TSABITMEDIA.COM
News Update
Loading...

Kisah

[Kisah Muslim][recentbylabel]

Featured

[Featured][Bahasa Arab]

Friday, February 21, 2020

MUHARRAM DALAM KACAMATA ISLAM




Sungguh, pada pertukaran malam dan siang, pergantian bulan serta perputaran tahun terdapat hikmah dan pelajaran yang agung bagi setiap orang yang mau berfikir dan mau mengambil pelajaran.

Pada dasarnya hari dan bulan memiliki kedudukan yang sama di sisi Allah ta’ala, kecuali yang diistimewakan dari hari dan bulan tertentu berdasarkan dalil-dalil yang sah, baik dari al-Qur`an ataupun as-Sunnah. 

Dan termasuk bulan yang mulia nan penuh berkah di antara bulan-bulan yang ada adalah bulan Muharram. Hal ini berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta'ala yang artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu, dan perangilah musyrikin semuanya seperti halnya mereka memerangimu semua; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (QS. at-Taubah: 36)
Di dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Di dalam satu tahun ada dua belas bulan dan di antaranya terdapat empat bulan yang mulia, tiga di antaranya berturut-turut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab yang berada di antara bulan Jumada dan Sya’ban.” (HR. al-Bukhari no. 2958 dari Abu Bakrah)


KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM
Bulan Muharram memiliki kedudukan dan keutamaan tersendiri dalam Islam. Ada hal yang istimewa di bulan ini: diantaranya adalah bahwa dosa dari kesalahan yang dilakukan pada bulan-bulan haram ini lebih dahsyat dari bulan-bulan selainnya! Dan begitu juga sebaliknya, bahwa pahala amal shalih lebih besar dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian di dalamnya (bulan-bulan tersebut)." (QS. at-Taubah: 36)
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Di bulan-bulan yang Allah tetapkan di dalam setahun, kemudian Allah khususkan dari bulan-bulan tersebut ada empat bulan yang Allah menjadikan sebagai bulan-bulan yang mulia dan mengagungkan kemuliaannya, dan menetapkan perbuatan dosa di dalamnya sangat besar, begitu pula dengan amal shalih pahalanya begitu besar.” (Tafsir Ibnu Katsir pada tafsir surat at-Taubah: 36)
Pada bulan Muharram ini terdapat sebuah hari, yang pada hari itu terjadi peristiwa yang amat besar dan pertolongan yang nyata, menangnya kebenaran mengalahkan kebathilan, di saat Allah telah menyelamatkan Musa ‘alaihis salam dan kaumnya dan menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, seperti yang dijelaskan orang Yahudi kepada Nabi dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim no. 2714.
Pada bulan ini diharamkan peperangan seperti juga diharamkan pada tiga bulan haram (suci) yang lain kecuali apabila perang tersebut dimulai oleh pihak musuh/kuffar. Allah berfirman yang artinya:  "Dan perangilah musyrikin semuanya seperti halnya mereka memerangimu semua, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (QS. at-Taubah: 36) (Tafsir Ibnu Katsir)

