةُ كَثِيْرَةٌ مِنْهَا

Dan hadits-hadits palsu sangat banyak jumlahnya; diantaranya :

1_ أَحَادِيْثُ فِيْ زِيَارَةِ قَبْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

1). Hadits-hadits berkaitan tentang ziarah kubur nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

2_ أَحَادِيْثُ فِيْ فَضَائِلِ شَهْرِ رَجَبَ وَمَزِيَّةِ الصَّلَاةِ فِيْهِ

2). Hadits-hadits berkaitan tentang keutamaan-keutamaan bulan Rajab dan keistimewaan shalat didalamnya.

3_ أَحَادِيْثُ فِيْ حَيَاةِ الخَضِرِ - صَاحِبِ مُوْسَى عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ - وَأَنَّهُ جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَحَضَرَ دَفْنَهُ

3). Hadits-hadits berkaitan tentang hidupnya Khidir -shahabat nabi Musa 'alaihish shalatu was salam- dan bahwasannya ia datang kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan menghadiri hari pemakaman nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

4_ أَحَادِيْثُ فِيْ أَبْوَابٍ مُخْتَلِفَةٍ نَذْكُرُ مِنْهَا مَا يَلِيْ

4). Hadits-hadits berkaitan tentang bab-bab yang beraneka ragam; kita sebutkan diantaranya sebagaimana berikut :

"أَحِبُّوْا الْعَرَبَ لِثَلَاثٍ: لِأَنِّيْ عَرَبِيٌّ، وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ، وَلِسَانُ أَهْلِ الجَنَّةِ عَرَبِيُّ"

"Cintailah arab karena 3 (tiga) hal: karena sesungguhnya aku adalah arab; dan Al-Qur'an adalah arab; dan lisan penduduk syurga adalah arab."

"اخْتِلاَفُ أُمَّتِيْ رَحْمَةٌ"

"Perselisihan umatku adalah rahmah."

"اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ كَأَنَّكَ تَعِيْشُ أَبَداً، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَأَنَّكَ تَمُوْتُ غَداً"

"Bekerjalah untuk duniamu; laksana engkau akan hidup untuk selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu; laksana engkau akan wafat esok pagi."

"حُبُّ الدُّنْيَا رَأْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ"

"Cinta dunia adalah puncak segala kesalahan."

"حُبُّ الوَطَنِ مِنَ الْإِيْمَانِ"

"Cinta tanah air adalah sebagian dari iman."

"خَيْرُ الْأَسْمَاءِ مَا حُمِدَ وَعُبِدَ"

"Sebaik-baik nama adalah yang dipuji dan disembah (yakni nama Allah)."

"نَهَى عَنْ بَيْعٍ وَشَرْطٍ"

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang dari jual beli dan syarat."

"يَوْمُ صَوْمِكُمْ يَوْمُ نَحْرِكُمْ"

"Hari puasa kalian adalah hari sembelihan kalian."

*****

Kitab- kitab Yang Disusun Berkaitan Dengan Hadits-Hadits Maudhu'.

وَقَدْ أَلَّفَ كَثِيْرٌ مِنْ أَهْلِ الْحَدِيْثِ فِيْ بَيَانِ الْأَحَادِيْثِ الْمَوْضُوْعَةِ؛ دِفَاعاً عَنِ السُّنَّةِ، وَتَحْذِيْراً لِلْأُمَّةِ مِثْلُ

Banyak dari kalangan pakar hadits yang telah menyusun kitab guna menerangkan hadits-hadits maudhu'; sebagai bentuk pembelaan terhadap sunnah, dan peringatan terhadap umat; seperti :

1_ "المَوْضُوْعَاتُ الكُبْرَى" لِلْإِمَامِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْجَوْزِيِّ المُتَوَفَّى سَنَةَ 597هـ، لَكِنَّهُ لَمْ يَسْتَوْعِبْهَا وَأَدْخَلَ فِيْهَا مَا لَيْسَ مِنْهَا

1). "Al-Maudhu'at Al-Kubra". Karya imam 'Abdur Rahman Ibnu Jauzi rahimahullah, wafat pada tahun 597 hijriyah. Akan tetapi beliau tidak menyempurnakan kitab tersebut, dan memasukkan padanya yang bukan dalam kategori hadits-hadits maudhu'.

2_ "الفَوَائِدُ المَجْمُوْعَةُ فِيْ الْأَحَادِيْثِ الْمَوْضُوْعَةِ" لِلْإِمَامِ الشَّوْكَانِيِّ المُتَوَفىَّ سَنَةَ 1250هـ، وَفِيْهَا تَسَاهُلٌ بِإِدْخَالِ مَا لَيْسَ بِمَوْضُوْعٍ

2). "Al-Fawaid Al-Majmu'ah Fil Ahaditsil Maudhu'ah". Karya imam Asy-Syaukani rahimahullah, wafat pada tahun 1250 hijriyah. Dan beliau bermudah-mudah didalamnya, dengan memasukkan yang bukan terkategorikan sebagai hadits maudhu'.

3_ "تَنْزِيْهُ الشَّرِيْعَةِ المَرْفُوْعَةِ عَنِ الْأَحَادِيْثِ الشَّنِيْعَةِ المَوْضُوْعَةِ" لِابْنِ عِرَاقٍ المُتَوَفَّى سَنَةَ 963هـ وَهُوَ مِنْ أَجْمَعِ مَا كُتِبَ فِيْهَا

3). "Tanzih Asy-Syari'ah Al-Marfu'ah 'Anil Ahadits Asy-Syani'ah Al-Maudhu'ah". Karya Ibnu 'Iraq rahimahullah, wafat pada tahun 963 hijriyah. Dan kitab ini adalah termasuk kitab yang paling mencakup pada kitab-kitab yang tersusun berkaitan dengan ahadits maudhu'ah.

Wallahu a'lam bish-shawab.


Ditulis oleh :
Rabu, 16 - September - 2015 M


Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post