Sunday, June 28, 2015

author photo


PERTEMUAN : KE - TUJUH
BUKU : MUSTHALAH AL-HADITS
PENGARANG : IBNU ‘UTSAIMIN RAHIMAHULLAH



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


"ASH-SHAHIH LI GHAIRIH"


Berkata asy-syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah :

2_ وَالصَّحِيحُ لِغَيرِهِ : الحَسَنُ لِذَاتِهِ إِذَا تَعَدَّدَت طُرُقُهُ

Dan Shahih Li Ghairih yaitu :
Hasan Li Dzatih apabila berbilang jalan - jalannya (yakni jalan - jalan periwayatannya _pent).

Kesimpulan secara rumus matematika :
Hasan Li Dzatih + Hasan Li Dzatih = Shahih Li Ghairih.

*****

Contoh hadits Hasan Li Dzatih.

Berkata asy-syaikh rahimahullah :

مِثَالُهُ : حَدِيْثُ عَبدِ اللهِ بنِ عَمرو بنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنهُمَا أَنَّ النَّبِيَ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَن يُجَهِّزَ جَيشاً فَنَفَدَتِ الإِبِلُ، فَقَالَ النَّبِيُ صَلَّى اللهَ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : "ابتَع عَلَينَا إِبِلاً بِقَلاَئِصَ مِن قَلاَئِصِ الصَّدَقَةِ إِلَى مَحَلِّهَا"؛ فَكَانَ يَأخُذُ البَعِيرَ بِالبَعِيرَينِ وَالثَّلاَثَةِ

Contohnya adalah :
Hadits ‘Abdillah Ibni ‘Amr Ibnil ‘Ash radhiallahu ’anhuma, bahwasannya nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkannya untuk mempersiapkan pasukan, maka habislah unta. Kemudian bersabdalah nabi shallalhu ‘alaihi wasallam :

ابتَع عَلَينَا إِبِلاً بِقَلاَئِصَ مِن قَلاَئِصِ الصَّدَقَةِ إِلَى مَحَلِّهَا

“Belilah unta untuk kami dengan unta - unta dari unta - unta sadaqah yang menuju kandangnya.”

Kemudian nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil satu ekor unta dengan dua dan tiga ekor unta.

Berkata asy-syaikh rahimahullah :

فَقَد رَوَاهُ أَحمَدُ مِن طَرِيقِ مُحَمَّدٍ بنِ إِسحَاقَ، وَرَوَاهُ البَيهَقِي مِن طَرِيقِ عَمرو بنِ شُعَيبٍ، وَكَلُّ وَاحِدٍ مِنَ الطَّرِيقَينِ بِانفِرَادِهِ حَسَنٌ، فَبِمَجمُوعِهِمَا يَصِيرُ الحَدِيثُ صَحِيحاً لَغَيرِهِ

Hadits tersebut telah diriwayatkan oleh al-imam Ahmad rahimahullah melalui jalan Muhammad Ibnu Ishaq. Dan juga telah diriwayatkan oleh al-imam Baihaqi rahimahullah melalui jalan ‘Amr Ibnu Syu’aib. Dan masing - masing dari dua jalan tersebut, apabila bersendirian adalah hasan (yakni hasan li dzatih _pent). Maka, apabila keduanya digabungkan, jadilah hadits tersebut hadits shahih li ghairih.

Kesimpulan secara rumus matematika :

Hadits di atas datang dari dua jalan.

1). Riwayat Ahmad melalui jalan Muhammad Ibnu Ishaq. Dan syeikh Ibnu ‘Utsaimin berpendapat bahwa hadits tersebut melalui jalan ini adalah Hasan Li Dzatih.

2). Riwayat Baihaqi melalui jalan ‘Amr Ibnu Syu’aib. Dan syeikh Ibnu ‘Utsaimin berpendapat bahwa hadits tersebut melalui jalan ini adalah Hasan Li Dzatih.

Jika digabungkan :
1). Hasan Li Dzatih + (ditambah) 2). Hasan Li Dzatih = (sama dengan) Shahih Li Ghairih.

[[ Sekedar mengingatkan, di sana juga terdapat ulama yang berpendapat bahwa hadits di atas adalah hadits Dha’if. Wallahu a’lam _pent ]]

Mengapa ia dinamakan Shahih Li Ghairih, tidak dinamakan Shahih Li Dzatih ???