AMALAN-AMALAN DALAM BULAN MUHARRAM
Penyambutan dan pengagungan bulan Muharram yang seharusnya kita lakukan karena bersumber dari kemurnian dua wahyu (baca al-Quran dan as-Sunnah) adalah memperbanyak amal-amal shalih secara umum seperti shalat, dzikir, doa, istighfar, shadaqah, silaturahim dan lain-lain serta berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi segala kemaksiatan dan dosa tanpa terkecuali. Hal tersebut ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya yang artinya: “Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian di dalamnya (bulan-bulan tersebut)." (QS. at-Taubah: 36) berikut tafsir Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma tentang ayat ini yang sudah disebutkan di atas.
Pada bulan ini kita dianjurkan juga untuk memperbanyak puasa sunnah secara mutlak, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah al-Muharram.” (HR. Muslim)
Dan yang paling ditekankan adalah puasa 'Assyura (tanggal 10 Muharram). Terkait dengan puasa Assyura' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Puasa ‘Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata, Aku tidak mengetahui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa  mengharapkan keutamaannya dari hari yang lain kecuali hari ini, yaitu ‘Asyura.” (Shahih at-Targhib wa at-Tarhib 1019)
Ada tiga cara pelaksanakan puasa 'Asyura menurut Ibnu Hajar rahimahullah (Fathul Bari 6/280) dan Ibnul Qoyyim rahimahullah (Zaadul Ma'ad 2/61), yaitu:
1. Berpuasa tiga hari; tanggal  9, 10 dan 11 Muharram.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma: "Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan sehari setelahnya. (al-Jami' as-Shaghir 7947, Ahmad 2418)
Namun sebagian ulama mendha’ifkan hadits di atas. (Dha’iful Jami’ no. 3506)
2. Berpuasa dua hari pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari tersebut diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nashrani. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila datang tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari ke sembilan.” Ibnu Abbas berkata: “Tidaklah datang tahun berikutnya melainkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah wafat.” (HR. Muslim 1134)
Dan inilah cara puasa ‘Asyura’ yang paling afdhal.
3. Berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.
Sebagian ulama membolehkan berpuasa sehari saja, yakni tanggal 10 Muharram.  Wallahu a'lam
Marilah kita mengagungkan bulan Muharram ini dengan cara yang islami, murni dan dalam koridor aturan syari'at kita. Agungkanlah dengan dasar tuntunan dan jangan hanya mengharap agar menjadi tontonan. Sudah bukan zamannya kita latah meniru budaya dan pandangan hidup barat atau mengagungkan falsafah adat Jahiliyah yang penuh mitos dan ketakutan tak beralasan. Kita juga tidak perlu membuat acara tandingan untuk menyelisihi adat dan kebiasaan buruk mereka. Yang harus kita lakukan adalah tetap berada dalam garis tuntunan Islam. Jangan sampai alih-alih ingin menandingi mereka kita malah terjerumus dalam kebid'ahan yang sangat dibenci oleh Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

PANDANGAN KELIRU TENTANG MUHARRAM
Ada beragam sudut pandang masyarakat kita terhadap bulan Muharram. Apabila kita mengamati bagaimana mereka menyambut dan memuliakan bulan Muharram maka kita akan mendapati amalan-amalan yang begitu beraneka ragam dan banyak, di antaranya ada yang keliru dan tidak memiliki dasar dari al-Qur'an dan as-Sunnah, bahkan sebagiannya merupakan ritual-ritual yang berakibat sangat fatal karena merusak kemurnian akidah seorang muslim.
Berikut ini beberapa ritual, amalan, dan keyakinan masyarakat tentang bulan Muharram yang tidak pernah diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya. Padahal sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau.

[1]. Tidak mengadakan hajatan atau pernikahan pada bulan Muharram (Suro).
[2]. Tirakatan pada malam satu suro untuk mendapatkan keselamatan.
[3]. Sadranan berupa pembuatan nasi tumpeng yang dihiasi aneka lauk dan kembang lalu dilarung (dihanyutkan) di laut selatan disertai kepala kerbau.
[4]. Kirab kerbau bule  yang terkenal dengan nama Kyai Slamet di Solo Jawa Tengah.
[5]. Jamasan pusaka dan kirab (diarak) keliling keraton.
[6]. Menjadikan 1 Muharram sebagai 'ied (hari raya) dan melakukan peringatan tahun baru Islam di masjid-masjid atau tempat-tempat lain dengan mengadakan muhasabah dan pengajian atau pentas seni dan ritual-ritual lainnya.
[7]. Melakukan shalat khusus yang disebut dengan shalat ‘Asyura. Dasarnya adalah hadits palsu, sebagiamana disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu' Fatawa (25/300).
[8]. Melakukan mandi Janabah, bercelak, memakai minyak rambut dan mewarnai kuku dan menyemir rambut. Dasarnya juga adalah hadits palsu, sebagaimana dijelaskan Ibnul Jauzy  rahimahullah dalam al-Maudhuu'aat 2/201.
[9]. Memberikan uang belanja yang lebih kepada keluarga dengan meyakini adanya keutamaan atau keistimewaan dilakukan pada hari tersebut. Dasarnya adalah hadits palsu berikut: "Barangsiapa yang meluaskan (nafkah) kepada keluarganya pada hari 'Asyura, maka Allah akan melapangkan (rizkinya) selama setahun itu." (Majmu' Fatawa 25/300)
[10]. Yang lebih buruk lagi adalah apa yang dilakukan para penganut Syi'ah yang menjadikan hari 'Asyura sebagai hari berkabung dan duka cita serta menyiksa diri sebagai ungkapan kesedihan dan penyesalan. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela seperti berkumpul, menangis, meratapi al-Husain secara histeris, membentuk kelompok-kelompok untuk pawai berkeliling di jalan-jalan dan di pasar-pasar sambil memukuli badan mereka dengan rantai besi, melukai kepala dengan pedang hingga mengucurkan darah dan mengikat tangan.
[11]. Dan lain sebagainya. Apabila kita meneliti lebih jauh niscaya akan mendapatkan banyak ritual lainnya yang tidak ada tuntunannnya dalam agama.

[Disarikan oleh Redaksi Buletin al-Iman dari majalah adz-Dzakhiirah, Edisi 46, hal. 22-29, Muharram Dalam Sorotan Oleh Muhammad Nuzul Dzikri]

Sunday, January 5, 2020

Pelajaran Penting dari Surat Yasin



Kali ini kita bisa gali pelajaran dari surat Yasin, apa saja inti pelajarannya dan adakah keutamaan surat Yasin dibaca untuk orang mati.

Pelajaran Penting dari Surat Yasin

Pertama: Rasul Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah penutup para nabi, Allah mengutusnya dengan agama yang benar, beliau berada di atas jalan yang lurus. 
Kedua: Islam itu jalan yang jelas dan lurus. Mengikuti selain Islam yang murni berarti dianggap menyimpang dan dianggap terpecah belah.
Ketiga: Penentangan terhadap ajaran yang benar, menjadikan seseorang sulit melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.
Keempat: Allah menghitung rinci yang besar maupun yang kecil pada apa yang kita lakukan ketika hidup di dunia.
Kelima: Al-Qur’an Al-Karim adalah jalan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang wajib diikuti.
Keenam: Wajib menyampaikan dakwah yang benar selama dibutuhkan.
Ketujuh: Kebahagiaan untuk mukmin ketika meninggal dunia, lebih-lebih yang mati syahid akan benar-benar melihat surga dengan nyata.
Kedelapan: Hendaklah kita mengambil pelajaran dari orang-orang terdahulu. 
Kesembilan: Wajib beriman kepada hari berbangkit dan hari pembalasan, ini akan lebih menyemangati dalam melakukan kebaikan dan menjauhi larangan Allah.
Kesepuluh: Allah Ta’ala memberikan kita nikmat untuk disyukuri, dan hendaklah nikmat tersebut dimanfaatkan untuk ketaatan kepada Allah.
Kesebelas: Setan itu diingatkan sebagai musuh manusia.
Keduabelas: Manusia akan dibangkitkan dan akan dihisab, dan itu mudah dilakukan oleh Allah.



Keutamaan Membaca Surat Yasin bagi Orang Mati

Ada hadits yang menyebutkan sebagai berikut,
عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « اقْرَءُوا (يس) عَلَى مَوْتَاكُمْ».
Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Bacakanlah surat Yasin pada orang yang hampir mati di antara kalian.” (HR. Abu Daud, no. 3121; Ibnu Majah, no. 1448; An-Nasa’i dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 1074. Kata Ibnu Hajar dalam Bulugh Al-Maram, no. 538, hadits ini dianggap shahih oleh Ibnu Hibban).



Penilaian Hadits

Hadits ini memiliki dua alasan dhaif:
  1. Hadits ini mengalami idhthirab dalam sanad. Hadits ini diriwayatkan dari Abu ‘Utsman, dari bapaknya, dari Ma’qil secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Ada pula riwayat yang menyebutkan dari Abu ‘Utsman, dari Ma’qil secara marfu’, tanpa menyebut bapak dari Abu ‘Utsman. Juga ada riwayat yang menyebut dari seseorang (tanpa menyebut nama), dari bapaknya, dari Ma’qil secara marfu’. Ada juga riwayat dari Ma’qil secara mawquf (hanya sampai pada sahabat Nabi saja, artinya jadi perkataan Ma’qil).
  2. Sebagaimana disebutkan oleh Imam Adz-Dzahabi dalam Mizan Al-I’tidal fii Naqd Ar-Rijal, Abu ‘Utsman dan bapaknya adalah perawi majhul (tidak dikenal) yang tidak diketahui siapa mereka.
Namun perlu dipahami, Abu ‘Utsman yang dimaksud di atas bukanlah Abu ‘Utsman An-Nahdi. Karena Sulaiman At-Taimi biasa memiliki riwayat dari Abu ‘Utsman An-Nahdi, nama aslinya adalah ‘Abdurrahman bin Mall. Abu ‘Utsman An-Nahdi di sini kredibel, seorang yang terpercaya dan seorang ahli ibadah sebagaimana disebutkan dalam At-Taqrib. Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam At-Talkhish(2:110) menukil dari Ibnul ‘Arabi, dari Ad-Daruquthni, ia berkata, “Sanad hadits ini dhaif, matannya majhul (tidak diketahui). Tidak ada hadits yang shahih dalam bab ini sama sekali.” (Lihat Minhah Al-‘Allam, 4:241-242) Al-Hafizh Abu Thahir dalam Tahqiq sunan Abu Daud juga mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif. Dari kesimpulan hadits di atas, berarti pembacaan surat Yasin untuk orang yang akan mati tidaklah disyari’atkan karena hadits tersebut dhaif.