وَإِنَّمَا سُمِّيَ صَحِيحاً لِغَيرِهِ، لأِنَّهُ لَو نُظِرَ إِلَى كُلِّ طَرِيقٍ بِانفِرَادٍلمَ يَبلُغ رُتبَةَ الصِّحَّةِ، فَلَمَّا نُظِرَ إِلَى مَجمُوعِهِمَا قَوِيَ حَتىَّ بَلَغَهَا

Ia dinamakan “Shahih Li Ghairih” (yakni tidak dinamakan Shahih Li Dzatih _pent), karena apabila dilihat pada masing - masing jalannya secara bersendirian, ia tidak mencapai level Shahih. Dan tatkala dilihat dengan cara digabungan keduanya, jadilah ia kuat dan mencapai level shahih. (Maka dikatakanlah “Shahih Li Ghairih _pent).

Walahu A’lam Bish Shawab.

*****

LATIHAN

1). Shahih Li Ghairih yaitu : …
2). Kesimpulan secara rumus matematika : …
3). Contohnya adalah : …
4). Kesimpulan secara rumus matematika :
Hadits di atas datang dari dua jalan. Sebutkan !!!
5). Ia dinamakan “Shahih Li Ghairih” (yakni tidak dinamakan Shahih Li Dzatih_pent), karena …

JAWABAN

1). Shahih Li Ghairih yaitu : …

الحَسَنُ لِذَاتِهِ إِذَا تَعَدَّدَت طُرُقُهُ

Hasan Li Dzatih apabila berbilang jalan - jalannya (yakni jalan - jalan periwayatannya _pent).

2). Hasan Li Dzatih + Hasan Li Dzatih = Shahih Li Ghairih.

3). Di antara contohnya adalah : . . .

مِثَالُهُ : حَدِيثُ عَبدِ اللهِ بنِ عَمرو بنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنهُمَا أَنَّ النَّبِيَ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَن يُجَهِّزَ جَيشاً فَنَفَدَتِ الإِبِلُ، فَقَالَ النَّبِيُ صَلَّى اللهَ عَلَيهِ وَسَلَّمَ : "ابتَع عَلَينَا إِبِلاً بِقَلاَئِصَ مِن قَلاَئِصِ الصَّدَقَةِ إِلَى مَحَلِّهَا"؛ فَكَانَ يَأخُذُ البَعِيرَ بِالبَعِيرَينِ وَالثَّلاَثَةِ

Contohnya adalah :
Hadits ‘Abdillah Ibni ‘Amr Ibnil ‘Ash radhiallahu ’anhuma, bahwasannya nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkannya untuk mempersiapkan pasukan, maka habislah unta. Kemudian bersabdalah nabi shallalhu ‘alaihi wasallam :

ابتَع عَلَينَا إِبِلاً بِقَلاَئِصَ مِن قَلاَئِصِ الصَّدَقَةِ إِلَى مَحَلِّهَا

“Belilah unta untuk kami dengan unta - unta dari unta - unta sadaqah yang menuju kandangnya.”

Kemudian nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil satu ekor unta dengan dua dan tiga ekor unta.

4). Kesimpulan secara rumus matematika : . . .

1). Riwayat Ahmad melalui jalan Muhammad Ibnu Ishaq. Dan syeikh Ibnu ‘Utsaimin berpendapat bahwa hadits tersebut melalui jalan ini adalah Hasan Li Dzatih.

2). Riwayat Baihaqi melalui jalan ‘Amr Ibnu Syu’aib. Dan syeikh Ibnu ‘Utsaimin berpendapat bahwa hadits tersebut melalui jalan ini adalah Hasan Li Dzatih.

Jika digabungkan :
1). Hasan Li Dzatih + (ditambah) 2). Hasan Li Dzatih = (sama dengan) Shahih Li Ghairih.

5). Ia dinamakan “Shahih Li Ghairih” (yakni tidak dinamakan Shahih Li Dzatih_pent), karena . . .

لأَِنَّهُ لَو نُظِرَ إِلَى كُلِّ طَرِيقٍ بِانفِرَادٍلمَ يَبلُغ رُتبَةَ الصِّحَّةِ، فَلَمَّا نُظِرَ إِلَى مَجمُوعِهِمَا قَوِيَ حَتىَّ بَلَغَهَا

apabila dilihat pada masing - masing jalannya secara bersendirian, ia tidak mencapai level Shahih. Dan tatkala dilihat dengan cara digabungan keduanya, jadilah ia kuat dan mencapai level shahih. (Maka dikatakanlah “Shahih Li Ghairih_pent).

Wallahu a'lam bish-shawab.



Ditulis oleh :
Ahad - 28 - Juni - 2015 M.


Terdapat 0 comments


Silahkan Berkomentar Dengan Baik Dan Sopan EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post