Yang Sesuai Tuntunan

Sebenarnya sudah cukup dengan mentalqinkan orang yang akan meninggal dunia dengan kalimat laa ilaha illallah sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
Ingatkanlah (talqinkanlah) pada orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dengan kalimat laa ilaha illallah (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Muslim, 916, dari Abu Sa’id Al-Khudri; no. 917, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Kata Imam Nawawi, yang dimaksud di sini adalah ingatkanlah pada orang yang akan mati di antara kita dengan kalimat laa ilaha illallah agar menjadi akhir kalimatnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat laa ilaha illallah, maka ia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud, no. 3116; Ahmad, 5: 247. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).


Imam Nawawi menyebutkan bahwa perintah talqin di sini adalah sunnah (anjuran). Para ulama sepakat bahwa talqin ini dituntunkan. Para ulama memakruhkan untuk talqin ini diperbanyak dan dibaca terus menerus secara berturut-turut. Biar orang yang ditalqinkan tadi tidaklah bosan, apalagi karena menghadapi sakratul maut begitu berat. Dimakruhkan jika laa ilaha illallah itu hanya ada di hati dan dimakruhkan pula ketika keadaan sakratul maut seperti berbicara yang tidak pantas.
Para ulama berkata, jika sudah ditalqin lalu ia mengucapkan laa ilaha illallah sekali, maka jangan diulang lagi kecuali kalau yang akan meninggal dunia tersebut mengucapkan kata-kata lain. Kalau ia mengucapkan kalimat lain, maka talqin laa ilaha illallah tersebut diulang supaya menjadi akhir perkataannya. (Syarh Shahih Muslim, 6:197)

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Referensi:

  1. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama, tahun 1433 H. Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar Ibnu Hazm.
  2. At-Tafsir Al-Mawdhu’i li Suwar Al-Qur’an Al-Karim. Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Musyrif: Prof. Dr. Musthafa Muslim. Penerbit University of Sharjah.
  3. Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan ketiga, tahun 1432 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.
  4. Taisir Musthalah Al-Hadits. Cetakan kesepuluh, tahun 1425 H. Dr. Mahmud Ath-Thahan. Penerbit Maktabah Al-Ma’arif.
— Diselesaikan di #darushsholihin, 4 Syaban 1440 H (10 April 2019, Rabu sore) Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Rumaysho.Com 

Sunday, October 6, 2019

6 Aplikasi Belajar Bahasa Arab Mudah dan Terpopuler

6 Aplikasi Belajar Bahasa Arab Mudah dan Terpopuler
Mempelajari bahasa asing menjadi salah satu cara untuk mengasah ketrampilan yang berguna untuk pekerjaan atau mengapai impian. Salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari adalah bahasa Arab. Saat ini mempelajari bahasa arab tidaklah membutuhkan biaya besar, ada banyak cara cepat belajar bahasa Arab secara gratis bahkan hanya dalam genggaman. Berikut aplikasi yang bisa anda gunakan untuk mempelajari bahasa Arab.

6 Aplikasi Belajar Bahasa Arab Mudah dan Terpopuler

1. Kamus Arab Indonesia

Kamus menjadi sumber utama saat sedang mempelajari sebuah bahasa asing. Namun kini anda tidak harus repot dengan membawa buku tebal berisi ribuan bahkan jutaan kata tersebut. Kini, anda hanya perlu mengunduh kamus digital pada smartphone anda. Kamus Arab Indonesia ini merupakan kamus utama yang harus anda miliki ketika mempelajari bahasa Arab. Tidak hanya mudah mengunakannya, namun penjelasannya juga sangat detail.

2. Google Translate

Aplikasi milik google ini menjadi yang paling sering digunakan ketika ingin mengetahui sebuah arti bahasa asing. Google Translate juga memiliki terjemahan bahasa Arab yang sangat mudah digunakan. Tidak hanya itu google translate, juga memiliki banyak fitur yang memberikan banyak manfaat bagi anda yang sedang mempelajari bahasa arab. Fitur petama yakni tersedia penerjemahan teks dalam 103 bahasa secara online dan 59 bahasa secara offline.
Fitur lainnya yang sangat memudahkan adalah fitur kamera untuk memotret ponsel pintar anda pada tulisan yang ingin diterjemahkan. Fitur yang terakhir, Google Translate mampu menerjemahkan dalam bentuk suara. Fitur-fitur ini sangat bagus sebagai cara cepat belajar bahasa Arab. Aplikasi ini bisa di unduh melalui ponsel pintar anda.

3. Duolingo

Selanjutnya ada Duolingo yang bisa anda gunakan untuk mempelajari bahasa asing termasuk bahasa Arab. Duolingo memberikan pembelajaran yang sederhana dan cepat bagi para pengunanya. Aplikasi ini sangat direkomdasikan bagi pemula karena pembelajaran difokuskan pada istilah kosokata, pengucapan berbentuk audio serta tersedia game game kecil agar anda lebih mudah untuk mengingat.
Tidak hanya itu Duolingo juga menyediakan latihan harian sehingga penguna bisa terus mengunakan aplikasi ini. Aplikasi juga memiliki desain yang tidak membosankan sehingga anda tetap semangat dalam mempelajari bahasa Arab. Anda bisa segera mengunduhnya sehingga anda tidak penasaran dan mencoba secara langsung cara asik belajar bahasa asing.

4. Memrise

Cara cepat belajar bahasa Arab selanjutnya bisa dengan mengunakan aplikasi Memrise. Memrise menjadi salah satu aplikai favorit untuk belajar bahasa asing termasuk bahasa Arab. Memrise menawarkan banyak fitur unik dan mengasyikkan seperti bekajar dari penutur asli secara langsung, pengunaan bisa dilakukan secara online dan anda juga bisa mencoba menjadi pengisi suara. Memrise juga menyediakan konsep pembelajaran berulang sehingga bisa memudahkan anda.

5. Percakapan Bahasa Arab Lengkap

Aplikasi satu ini memilki percakapan dalam bahasa Arab yang bisa anda gunakan sebagai bahan untuk belajar. Tema percakapannya pun ringan dan bermacam-macam. Tidak hanya percakapan aplikasi ini juga memiliki fitur lain seperti belajar tata bahasa Arab. Sehingga anda yang sudah berada di level menenggah juga bisa mengunakan aplikasi agar kemampuan anda semakin meningkat.

6. Learn Arabic. Speak Arabic


Learn Arabic. Speak Arabic menjadi aplikasi yang bisa digunakan oleh semua kalangan mulai dari pemula hingga profesional. Aplikasi ini sangat ampuh sebagai cara cepat belajar bahasa Arab karena memiliki banyak fitur dan pembelajarannya efisien. Anda akan diajak untuk mengingat kosokata penting dan bentuk kalimat, belajar bicara mengunakan frasa Bahasa Arab serta mengambil dari beberapa percakapan-percakapan.
Mempelajari bahasa asing tidak hanya bisa dilakukan dengan melakukan kursus yang butuh biaya tambahan. Belajar melalui aplikasi juga bisa sebagai sarana belajar sendiri dengan cepat karena bisa di akses setiap waktu. Beberapa aplikasi menyediakan fitur berbayar, jika anda serius belajar tidak masalah bukan mengunakan fitur tersebut. Pastikan memilih aplikasi terbaik versi anda agar kemampuan bahasa Arab anda semakin meningkat.

Tuesday, September 24, 2019

7 Tempat Wisata Arab Saudi



Arab saudi dikenal sebagai negara tujuan utama bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah haji.  Arab saudi juga dikenal sebagai salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia yang sebagian wilayahnya diselimuti gurun pasir. Dibalik banyaknya gurun pasir, ternyata Arab saudi menyimpan destinasi wisata yang tidak kalah menarik dengan negara lainnya. Berikut 10 tempat wisata arab saudi yang wajib dikunjungi.

Madain Saleh
Madain Saleh
Madain Saleh adalah kota tertua yang terletak di Madinah sebelah utara. Pada kota ini, ditemukan sebuah batu bata yang dipercaya sebagai peninggalan dari umat nabi Saleh. Selain memperkaya ilmu, anda jug dapat menikmati pemandangan indah kota yang memiliki luar sekitar 4.010 hektar. Selain itu, anda akan disuguhi dengan keindahan 131 monumen pemakanan dari batu yang menjadi pelengkap ketika berkunjung kesini.

Jabal Magnet
Jabal Magnet
Jabal Magnet adalah sebuah lembah yang dapat dijadikan tempat wisata ketika berkunjung ke Arab Saudi. Lembah ini populer karena terjadi fenomena pertentangan gravitasi di dalamnya. Bahkan sebagian orang berbondong bondong untuk membuktikan dengan mengendarai mobil menuju lembah cantik tersebut. Lokasi Jabal Magnet terletak di sekitar 60 kilometer di sebelah utara kota Madinah. 

Masjid Nabawi
Masjid Nabawi
Masjid Nabawi adalah salah satu masjid yang sering dijadikan sebagai tujuan para wisatawan ketika berlibur ke Arab Saudi. Masjid ini terletak di kota Madinah, dimana terdapat situs makam Nabi beserta para sahabatnya. Selain untuk beribadah, anda dapat berziarah ke makam nabi Muhammad. Masjid Nabawi dinominasikan sebagai masjid terbesar ke dua di dunia dan terkenal dengan sejarah serta keindahan arsitekturnya. 

Air Mancur King Fahd
Air Mancur King Fahd
Bagi anda yang menyukai tempat wisata malam hari, anda dapat berkunjung ke kota Jeddah untuk menikmati air mancur King Fahd. Di tempat ini, anda dapat menyaksikan air mancur yang memiliki ketinggian sekitar 853 meter. Air mancur ini diklam sebagai air mancur  tertinggi di dunia. Wisata ini menjadi semakin populer karena air mancur dihiasi dengan 500 lampu sorot, sehinga menghasilkan warna yang indah.

Jabal Uhud (Gunung Uhud)
Jabal Uhud (Gunung Uhud)
Tempat ini merupakan salah satu bukit yang dijanjikan Allah kelak ada di surga. Jabal Uhud sebenarnya adalah sebuah gunung yang terletak di utara Madinah dan memiliki ketinggian sekitar 350 meter. Gunung ini dikatakan sebagai lokasi pertempuran kedua yang terjadi antara muslim dan pasukan Mekkah. Pertempuran ini terjadi pada tanggal 23 Maret 625 Masehi lalu. Oleh karena itu, tempat ini dikatakan sebagai tempat yang istimewa.

Padang Arafah
Padang Arafah
Bagi anda yang akan menunaikan ibadah haji, maka tidak asing dengan padang Arafah. Tempat ini merupakan tempat melakukan wukuf yang wajib dilakukan oleh para jemaah haji. Padang Arafah dikatakan sebagai replika dari Padang Masyar.. saat memasuki bulan haji, tempat ini akan dipenuhi oleh jemaat haji yang tengah melaksanakan ibadah. Pemadangan tersebut hanya dapat ditemui di Arab Saudi.

Pasar Kurma Madinah
Pasar Kurma Madinah
Selagi anda berwisata, tentu saja tidak lengkap ketika tidak membawa buah tangan. Salah satu buah yang dapat dijadikan buah tangan adalah kurma. Bagi anda yang ingin berburu kurma, tempat wisata ini dapat menjadi pilihan. Pasar ini menjadi salah satu pasar  yang banyak didatangi  wisawatan dan memiliki harga yang murah. Selain itu, pasar ini menyediakan berbagai jajanan manis  yang  terbuat dari kurma. 

Haji merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan bagi umat Muslim dan terletak di Arab Saudi. Selain dikenal sebagai tempat ibadah, Arab Saudi ternyata menyimpan berbagai tempat indah yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi.  Selepas dari ibadah, anda dapat menikmati wisata yang ditawarkan dan menikmati indahnya pemandangan di negara tersebut. Selagi menikmati pemandangan kota, anda dapat mempelajari sejarahnya.

Featured

[Nahwu][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification


لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Jika kalian bersyukur niscaya Allah akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat Allah, maka pasti azab Allah sangat pedih

(QS. Ibrahim Ayat 7)

Done